Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.39 Khasiat Daun Lidah Api


__ADS_3

"Fang An aku sangat bangga padamu" Tetua Agung menghampiri Fang An yang baru turun dari tempat ujian Berlangsung.


"Terima kasih tetua" Ucap Fang An sambil Memberi hormat. "Dimana kakek?" Fang An baru menyadari ia tidak melihat kakeknya.


"Ia sudah kembali, dia meminta maaf karena tidak sempat memberi ucapan selamat padamu" Ucap Tetua Agung sambil Tersenyum. "Sekarang Kita akan kembali ke sekte, dan persiapkan dirimu untuk Perlombaan tiga Bulan lagi" Ucap tetua Agung.


"Tetua bisakah kau memberikan waktu untukku? Aku akan kembali jika urusanku sudah selesai" Fang An ingin kembali lagi ke Goa milik sang Naga untuk mengambil Daun Lidah Api.


"Baiklah, jangan sampai terjadi sesuatu padamu" Ucap Tetua Agung lalu pergi meninggalkan Fang An.


–––


Fang An saat ini sudah berada di Goa tempat tinggal sang Naga.


"Tuan Apakah perlu Aku yang mengambilkan Daun Lidah Api itu?" Sang Naga keluar dari Pakaian Fang An.


"Tidak perlu aku akan mengambilnya sendiri" Ucap Fang An dengan semangat lalu Langsung melompat ke dalam lava yang Ada disitu.


Didalam Lava ini Fang An merasakan sedikit panas. Ia menjadi lebih tahan panas setelah menyerap Esensi darah dari sang Naga.


ketika Fang An sampai didasar lava ini. Ia melihat Banyak sekali Daun Lidah Api, bahkan daun-daun ini lebih besar dari yang ia dapat di atas. Fang An Juga melihat Ada satu Daun yang paling besar ditengah-tengah Daun yang lain.


'Aku Akan mulai dari yang paling kecil' Ucap Fang An dalam Hati. Lalu ia langsung mencabut daun Lidah Api yang paling kecil diantara yang lainnya dan langsung menyerapnya.


Ketika menyerap daun itu, Fang An merasakan panas diseluruh Tubuhnya, Namun ini masih tidak sepanas saat menyerap Esensi darah sang Naga.


Setelah Beberapa saat akhirnya semua Daun Lidah Api yang Ada disitu telah diserap oleh Fang An. Hanya yang paling besar yang tersisa.


Fang An mendekat ke arah Daun itu Lalu mencoba mencabutnya. ketika Fang An menyentuh Daun itu. Ia merasakan tangannya seperti terbakar. Fang An terkejut Akan Hal ini, Bagaimana bisa ia yang sudah dapat bergerak bebas didalam Lava yang sangat panas, merasa terbakar ketika memegang Daun itu.


Fang An melawan Rasa sakitnya. Ia mencabut daun itu lalu menyerapnya. Fang An merasa seluruh badannya seperti terbakar, ia tidak pernah merasakan Hal seperti ini. Fang An berkonsentrasi untuk menyerap daun ini.

__ADS_1


Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama, Fang An akhirnya selesai menyerap daun itu. Fang An langsung bergegas Naik ke atas.


"Kau Tau Berapa lama Aku disini?" Fang An bertanya kepada sang Naga.


"Sudah sekitar 2 Bulan" Sang Naga menjawab dengan sopan.


"2 bulan? Bagaimana bisa Aku memakan waktu yang sangat lama hanya untuk menyerap daun itu?" Fang An terkejut mendengar ia menghabiskan waktu 2 bulan di tempat ini.


"Daun itu merupakan Daun Lidah Api yang berusia 100.000 tahun. Sehingga memang pasti membutuhkan waktu lama untuk menyerapnya" Jawab Sang Naga. "Dan karena kau menyerap daun itu, kau sudah berada pada Lapisan Ke-50 Tingkatan Penyempurnaan Qi" Sambung Naga itu.


"50? Apakah Ada tingkatan setinggi itu?" Fang An terkejut mendengar ia mencapai Lapisan Ke-50.


"Tingkatan Penyempurnaan Qi Tidak memiliki batasan, semakin tinggi tingkatannya semakin murni Qi yang Ada ditubuhmu dan kekuatanmu akan semakin besar" Jelas Naga itu kepada Fang An.


Fang An memang terkejut, tapi ia Juga merasa senang karena ia telah menjadi kuat.


–––


Fang An saat ini sudah berada didepan rumahnya.


"Jika aku belum kembali lalu siapa yang Ada dihadapanmu?" Ucap Fang An dengan malas.


"Bos, ketika kau pergi banyak murid yang tidak menyukaimu ingin menghancurkan rumahmu, namun Aku bersama anak buahku berusaha mempertahankannya" Ucap Wang Zhou kepada Fang An.


Fang An baru melihat bahwa badan Wang Zhou penuh Luka. "Siapa yang melakukan ini?" Fang An menjadi sangat marah melihat Wang Zhou diperlukan seperti ini. Meskipun Wang Zhou terkadang mengesalkan, tetapi Wang Zhou merupakan teman pertama Fang An disini.


"Tang Qin yang menyuruh murid-murid itu menyerang rumahmu, tapi tidak apa-apa, Karena kau sudah datang Mereka tidak akan berani menyerang" Ucap Wang Zhou sambil Tersenyum.


"Jika mereka tidak menyerangku, aku yang akan menyerang mereka. Akan kubuat mereka merasakan apa yang kau rasakan" Ucap Fang An dengan penuh amarah.


–––

__ADS_1


Di Kediaman Tang Qin.


"Bos Rumahmu diserang" Seorang murid melaporkan apa yang terjadi diluar Kediaman mereka.


"Siapa yang berani menyerang murid Luar Nomor 3 ha?" Ucap Tang Qin dengan Sombong. "Biarkan Aku memperlihatkan kekuatan murid Luar Nomor 3" Ucap Tang Qin lalu kemudian ia keluar dari rumahnya.


Ketika ia keluar ia sangat terkejut. Halaman depan rumahnya sudah seperti lautan api. Hampir semua anak buahnya terluka parah. "Siapa kau berani menye-" Perkataan Tang Qin tiba-tiba dipotong oleh seseorang.


"Lalu kenapa aku harus takut. Diam dan sambutlah kematianmu" Ucap seorang anak berusia 12 tahun dengan nada dingin.


"Ternyata kau ya, Fang An Bocah yang tidak mengerti Perbedaan keku-" Tang Qin tidak dapat melanjutkan kata-katanya, karena tangannya telah terlepas dari badannya.


"Siapa yang tidak mengerti Perbedaan kekuatan?" Ucap Fang An lalu berjalan pelan menuju Tempat Tang Qin berada.


"Akan ku perlihatkan apa yang Akan terjadi jika kau menyentuh orangku" Ucap Fang An Lalu Mengeluarkan api yang membentuk sebuah Pedang. "MATI!" Fang An berteriak dengan kencang.


Terjadi ledakan yang sangat hebat. Ledakan itu menimbulkan asap yang sangat tebal. Perlahan-lahan asap itu mulai menghilang. Terlihat Ada tujuh orang yang sudah berumur didepan Tang Qin. Tujuh orang itu merupakan tujuh tetua sekte Gunung Surga.


"Fang An aku Rasa ini sudah berlebihan" Salah satu tetua membuka pembicaraan.


"Tenangkan dirimu dan pergilah" Tetua yang lain ikut buka suara.


"Berlebihan menurut Kalian tapi tidak menurutku. Siapapun yang menghalangi jalanku akan menjadi musuhku" Ucap Fang An yang sudah tidak peduli dengan tujuh orang yang lebih kuat darinya yang berada dihadapannya.


"Fang An Hentikan! Kau tidak boleh membuang-buang tenagamu Hanya untuk Hal ini" Tiba-tiba terdengar suara dari Tetua Agung.


"Maaf Tetua tapi Aku harus membalas berka-" Perkataan Fang An dipotong oleh Tetua Agung.


"Membalas berkali-kali lipat? Apakah ini yang kau namakan berkali-kali lipat? Menangkan Perlombaan Dua minggu lagi dan bertambah kuatlah" Ucap Tetua Agung dengan serius. "Ketika Kau sudah cukup kuat, kau dapat menghancurkan seluruh keluarga Tang miliknya, Itulah yang dinamakan berkali-kali lipat" Sambung Tetua Agung lagi.


Mendengar perkataan tetua Agung, Fang An menjadi lebih tenang dan langsung pergi dari situ.

__ADS_1


Ketika Fang An pergi tetua Agung langsung mendekat ke tempat tujuh tetua berada.


"Fang An yang sekarang mungkin tidak mampu mengalahkan kalian semua, tapi setidaknya dia mampu membunuh tiga dari Kalian semua" Ucap Tetua Agung lalu pergi meninggalkan mereka semua yang sangat terkejut.


__ADS_2