Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.53 Tantangan untuk Berduel


__ADS_3

Fang An dan yang lainnya sedang menikmati makanan mereka. Semua terlihat bahagia, mereka makan dengan lahap sambil bercerita tentang banyak hal.


Tiba-tiba datang seorang penjaga dengan tergesa-gesa "Tuan keluarga Wu mengirim orang untuk mencari orang yang bernama Fang An. Mereka membunuh penjaga yang tidak membiarkan mereka masuk" Ucap penjaga itu dengan penuh ketakutan yang terlihat diwajahnya.


Tetua Agung ingin keluar dan menghabisi mereka, namun Fang An menahannya "Tetua, biarkan aku yang menghadapi mereka" Fang An berjalan keluar dengan tangan kosong. Diluar ia melihat sekitar sepuluh orang yang sudah berada di Lapisan Awal Pembentukan Inti dan satu orang yang sudah mencapai Lapisan Akhir.


"Kau yang bernama Fang An?" Ucap salah satu dari mereka saat melihat Fang An datang. Orang itu langsung mendekat ke arah Fang An. "Kau tuli? Kau yang berna-" Orang itu ingin memarahi Fang An, namun tiba-tiba kepalanya sudah terpisah dari badannya.


"Kau berani membunuh anggota keluarga Wu?" Orang yang paling kuat diantara mereka terlihat sangat marah.


"Kalian dari keluarga Wu?" Fang An berpura-pura tidak mengetahui siapa orang yang ada didepannya.


"Ya kami dari keluarga Wu, Apakah kau takut? Tapi sudah terlambat untuk meminta maaf, aku Wu Sha akan membunuhmu saat ini Juga" Teriak orang yang bernama Wu Sha itu.


"Takut? Meminta maaf? Apakah aku menunjukan tanda-tanda bahwa aku takut?" Fang An berbicara dengan sangat dingin sambil berjalan mendekati Wu Sha. "Bahkan aku berencana untuk menghabisi kepala keluargamu lalu mengapa aku harus takut?" Fang An saat ini tepat berada didepan Wu. Sha.

__ADS_1


"Ka-kau?" Wu Sha terlihat ketakutan, ia tidak bisa menggerakan badannya. "Hei kalian semua bantu aku" Wu Sha berteriak kepada anak buahnya yang berada disitu. Semua anak buahnya langsung menyerang Fang An secara bersamaan. Semua serangan mereka dapat dihindari oleh Fang An, bahkan Fang An membalas serangan mereka berkali-kali lipat lebih kuat. Melihat itu Wu Sha menjadi sangat takut, ia tidak menyangka Fang An sekuat ini.


"Tenang saja aku tidak akan membunuh kalian, kembali kerumah kalian dan katakan pada keluarga Wu aku akan berperang melawan mereka" Fang An membiarkan semua dari mereka tetap hidup, kecuali satu teman mereka yang sudah mati dipenggal oleh Fang An.


---


Dikediaman keluarga Wu terjadi keributan karena berita yang diinformasikan oleh Wu Sha.


"Karena anakmu yang manja semua anggota keluarga Wu akan mendapatkan masalah" Salah satu tetua keluarga Wu terlihat marah kepada kepala keluarga Wu.


"Kita hanya memiliki masalah dengan Fang An, kita tidak perlu berperang. Aku sudah memikirkan cara lain, kita akan menantang Fang An untuk berduel dengan Wu Zhenxiang di arena, aku yakin Fang An tidak akan bisa mengalahkan Wu Zhenxiang" Kepala keluarga terlihat sangat percaya diri dengan idenya. "Kirimkan pesan kepada Keluarga Fei, aku akan menantang Fang An untuk berduel dengan Wu Zhenxiang di arena" Kepala Keluarga Wu memerintahkan Salah satu tetua yang ada disitu untuk mengirimkan pesan kepada Keluarga Fei.


---


Fei Tian baru saja menerima pesan dari salah satu tetua keluarga Wu. Ia langsung menjelaskan isi pesan itu kepada Fang An.

__ADS_1


"Jika mereka menantangku aku tidak akan lari, Aku akan membuat duel ini lebih menarik" Fang An tersenyum lebar, ia sudah memikirkan rencana yang cukup bagus.


"Aku yakin kau pasti menang, namun keluarga Wu adalah keluarga yang licik, mereka tidak akan membiarkan kau menang dengan mudah" Tetua Agung mengenal betuk Sifat keluarga Wu.


"Jika mereka berbuat curang, aku akan membantu kalian meratakan keluarga Wu" Tiba-tiba terdengar suara dari belakang mereka. Fang An dan Tetua Agung langsung menoleh kebelakang dan mereka melihat ada seorang Kakek disana.


"Salam kepada Menteri Fang Qiuran" Tetua Agung memberi hormat kepada kakek itu.


"Kakek ini seorang menteri? bukankah kakek ini yang menjaga perpustakaan? Kakek ini memiliki nama keluarga yang sama sepertiku?" Fang An langsung melontarkan banyak pertanyaan dari mulutnya.


"Aku tidak menyangka memiliki keturunan sehebat dirimu" Kakek itu menepuk pundak Fang An. "Aku merupakan ayah dari kakekmu, Aku ingin meminta maaf karena tidak dapat menyelamatkan kakekmu" Ucap kakek itu sambil menundukan kepalanya.


"Kau ayah dari kakek? Bagaimana bisa kau hidup sangat lama? Bukankah kau hanya berada pada Lapisan Akhir dari Jiwa yang Baru Lahir?" Fang An tidak berhenti bertanya.


"Singkatnya aku menyembunyikan tingkat kultivasiku yang sebenarnya" Kakek itu menjawab dengan singkat. "Dan jangan bertanya lagi" Kakek itu langsung memotong saat melihat Fang An membuka mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2