Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.15 Kekaisaran Angin


__ADS_3

Fang An saat ini sedang berada di suatu desa diperbatasan Kekaisaran Api dan Angin. Fang An baru mengetahui bahwa Kekaisaran Api yang selama ini menjadi tempat Tinggalnya ternyata merupakan Kekaisaran terlemah dibenua ini.


Setelah Tau bahwa Kekaisarannya merupakan yang terlemah, Fang An berniat untuk pergi ke Kekaisaran Angin yang letaknya tidak terlalu jauh dari Kekaisaran api.


Fang An tidak berniat untuk berhenti atau beristirahat, semenjak ia Mendapatkan kekuatan para gurunya dan menjadi Dewa ia sudah tidak butuh tidur, makan, ataupun minum. Namun sesekali ia tetap makan agar tidak membuat orang curiga.


Setelah Beberapa saat Fang An tiba disebuah gerbang yang cukup besar. Gerbang itu dijaga oleh 6 orang prajurit yang menggunakan baju zirah lengkap dan Juga tiap-tiap prajurit memiliki tingkat Praktik Raja Petarung.


"Tunjukan identitasmu" Ucap salah satu prajurit yang bertugas mengecek identitas orang yang akan masuk kedalam wilayah Kekaisaran Angin.


"Bisakah kalian membiarkanku masuk? Aku kehilangan kartu identitasku" Ucap Fang An sambil memegang bahu prajurit itu dan memberikan sedikit tekanan.


Mata prajurit itu melebar, keringat keluar dari wajahnya "Ba-baiklah ikuti aku" Ucap prajurit itu dengan penuh Rasa takut.

__ADS_1


Fang An dibawa oleh prajurit itu ke tempat pembuatan kartu identitas.


"Letakan tangan tuan dibatu itu" Ucap prajurit itu dengan penuh hormat. Fang An meletakan tangannya disebuah Batu datar. "Bisakah tuqn mengatakan nama tuan?" Ucap prajurit itu.


"Fang An" Ucap Fang An dengan singkat. Tidak lama setelah itu Fang An dipersilahkan mengangkat tangannya dan batu datar tadi sudah berisi nama dan umur Fang An beserta tingkat Praktiknya.


Pada batu itu tertulis Fang An berusia 18 tahun dan Tingkat praktik Miliknya tertulis berada pada tingkatan Petarung Bumi Bintang 6. Fang An menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya agar tidak menimbulkan masalah.


–––


Fang An pergi ke sebuah penginapan yang cukup besar dan mewah. Ketika sampai di pintu masuk penginapan tersebut. Fang An melihat Ada seorang Kakek yang sedang dimarahi oleh salah satu pegawai penginapan. Awalnya Fang An tidak ingin ikut campur, namun semakin lama ia tidak tahan melihat pegawai itu mulai semakin kasar.


"Bisakah Kau tidak kasar seperti itu?" Fang An mendekat ke arah kakek dan pegawai itu berada.

__ADS_1


"Maafkan aku Tuan, kakek ini tidak memiliki uang namun ia memaksa ingin menginap disini" Ucap pegawai itu dengan sopan.


"Hanya masalah seperti itu dan kau harus membentak kakek ini?" Ucap Fang An dengan dingin. "Ini Ada 100 koin Emas, carikan Kamar yang terbaik untuk kakek ini" Sambung Fang An lagi sambil memberikan satu kantong yang berisi 100 koin Emas.


"Terima kasih Tuan" Ucap kakek itu tiba-tiba sambil bersujud dikaki Fang An.


"Jangan seperti ini kek, aku Tau kau belum makan Mari kita makan terlebih dahulu" Ucap Fang An sambil membawa kakek itu keluar penginapan dan pergi ke sebuah restoran yang mewah.


Restoran ini Dibagi menjadi 5 lantai. Lantai pertama semua menunya memiliki Harga mulai dari 1 koin perak 10 koin perak, Lantai kedua Semua menunya memiliki Harga mulai dari 10 koin perak sampai 1 koin emas, Lantai Ketiga memiliki Harga paling murah 1 koin emas sampai 10 koin Emas, Lantai keempat memiliki Harga paling murah 10 koin Emas sampai 100 koin Emas, Dan Lantai kelima Khusus untuk Para bangsawan. Namun banyak Juga bangsawan yang makan di Lantai keempat.


Fang An mengajak kakek itu untuk makan dilantai empat. Mereka menjadi pusat perhatian semua orang, karena sang kakek menggunakan pakaian yang sudah banyak sobekan Dimana-mana.


Fang An dan Sang kakek duduk di meja yang berada dekat dengan jendela. Tidak lama setelah mereka duduk, datang seorang pelayan. Namun pelayan itu bukannya memberikan menu tapi mengusir Fang An beserta sang kakek karena meja ini akan dipakai oleh anak dari bangsawan nomor satu dikota ini.

__ADS_1


Mendengar Hal itu Fang An menjadi kesal dan berkata dengan sangat dingin "Siapa yang ingin memesan meja ini datang kesini" Ucapan Fang An itu dapat didengar oleh seluruh orang di setiap Lantai karena Fang An menggunakan tenaga dalam untuk menyebarkan suaranya.


Beberapa saat setelah Fang An selesai berbicara datang Seorang laki-laki yang jika dilihat seumuran dengan Fang An bersama degan Seorang perempuan yang Juga seumuran dengannya beserta 5 pengawal dibelakangnya.


__ADS_2