
"Tunggu sebentar" Naga itu menghentikan Fang An yang sudah bergerak maju. Tiba-tiba Naga itu berubah menjadi seorang pemuda yang gagah. "Aku akan lebih bebas bergerak dalam wujud seperti ini. Baiklah mari kita mulai" Ucap Naga yang sudah menjadi seorang pemuda itu tersenyum sambil tersenyum dan langsung menyerang Fang An.
Terjadi pertarungan yang sangat sengit antara Fang An dan Naga itu. Setiap pedang Fang An bertemu dengan tangan Naga itu, akan tercipta gelombang kejut yang sangat kuat. Fang An sudah mengeluarkan berbagai jurus miliknya, namun semua itu dapat ditangkis dengan mudah oleh Naga itu.
Seiring berjalannya waktu, Fang An menyadari ada sesuatu yang aneh dari Naga itu. Ia menyadari bahwa Naga itu belum mengeluarkan semua kemampuannya. "Apakah kau mengasihaniku?" Fang An melompat mengambil jarak dari Naga itu.
"Mengasihanimu? Kau jangan menghayal, aku akan membunuhmu. Tidak ada yang boleh masuk lebih dalam dari sini, selain guruku dan penerusnya" Naga itu mendekat ke arah Fang An dengan sangat cepat.
Naga itu melompat dan terlihat ingin menyerang Fang An dari atas. Namun saat Fang An menggunakan tangannya untuk menangkap serangan yang ada diatas, tiba-tiba Naga itu berada didepan Fang An dan langsung memukul perut Fang An. Fang An terlempar hingga menabrak dinding makam itu sampai dinding itu hancur dibagian Fang An menabraknya. Fang An langsung memuntahkan darah segar saat itu juga.
Melihat itu Heilang, Huolong, Diablo dan Raja Tombak ingin menyerang Naga itu. Namun tiba-tiba mereka merasakan aura yang sangat menakutkan muncul dari Fang An. Mereka melihat rambut Fang An berubah menjadi putih, sayap keluar dari punggungnya, petir berwarna ungu sesekali keluar dari tubuhnya. Pedang milik Dewa Perang berubah menjadi berwarna hitam dan juga pedang itu dilapisi oleh api berwarna hitam.
"Kau masih mampu berdiri? Tunggu perubahan ini?" Naga itu terkejut melihat Fang An yang berjalan mendekat kearahnya. Namun ia lebih terkejut saat ia mengenali perubahan bentuk dari Fang An. "Sepertinya aku sudah menemukannya tuan" Naga itu bergumam pelan, tidak ada yang dapat mendengar apa yang dia katakan.
Fang An kemudian menyerang Naga itu dengan cepat. Fang An menggabungkan sihir dan juga ilmu bela dirinya. Fang An melempar pedangnya ke atas dan menggerakkan pedang itu layaknya pedang terbang. Fang An juga menyerang Naga itu dengan gaya bertarung yang diajarkan oleh Dewa Kegelapan.
Pertarungan sengit terjadi kembali, namun kali ini Fang An terlihat lebih unggul. Fang An benar-benar terlihat seperti gabungan dari ketiga gurunya. Ia memiliki kecepatan Dewa Petir, kekuatan Dewa Perang, dan juga Ketenangan Dewa Perang. Fang An yang saat ini sangat berbeda dengan yang biasanya. Serangan-serangan Fang An dilakukan dengan sangat sempurna dan penuh ketenangan.
Semakin lama sang Naga semakin terpojok, hingga muncul sebuah celah untuk Fang An dapat membunuh Naga itu. Fang An langsung maju menyerang Naga itu dengan sangat cepat. Namun saat sudah sangat dekat dengan Naga itu, Fang An tiba-tiba berhenti dan terjatuh.
__ADS_1
'Sial kenapa semua badanku terasa sakit' Fang An berusaha menahan sakit diseluruh tubuhnya. Fang An juga memuntahkan darah dari mulutnya, lalu ia juga berubah ke bentuk awalnya dan segera kehilangan kesadaran.
Semua yang ada disitu langsung menjadi panik, termasuk juga sang Naga. "Sepertinya dia belum bisa menggunakan perubahan bentuknya dengan sempurna" Sang Naga langsung menyalurkan Qi milikinya kepada Fang An.
---
Fang An saat ini berada di sebuah tempat dimana tubuh darah berada.
"Sepertinya aku terlalu memaksakan diriku" Fang An menyadari ia terlalu berlebihan.
"Kau perlu menyempurnakan perubahan bentukmu itu" Tiba-tiba muncul sang Naga dalam bentuk manusia dibelakang Fang An.
"Tidak ada waktu untuk menjawab itu, kau sekarang sedang berada dalam keadaan yang sangat buruk"
"Jika kau menyerap jiwaku maka keadaanmu akan membaik dan juga kekuatanmu akan bertambah"
Naga itu berjalan mendekati Fang An dan berlutut didepan Fang An.
"Apa maksudmu? Aku tidak akan menyerap jiwamu. Jika aku harus mati ya biarkan saja aku mati, aku tidak akan membawamu mati bersamaku" Fang An menolak apa yang dikatakan oleh sang Naga.
__ADS_1
"Bagaimana jika aku bilang ini bukan tubuh asliku? Ini hanyalah pecahan jiwaku" Ucap Naga itu kepada Fang An.
"Aku adalah tunggangan Dewa Kegelapan, aku juga terbunuh oleh Kaisar Langit yang saat itu berubah menjadi Kaisar Iblis. Sebelum aku mati aku sempat memisahkan sebagian jiwaku dari tubuhku"
"Dan aku memilih tempat ini untuk menjadi tempat aku menaruh pecahan jiwaku. Tempat ini merupakan tempat dimana aku dan gurumu bertemu. Saat itu dia belum menjadi Dewa, dia hanyalah seorang pemuda yang lemah namun terus berjuang untuk menjadi kuat. Sejak saat itu aku dan dia berteman baik. Kita berdua membangun makam ini untuk menyiapkan tempat jika kita berdua mati dikemudian hari"
"Pada saat sebelum ia bertarung melawan Kaisar Langit pada saat itu, ia berkata kepadaku bahwa dia memiliki seorang murid dan dia memintaku untuk membantumu menjadi kuat. Sudah saatnya aku melaksanakan permintaan dari temanku itu. Namun sebelum kau menyerapku, aku ingin mengatakan nama Dewa Kegelapan sebelum ia menjadi dewa. Dia memiliki nama keluarga yang sama sepertimu, namanya adalah Fang Weiheng"
Naga itu menjelaskan siapa dia dan bagaimana masa lalunya bersama dengan Dewa Kegelapan. Lalu Naga itu langsung meleburkan jiwanya dan menyatukan jiwanya dengan jiwa milik Fang An.
---
Diablo dan Raja Tombak kebingungan melihat Naga yang ada didepannya tiba-tiba berubah menjadi kepingan-kepingan cahaya dan masuk kedalam tubuh Fang An.
Tubuh Fang An tiba-tiba melayang diudara dan mengeluarkan cahaya yang terang. Setelah beberapa saat akhirnya tubuh Fang An berhenti mengeluarkan cahaya dan perlahan-lahan turun kembali.
Ketika tubuh Fang An sampai kembali dibawah mereka langsung mendekat ke arah Fang An dan melihat Fang An sudah sadar. "Tuan apakah kau ingin kembali terlebih dahulu?" Raja Tombak menawarkan Fang An untuk kembali ke ibukota.
"Sepertinya tidak perlu, aku merasakan tubuh penguasa menjadi lebih kuat dari yang tadi" Diablo menyadari bahwa Fang An menjadi lebih kuat, ketika ia memegang tangan Fang An.
__ADS_1
"Ternyata pengamatanmu sangat bagus. Kau benar aku sudah menerobos ke tingkatan pembentukan jiwa" Ucap Fang An dengan santai sambil tersenyum.