Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.79 Keluarga Chu


__ADS_3

Fang An saat ini sedang berada disebuah kota bersama dengan Hongli dan Jia Li.


“Guru, apakah kita sudah berada di wilayah kuno?” Hongli terkejut melihat ia berada disebuah kota yang tidak pernah ia datangi sebelumnya.


Fang An tidak menjawab pertanyaan Hongli, ia berjalan menuju sebuah gedung yang dijaga oleh beberapa penjaga yang memiliki tingkatan cukup tinggi.


“Siapa kalian?!” Salah satu penjaga yang ada disitu berbicara dengan nada yang tidak bersahabat.


“Aku ingin bertemu dengan kepala keluarga kalian” Fang An menjawab pertanyaan orang itu dengan nada dingin.


“Jaga sikapmu-!” Penjaga itu ingin menyerang Fang An, namun tiba-tiba ia menjatuhkan senjatanya.


“Ada perlu apa tuan ingin bertemu denganku?” Tiba-tiba seorang pria tua muncul dari belakang Fang An.


“Kau kepala keluarga Chu?” Fang An bertanya dengan nada dingin kepada pria tua itu.


“Ya, aku Chu Heitian. Kepala keluarga Chu” Pria tua itu menjawab dengan sopan.


Hongli terkejut mendengar nama pria tua itu. Memang ia tidak mengenal pria tua itu, namun kakaknya pernah mengatakan, bahwa kakek mereka bernama Chu Heitian.


“Guru, apakah dia kakek-ku?” Hongli tidak bisa menahan rasa penasarannya.


“Kita akan mengetahuinya sebentar lagi” Fang An menjawab pertanyaan Hongli dengan singkat.

__ADS_1


“Apakah kau ingat pernah membuang cucumu yang bernama Chu Lian?” Fang An berbicara sambil menatap tajam Chu Heitian.


“Chu Lian?” Chu Heitian berusaha mengingat nama itu.


“Aku mengingatnya, dia cucu tidak berguna yang dahulu pernah aku buang” Setelah sekian lama Chu Heitian akhirnya mengingat nama Chu Lian.


Namun apa yang dikatakan oleh pria tua itu membuat Fang An menjadi geram. Ia tidak suka jika Chu Lian direndahkan oleh orang. “Setelah kau membuang anak kecil yang tidak tau apa-apa, kau masih berani menghinanya?!” Fang An mengeluarkan aura yang cukup mengerikan.


“Maaf tuan, tapi apa yang salah dari kata-kataku?” Chu Heitian menganggap dirinya tidak melakukan kesalahan.


“Sepertinya kau tidak ada penyesalan” Fang An tiba-tiba menarik kembali aura yang ia keluarkan. Ia baru mengingat bahwa tujuan ia datang kesini untuk mencari sekutu.


“Namaku Fang An, aku datang kesini untuk bersekutu” Fang An langsung berbicara kepada intinya, karena sebenarnya ia masih tidak bisa menerima Chu Lian dihina oleh pria tua yang ada dihadapannya.


---


Setelah berada didalam kediama Chu Heitian, Fang An kemudian menjelaskan semua yang terjadi kepada Chu Heitian.


“Aku tidak menyangka ada manusia yang memiliki bakat sepertimu” Chu Heitian kagum mendengar cerita Fang An.


“Sekarang aku sudah menjadi musuh dari kerajaan lembah dan aku rasa sebentar lagi mereka akan melakukan pergerakan untuk mencariku” Fang An berbicara dengan nada serius.


“Kami akan selalu membantumu, kami sudah memiliki sumpah untuk selalu menjadi bawahan dari keluarga Fang”

__ADS_1


“Jika hanya kerajaan lembah, kekuatan keluarga Chu masih bisa memberikan perlawanan. Namun jika kerajaan gunung ikut membantu kerajaan lembah, aku bisa memastikan kita akan kalah” Chu Heitian berbicara dengan nada yang tidak kalah serius dengan Fang An.


“Apakah sudah tidak ada cara lain untuk melawan mereka?” Fang An juga menyadari posisinya yang sekarang sangat tidak menguntungkan.


“Sebenarnya kita masih bisa membalikkan keadaan asalkan sekte bambu petir ikut membantu, namun permasalahannya sekte bambu petir sangat susah untuk ditemukan” Chu Heitian menjawab pertanyaan Fang An dengan pelan.


“Sesusah apapun pasti akan aku lakukan” Fang An berbicara dengan nada serius.


“Sebenarnya ada cara yang lebih mudah. Bulan depan akan ada turnamen kekaisaran bumi yang dilakukan 10 tahun sekali. Turnamen ini akan diikuti oleh berbagai macam sekte dan keluarga. Tentunya sekte bambu petir juga akan mengikuti turnamen ini”


“Keluarga Chu memiliki 5 kursi peserta yang dapat mengikuti turnamen ini, jika kau ingin mengikuti ini, aku bisa memberikan satu kursi padamu”


Chu Heitian memberitahukan informasi yang cukup berguna.


“Aku tidak akan mengikuti turnamen ini, namun aku minta kau siapkan satu kursi untuk Hongli” Fang An merasa jika ia mengikuti turnamen ini, ia akan mencuri terlalu banyak perhatian.


“Tanpa kau suruh aku pasti akan menyediakan satu kursi untuk cucuku itu” Chu Heitian memang sudah berniat untuk memberikan satu kursi kepada Hongli. Ia melakukan itu sebagai tanda penyesalannya sudah membuang Hongli bahkan sebelum Hongli lahir.


“Apakah aku perlu menyediakan satu kursi lagi untuk Jia Li?” Heitian baru ingat kalau Fang An memiliki dua murid.


“Tenang saja, dia sudah pasti akan mengikuti turnamen ini” Fang An berbicara sambil mengeluarkan lencana tetua agung sekte pilar naga.


“Sepertinya aku terlalu merendahkanmu” Chu Heitian tersenyum melihat lencana yang dikeluarkan oleh Fang An.

__ADS_1


“Aku akan melatih murid-muridku, satu bulan lagi aku akan menemuimu” Fang An lalu pergi dari tempat itu bersama Hongli dan Jia Li.


__ADS_2