
Fang An saat ini sedang berada disebuah ruangan bersama dengan orang-orang terdekatnya. Ruangan itu sangat sunyi, tidak ada satu orang pun yang bersuara.
“Kami sudah menyelidiki siapa yang ada dibelakang pemberontakan ini” Tiba-tiba masuk seorang pria dari ras demon sambil membawa seorang pria lain.
“Siapa kau?” Fang An bertanya dengan nada dingin kepada pria yang dibawa oleh ras demon itu.
“Kau tidak perlu tau siapa aku, yang kau perlu tau adalah kerajaan lembah pasti akan membunuhmu, ini hanyalah ancaman kecil dari kerajaan lembah” Pria itu menjawab pertanyaan Fang An sambil tersenyum. Setelah itu dia langsung mengigit lidahnya dan seketika itu juga ia langsung kehilangan nyawanya.
Mereka yang ada disitu terlihat kebingungan, kecuali Liu Jia Li, Chu Lian dan Fang An.
“Penguasa,bisakah kau memberitahu kami tentang kerajaan yang disebutkan oleh orang itu?” Aelfric langsung bertanya kepada Fang An, ketika ia melihat Fang An tidak terlihat kebingungan sama seperti mereka.
“Kerajaan Lembah adalah salah satu kerajaan yang ada di wilayah kuno. Aku tidak tau pasti kekuatan tempur mereka, tapi sepertinya mereka bukanlah lawan yang mudah untuk dihadapi” Fang An merasa bahwa kali ini ia harus menjadi lebih kuat lagi.
“Kalian semua pergilah dan tinggal di kota kebebasan, mulai sekarang kekaisaran api utara akan menjadi wilayah dari kekaisaran langit biru. Segera beritahukan hal ini kepada tetua agung” Fang An tiba-tiba berbicara dengan tegas dan langsung pergi dari ruangan itu diikuti Chu Lian dan Liu Jia Li.
---
Fang An pergi ke ruangan dimana Hongli berada. Hongli sudah sadar, namun ia masih terpukul dengan kematian Huo Li.
“Aku tidak pernah mengajarkan muridku untuk menjadi seperti ini, tidak ada gunanya kau terus seperti ini. Berlatihlah untuk menjadi lebih kuat agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi” Ucap Fang An kepada Hongli.
Hongli menatap Fang An dengan tatapan penuh kesedihan. “Guru, bawalah aku bersamamu, aku ingin menjadi kuat, aku ingin melindungi banyak orang” Hongli berbicara sambil menahan tangisnya.
“Tenangkan dirimu terlebih dahulu, jika kau sudah lebih tenang temui aku di taman belakang. Jia Li, kau temani dia disni” Fang An lalu berjalan keluar bersama Chu Lian.
“Baik guru” Jia Li menjawab dengan singkat lalu mengambil kursi dan duduk disebelah tempat tidur Hongli.
__ADS_1
Suasana diruangan itu menjadi canggung. Mereka berdua tidak bersuara sama sekali.
“Namaku Hongli, Chu Hongli” Setelah sekian lama akhirnya Hongli membuka suara.
“Namaku Liu Jia Li” Jia Li menjawab dengan singkat.
Suasana kembali menjadi sunyi, lagi-lagi mereka hanya berdiam diri saja.
“Sepertinya kau sudah lebih tenang. Guru meminta kita untuk mencarinya ditaman belakang” Jia Li membuka suara dan langsung berjalan keluar dari ruangan itu.
“Apakah kau mengetahui jalan menuju taman belakang?” Hongli mengikuti Jia Li yang berjalan keluar.
“Tidak” Jia Li menjawab pertanyaan Hongli dengan suara pelan.
Melihat tingkah laku Jia Li, Hongli tertawa kecil lalu memgang tangan Jia Li dan berjalan menuju taman belakang.
---
“Apakah kau akan pergi lagi? Kau sudah menyinggung kerajaan lembah, aku takut mereka akan terus mencarimu” Chu Lian terlihat sangat khawatir pada Fang An.
“Tenang saja, aku akan menghindari mereka sebelum aku cukup kuat” Fang An mengusap kepala Chu Lian pelan.
“Sepertinya kita datang disaat yang kurang tepat” Tiba-tiba Hongli sudah berada dibelakang mereka.
“Kau benar, mengapa kau datang disaat seperti ini” Fang An berbicara dengan sangat pelan, hanya Chu Lian yang dapat mendengar apa yang dikatakan Fang An.
Chu Lian tertawa kecil mendengar apa yang dikatakan oleh Fang An. “Aku akan menunggu disana” Ucap Chu Lian sambil menunjuk sebuah bangku ditaman itu dan langsung berjalan kesana.
__ADS_1
“Hongli, aku memberikanmu waktu satu bulan untuk menembus tingkatan pembentukan inti dan untuk Jia Li, kau pelajari ini” Ucap Fang An kepada mereka berdua sambil memberikan sebuah buku kepada Jia Li.
“Baik guru” Mereka berdua menjawab sambil memberi hormat.
Fang An memberikan buku yang berisi jurus-jurus yang berhubungan dengan kegelapan kepada Jia Li, karena menurut Fang An, Jia Li memiliki bakat alami untuk membunuh. Fang An menyadari hal ini saat pertama kali ia diikuti oleh Jia Li. Saat itu Fang An dapat merasakan keberadaan Jia Li, karena ia memiliki ilmu yang sangat tinggi. Kalau saja Fang An tidak sekuat ini, ia yakin kalau ia tidak akan menyadari keberadaan Jia Li.
---
Satu bulan berlalu dengan cepat, Fang An saat ini sudah berada dalam kota kebebasan. Ia saat ini sedang bersiap-siap untuk pergi kembali ke wilayah kuno bersama Hongli dan Jia Li.
Hongli menembus tingkatan pembentukan inti hanya dalam dua minggu. Jia Li juga sudah mencapai puncak dari pembentukan inti, sehingga Fang An merasa bahwa mereka berdua sudah siap untuk pergi ke wilayah kuno.
“Kembalilah dengan selamat” Chu Lian terlihat tidak rela melepaskan Fang An dan terus memeluknya.
“Kakak, bisakah kau melepaskan guru? Aku sudah tidak sabar ingin melihat wilayah kuno itu seperti apa” Hongli terlihat berusaha menarik kakaknya untuk melepaskan Fang An.
“Jaga diri kalian baik-baik” Ucap Fang An kepada semua yang ada disitu saat Chu Lian melepaskan pelukannya.
Fang An lalu memegang tangan kedua muridnya dan seketika itu juga mereka menghilang.
---
Kerajaan Lembah.
“Aku yakin Fang An tidak akan berani mencari masalah dengan kita untuk waktu yang dekat ini” Seorang perempuan berbicara dengan penuh kebanggaan kepada seorang pria tua yang duduk di hadapannya.
“Kau bangga hanya karena hal itu? Harusnya kau malu karena kau pernah dikalahkan olehnya” Pria yang ada dihadapan perempuan itu terlihat tidak senang dengan tingkah laku perempuan itu.
__ADS_1
“Itu hanyalah karena kecerobohanku, kau jangan terlalu membesar-besarkannya” Ucap perempuan itu. “Aku pasti akan membunuhnya untuk membalaskan kematian anakku” Sambung perempuan itu lagi.
“Kau adalah kakak dari seorang raja dan kau bahkan tidak bisa menang melawan seorang pemuda, lalu sekarang kau berbicara akan membunuhnya? Aku harap kau benar-benar bisa membunuhnya sebelum dia membunuhmu” Pria itu berbicara dengan nada dingin lalu pergi dari tempat itu.