
Badan Fang An bergemetar, ia berusaha menahan serangan dari Tetua Agung Sekte Gunung Iblis. 'Sepertinya pertarungan ini akan berakhir cepat' Fang An sudah pasrah terhadap apa yang akan terjadi. Bahkan tiga Singa Miliknya tidak memberikan perlawanan yang berarti.
'Sepertinya kau butuh bantuan Kita' Tiba-tiba Terdengar suara dengan nada mengejek yang tidak asing di pikiran Fang An. 'Jika kalian sudah Tau kenapa tidak bantu!' Fang An merasa kesal Karena gurunya tidak melakukan apapun padahal sudah Tau dia sudah tidak mampu melawan. 'Jangan marah pertarungan ini akan segera selesai ini Juga terjadi karena kau lemah' Ucap Dewa Perang dengan nada mengejek.
Tiba-Tiba muncul tiga orang kakek didepan Fang An. "Kau yang mau membunuh muridku? Sepertinya kau Akan lebih dulu terbunuh" Ucap Dewa Perang kepada Wang Ruo. Setelah mengatakan itu tiba-tiba Kepala Wang Ruo beserta 200 lebih anggota sekte Gunung Iblis langsung terlepas dari badan mereka. "Kau sudah melihat kekuatan gurumu Kan?" Ucap Dewa Perang kepada Fang An dengan penuh kebanggaan.
"Biasa saja tidak Ada yang hebat Bulan depan aku pasti bisa seperti itu" Ucap Fang An yang tidak mau mengakui kehebatan Dewa Perang, tetapi sebenarnya Fang An sangat mengagumi kehebatan Dewa Perang.
"Sudah tidak usah dilanjutkan, Fang An gunakan jurus yang kuajarkan padamu" Ucap Dewa Kegelapan.
"Baik guru" Ucap Fang An singkat dan langsung bersiap-siap. Muncul asap Hitam disekitar Fang An, Asap itu menutupi semua mayat yang Ada disitu. "Bangkit" Ucap Fang An tiba-tiba Muncul Bayangan yang menyerupai tubuh asli dari mayat-mayat yang Ada disitu.
"Sepertinya aku menjadi tidak terkalahkan di benua ini" Ucap Fang An dengan bangga.
"Lebih baik kau diam dan tidur, kau sudah kehabisan tenaga dalam" Ucap Dewa petir yang melihat kondisi Fang An Sekarang yang bahkan sudah tidak mampu berdiri.
__ADS_1
Semua Bayangan itu masuk kedalam Bayangan Fang An, setelah itu Fang An langsung kehilangan kesadaran.
--------
Disebuah tenda Ada seorang pemuda yang baru membuka matanya.
"Sepertinya tidurku nyenyak" Ucap Pemuda itu yang tidak lain adalah Fang An.
"Kau pingsan bukan tidur bodoh dan ingat kau harus membayar semua kerepotan yang kau Berikan" Ucap Dewa Perang.
"5 Menit kau bilang? Kau pingsan selama 2 minggu bodoh" Ucap Dewa Perang mengatakan yang sebenarnya.
"Ha? 2 Minggu?" Fang An terkejut mendengar dia pingsan selama 2 Minggu.
"Keluarlah kami Akan melatihmu lagi" Ucap Dewa Kegelapan yang entah muncul darimana.
__ADS_1
------------
Tidak terasa 3 tahun telah berlalu, Fang An Sekarang berumur 18 tahun. Dia sudah mencapai tingkatan Petarung Bumi Bintang 8, bisa dibilang dia termasuk dalam sepuluh orang terkuat di benua ini. Semua orang mengira bahwa Fang An telah meninggal.
"Terima kasih guru, Aku akan pergi ke Akademi dan menjemput pasukanku" Ucap Fang An sambil Memberi hormat. Fang An sudah mengetahui ternyata kepala Akademi memang berniat membunuhnya, jadi Fang An berniat untuk menjemput pasukan Penghancur Bintang lalu menghancurkan Akademi Bintang Timur.
--------
Didalam Markas Pasukan Penghancur Bintang.
"Kita semua telah mencapai tingkatan Jendral Petarung, Bahkan Aku, Wu Tao dan Tang San sudah berada di tingkat Kaisar Petarung, mungkin ini saat yang tepat untuk membuat kekacauan diakademi" Ucap Gu Yan kepada rekan-rekannya.
"Baiklah secepatnya lebih baik, Kita balaskan kematian ketua Kita" Ucap Tang San dengan semangat.
"Kalian menganggapku mati?" Tiba-Tiba terdengar suara yang tidak asing ditelinga mereka semua.
__ADS_1