Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.51 Kebusukan Keluarga Mo


__ADS_3

Disebuah Taman dalam Kediaman keluarga Mo.


"Mo Tian, Aku mohon Bantu Aku" Yun Xia memohon kepada pemuda yang Ada didepannya.


"Sudah kubilang pergi, aku tidak akan membantu rakyat jelata sepertimu" Pemuda itu berbicara dengan nada merendahkan.


"Kau lupa Kita sudah bertunangan?" Ucap Yun Xia pelan.


"Aku bertunangan denganmu karena kau dahulu merupakan anak dari Kepala salah satu keluarga besar, sekarang kau bukanlah siapa-siapa, jangan datang kehadapanku lagi" Pemuda itu membentak Yun Xia.


"Mo Tian, jangan seperti itu" Tiba-tiba datang seorang gadis ke arah mereka. "Jika kau berlutut dikakiku Aku akan membantumu" Sambung gadis itu sambil menatap Yun Xia dengan tatapan merendahkan.


---


Diluar Kediaman Keluarga Mo.


"Bisakah kau membiarkan kami masuk?" Ucap Chen Tao kepada penjaga yang Ada dihadapannya.


"Bisakah kau pergi dari sini? Jika kau tidak pergi Aku aka-" Penjaga itu tidak dapat melanjutkan perkataannya.


"Akan Apa? Biarkan kami masuk" Fang An tiba-tiba datang dan Mengeluarkan aura Pembunuh ke arah dua penjaga itu.


"Ba-baiklah" Penjaga itu menjawab dengan penuh ketakutan.


"Satu lagi, dimana Nona Yun berada?" Fang An bertanya kepada Penjaga itu.


"Di Taman belakang" Penjaga itu menjawab dengan sangat cepat, Ia hanya ingin Fang An cepat-cepat pergi dari hadapannya.


Fang An dan Chen Tao langsung bergegas masuk dan mencari dimana Taman Keluarga Mo.


---

__ADS_1


"Apakah kau tuli? Berlututlah" Gadis yang Ada dihadapan Yun Xia terus membentaknya.


"Kami memang membutuhkan bantuan, tapi kami masih punya Harga diri" Yun Xia menatap gadis itu dengan tajam.


"Kau berani menatapku?!" Gadis itu membentak Yun Xia dan menampar pipinya.


"Itulah akibat tidak mendengarkan Perkataan Calon Istriku" Pemuda yang bernama Mo Tian itu mendekat ke arah Yun Xia. "Biarkan Aku melengkapi tamparan dari calon Istriku" Mo Tian bersiap untuk menampar Yun Xia.


Pada saat tangan Mo Tian hampir mengenai Yun Xia, tiba-tiba tubuhnya terlempar. "Jika kau menyentuh Nona, Aku akan menghabisimu" Fang An akhirnya tiba bersama Chen Tao.


Fang An mendekat ke arah Yun Xia, saat ia melihat wajah Yun Xia, ia melihat Ada bekas tamparan dipipi Yun Xia.


"Apakah Mereka telah menamparmu?" Fang An bertanya dengan nada dingin.


Yun Xia tidak berani menjawab, ia tidak ingin membawa Fang An masuk kedalam permasalahannya.


"Iya, Kakak perempuan itu yang menampar Kakak Xia" Tiba-tiba Yun Mei datang dari dalam sebuah Gubuk. "Aku melihat kakak itu menyuruh Kakak Xia untuk berlutut, namun kakak Xia tidak berlutut dan Kakak Xia langsung ditampar olehnya" Yun Mei menjelaskan apa yang terjadi dengan Yun Xia kepada Fang An.


"Kalau iya kenapa? Apa yang bisa kau lakukan padaku? Aku anak dari Kepala Keluarga Wu, aku ya-" Perempuan itu tiba-tiba berhenti berbicara karena seseorang menampar Pipinya.


"Bahkan jika kau adalah anak dari Dewa Aku tetap berani membunuhmu" Ucap Fang An dengan sangat dingin.


"Kau berani menampar Calon istriku?!" Mo Tian membentak Fang An.


Mo Tian langsung berniat menyerang Fang An, namun tiba-tiba ia memuntahkan Darah. "Bahkan Aku berani membunuhmu" Fang An tiba-tiba sudah berada didepan Mo Tian.


"Kau hanya Tingkat Pembangunan Fondasi, Ayahku Akan datang dan membunuhmu" Mo Tian berteriak kepada Fang An.


"Hei Pak tua, keluarlah sudah cukup kau menonton. Sekarang giliranmu" Fang An tiba-tiba berbicara sambil melihat ke atas pohon.


Dari pohon itu muncul Seorang Pria yang cukup berumur, namun belum bisa disebut kakek.

__ADS_1


"Ternyata matamu sangat hebat" Pria Itu memuji Fang An.


"Hanya Lapisan Awal dari Jiwa yang Baru Lahir dan anakmu sangat membanggakan dirimu?" Fang An tertawa kecil sambil menatap Pria itu.


"Kau memang memiliki Mata yang sangat bagus, sayangnya kau berpihak pada keluarga miskin itu, maafkan Aku ha-" Pria Tua itu tiba-tiba berhenti berbicara.


"Kau terlalu banyak berbicara, langsung Saja intinya" Fang An Melemparkan Pedangnya yang masih berada dalam sarungnya.


"Ka-kau masih tingkatan Pembangunan Fondasi, namun seranganmu sekuat ini?" Pria itu Mengeluarkan Darah dari mulutnya.


"Jangan terlalu melebih-lebihkan, kau tidak akan mati sekarang" Ucap Fang An dengan santai. "Asalkan kalian berlutut dikaki Nona Yun" Sambung Fang An lagi.


Semua yang Ada disitu terkejut mereka semua tidak menyangka Fang An berani menghina Kepala keluarga Mo.


"Kau sudah gila?!" Mo Tian berteriak Kepada Fang An.


Fang An tidak menjawab, ia hanya Mengeluarkan aura Pembunuh yang sangat pekat.


"Baiklah anak muda, aku akan menuruti permintaanmu" Pria tua itu langsung berlutut dikaki Yun Xia.


"Hei Kalian berdua, Berlututlah disini" Fang An menatap ke arah Mo Tian dan gadis keluarga Wu.


"Jangan Ha-" Tiba-tiba Gadis keluarga Wu dan Juga Mo Tian telah tersungkur ditanah.


"Jika seperti ini lebih enak dilihat" Fang An tertawa melihat tiga orang sombong sedang berlutut.


"Ayo Nona, Kita pergi dari Kediaman keluarga busuk ini" Fang An memegang tangan Yun Xia dan mengajaknya keluar.


"Lihat saja, keluargaku Akan membalaskan kejadian ini" Gadis dari keluarga Wu itu berteriak kepada Fang An.


"Ya, jangan lupa untuk membawakan orang yang kuat" Ucap Fang An tanpa membalikan badannya.

__ADS_1


__ADS_2