Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.76 Perburuan Tahunan II


__ADS_3

“Kau sangat percaya diri anak muda, kita akan lihat seberapa lama kepercayaan dirimu akan bertahan” Ular itu memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Fang An.


Fang An langsung mengeluarkan pedang miliknya dan menangkis serangan-serangan dari anak buah ular raksasa itu. Semakin lama Fang An semakin terpojok, menyadari hal itu ia langsung melompat mengambil jarak yang cukup jauh.


“Sepertinya aku harus sedikit serius” Fang An berbicara sambil tersenyum. Fang An mengeluarkan api berwarna hitam disekujur tubuhnya dan juga ia melapisi pedang yang ada ditangannya dengan api itu.


Fang An langsung menyerang ular-ular yang ada didepannya dengan cepat. Ular-ular itu tidak dapat mengimbangi kecepatan Fang An, sehingga semakin lama semakin banyak ular yang gugur. Melihat anak buahnya banyak yang kehilangan nyawa ular raksasa menjadi marah. “Akan kubuat kau merasakan kematian-!” Ular itu berteriak dan langsung menyerang Fang An.


Serangan ular itu membuat Fang An terlempar dan menabrak dinding goa itu, sampai membuat dinding goa itu hancur. Serangan itu juga menyebabkan Fang An memuntahkan darah segar


‘sepertinya aku belum mampu melawannya’ Fang An menyadari bahwa ia yang sekarang belum cukup kuat untuk mengalahkan ular yang ada dihadapnnya, sehingga Fang An memutuskan untuk memanggil Huolong.


Huolong muncul dengan sangat gagah, kemunculan Huolong membuat ular raksasa dan anak buahnya yang tersisa menjadi gemetar. “Kau ternyata cukup berani untuk melawan tuanku” Huolong berbicara dengan nada merendahkan.


“Maafkan kami, ka-“ Ular raksasa itu tidak sempat meminta menyelesaikan kalimat permintaan maafnya, karena tubuhnya beserta anak buahnya langsung berubah menjadi abu dan hanya menyisahkan inti milik mereka.


Huolong dengan mudah mengalahkan mereka karena Huolong adalah Raja Naga Api yang memiliki kekuatan jauh lebih kuat dari monster tingkat 9.


---


Diluar goa murid-murid kelas buangan menjadi panik saat mendengar suara benturan yang sangat keras. Mereka ingin masuk kedalam goa itu, namun mereka tidak berani melawan perintah Fang An.


Setelah beberapa saat akhirnya seorang pemuda yang ditunggu oleh mereka keluar juga. “Kalian masuklah kedalam, kita akan berkultivasi” Pemuda itu menyuruh mereka untuk masuk.


---


Waktu perburuan tahunan hampir selesai, sudah 2 minggu sejak pertama kali para murid memasuki hutan iblis.


Satu persatu kelas mulai muncul dan menyerahkan hasil mereka kepada para tetua yang ada. Mereka semua kebanyakan membawa inti monster tingkat 3 dan 4. Hanya sedikit dari mereka yang membawa lebih dari itu.

__ADS_1


Tiba-tiba datang segerombolan pemuda yang membuat murid-murid yang sudah berada disitu terkejut. Pemuda-pemuda itu membawa lebih dari 500 inti monster tingkat 5 kebawah, 3 inti monster tingkat 6 dan juga 1 inti monster tingkat 7.


“Kalian memang kelas jenius, tidak sia-sia aku melatih kalian” Tetua Mu terlihat bangga kepada segerombolan pemuda yang ada dihadapannya.


“Kami tidak akan mengecewakan tetua-!” Mereka semua berbicara serempak.


Waktu terus berjalan dan hampir semua kelas sudah berada dihalaman ini.


“Master semua kelas sudah berada disini, kecuali kelas para sampah itu. Lebih baik kita akhiri saja perburuan kali ini, aku yakin mereka tidak membawa satupun inti monster” Tetua Mu meminta master sekte untuk menutup acara perburuan tahunan.


“Tetua Mu, sepertinya kau memanglah yang paling mengenal kita. Kau sangat tau kami tidak membawa satupun inti monster” Tiba-tiba muncul 25 pemuda yang sedang menaiki Elang Api yang merupakan monster tingkat 8 dan juga ada seorang pemuda yang menaiki seekor naga api.


“Maaf atas keterlambatan kami” Mereka semua mendarat dan langsung memberi hormat kepada master sekte.


“Kami tidak membawa satupun inti monster, karena kami menggunakan inti monster itu untuk berkultivasi.” Salah satu dari mereka membuka suara.


“Tetua Mu! Apakah kau menganggapku tidak ada, sehingga kau berani berteriak disampingku?” Master sekte menegur tindakan tetua Mu. “Fang An, kau selalu memberikan kejutan-kejutan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Dengan ini aku menyatakan Kelas Buangan adalah pemenang dari perburuan tahunan kali ini” Ucap Master sekte dengan penuh kebanggaan.


“Master, bolehkah saya pribadi meminta sesuatu hadiah?” Fang An tiba-tiba membuka suaranya.


“Selagi aku bisa, pasti akan kuberikan” Master sekte menjawab pertanyaan Fang An sambil tersenyum.


“Aku ingin menjadi tetua sekte ini” Ucap Fang An singkat tapi berhasil membuat semua yang ada disitu menjadi terkejut.


“Apakah kau gi-“


“Aku mengangkatmu menjadi tetua sekte ini”


Tetua Mu ingin memarahi Fang An, namun tiba-tiba master sekte memotong perkataanya dan mengucapkan kalimat yang membuat semua yang ada disitu makin terkejut.

__ADS_1


---


Keesokan harinya Fang An tidak melakukan apapun, ia hanya memikirkan cara untuk menjadi lebih kuat lagi.


“Tetua Fang, master sekte memanggil anda” Tiba-tiba Fang An mendengar suara seseorang dari depan rumahnya.


Mendengar apa yang dikatakan orang itu, Fang An langsung mengganti pakaiannya dan pergi ke ruangan dimana master sekte berada.


Ketika Fang An memasuki ruangan itu, ia melihat ada 11 orang selain master sekte. Fang An menyimpulkan bahwa 11 oran ini adalah tetua sekte pilar naga.


“Fang An kau sekarang sudah menjadi tetua sekte ini, namun aku mendapatkan banyak protes dari para tetua yang ada disini. Mereka memintaku untuk mencopot jabatanmu sebagai tetua” Master sekte membuka suara memecahkan keheningan.


“Aku tau kau berada dalam posisi yang sulit, namun jika kau ingin mencopot jabatanku aku tidak akan mempermasalahkan itu. Aku hanya akan pergi meninggalkan sekte ini dan suatu saat akan kembali dan membunuh kesebelas tetua yang ada disini” Fang An tiba-tiba berbicara dan membuat para tetua yang ada disitu menjadi marah.


“Kau pikir kau sudah hebat?!” Salah satu tetua yang ada disitu mengarahkan aura pembunuh kepada Fang An.


“Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu, jangan pernah mengeluarkan aura pembunuh dihadapanku” Fang An menatap tajam tetua itu dan langsung mengarahkan aura pembunuh miliknya ke arah tetua itu.


Aura pembunuh milik Fang An membuat tetua itu kesulitan bernafas dan langsung terjatuh, hingga tidak sadarkan diri. “Kalian semua para tetua tidak ada yang lebih kuat dari aku, namun kalian berani meragukanku?” Fang An menyebarkan aura pembunuh miliknya keseluruh penjuru ruangan itu.


“Fang An hentikan-!” Master sekte menghentikan Fang An agar tidak melakukan sesuatu yang lebih parah lagi.


“Aku sudah memutuskan akan melakukan apa padamu. Aku tidak mencopot jabatanmu, namun aku memberikanmu kebebasan untuk mengembara diluar sekte. Jika ada sesuatu yang tidak dapat kau tangani, kembalilah ke sekte ini” Master sekte berbicara dengan penuh wibawa.


“Terima kasih master” Fang An memberi hormat dan langsung pergi dari tempat itu.


Ketika Fang An meninggalkan ruangan itu semua menjadi hening.


“Kalian sudah menyinggung orang yang salah, aku hanya bisa berharap dia tidak menaruh dendam kepada kalian” Master sekte tiba-tiba membuka suara lalu pergi meninggalkan ruangan itu beserta para tetua yang terlihat masih terkejut dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2