Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.59 Perjalanan Menuju Kekaisaran Api Utara


__ADS_3

Fang An saat ini sedang berada dalam perjalanan menuju Kekaisaran Api Utara bersama Diablo dan Aelfric. Fang An tidak jadi ditemani oleh pasukan Centaur, karena menurut Fang An tidak baik membawa banyak pasukan.


Mereka beberapa kali bertemu rombongan pedagang dari berbagai daerah, dan mereka selalu menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena fisik Diablo dan Aelfric, tetapi juga karena binatang yang mereka tunggangi.


Fang An menunggangi Heilang. Aelfric menunggangi singa berwarna perak yang sangat gagah dan memiliki tubuh sebesar Heilang. Diablo Menunggangi Kirin berwarna ungu yang juga memiliki tubuh sebesar Heilang dan singa perak.


Setelah beberapa jam menempuh perjalanan, mereka akhirnya tiba disebuah kota yang sudah masuk wilayah Kekaisaran Api Utara. Kota ini mendapatkan penjagaan yang ketat, karena berbatasan langsung dengan Wilayah netral.


Wilayah Netral adalah wilayah yang tidak dimiliki oleh kekaisaran manapun. Orang-orang hanya mengetahui wilayah netral memiliki banyak binatang buas dan juga memiliki tingkat kejahatan yang sangat tinggi. Namun mereka tidak mengetahui bahwa diwilayah netral ada sebuah kota yang sangat damai yang sekarang menjadi milik Fang An.


Fang An, Diablo, dan Aelfric mendekat ke arah pintu masuk kota yang dijaga oleh beberapa prajurit. “Mohon maaf tuan, bisakah kalian tidak membawa hewan kalian masuk?” Salah satu prajurit berbicara dengan sopan.


Ini pertama kalinya Fang An tidak dibentak oleh prajurit yang menjaga pintu masuk. “Baiklah” Fang An menjawab singkat dan langsung menyuruh Heilang berubah menjadi kecil, begitu juga dengan tunggangan milik Diablo dan Aelfric.

__ADS_1


Ketika mereka memasuki kota, mereka melihat suasana kota ini cukup ramai. Mereka memutuskan untuk beristirahat dikota ini dan melanjutkan perjalanan lagi besok. Mereka berjalan kaki mengelilingi kota untuk mencari penginapan. “Pangeran Ketujuh akan melewati jalan ini” Terdengar suara teriakan seorang pria.


Setelah pria itu berteriak, tiba-tiba semua warga langsung menghentikan aktivitasnya dan berlari memasuki Gedung yang dapat mereka masuki. Fang An, Diablo, dan Aelfric tidak mengerti apa yang terjadi sehingga mereka tetap diam ditengah jalan saling menatap kebingungan.


Tiba-tiba dari kejauhan terlihat rombongan prajurit yang berjalan kea rah mereka. Ditengah-temgah prajurit itu ada sebuah tandu yang diangkat oleh beberapa prajurit. Fang An, Diablo dan Aelfric tetap diam sambil menatap rombongan prajurit tersebut. Tiba-tiba rombongan tersebut berhenti. Lalu salah satu prajurit dari rombongan itu mendekati Fang An. “Tuan aku yakin kalian baru disini, aku akan menjelaskan secara singkat saja. Pangeran ketujuh kekaisaran kami terlahir dengan sebuah kutukan, jadi siapapun yang melihat Pangeran secara langsung maka orang itu akan mati, bahkan jika kau hanya melihat tandunya saja kau akan mengalami kesialan. Sekarang pangeran ketujuh akan melewati jalan ini, demi kebaikan kalian aku minta kalian untuk masuk ke salah satu Gedung disini” Prajurit itu menjelaskan mengapa Fang An harus bergeser dari jalanan itu,


“Lalu kenapa kalian tetap melihat tandu milik pangeran?” Fang An bertanya kepada prajurit itu.


“Itu karena kami sudah mengabdikan hidup kami untuk kekaisaran ini” Prajurit itu menjawab dengan sopan.


“Penguasa itu terlalu berbahaya” Aelfric tidak menyetujui tindakan bodoh Fang An.


“Tidak apa-apa, firasatku mengatakan tidak aka nada sesuatu yang buruk terjadi” Fang An tersenyum kepada Aelfric, lalu ia berjalan kearah tandu sang pangeran ditemani oleh prajurit yang tadi.

__ADS_1


Saat Fang An sudah berada didepan tandu dari sang pangeran tiba-tiba terdengar suara dari dalam tandu “Apakah kau tidak takut mati? Aku adalah orang yang terkutuk sebaiknya kau tidak membuang nyawamu dengan sia-sia seperti ini” Suara itu terdengar seperti suara anak berusia 10 tahun.


“Jika aku mati itu urusanku” Fang An berbicara dengan singkat dan ia memasuki tandu itu.


Semua prajurit yang ada disitu menganggap Fang An sudah gila, bagaimana mungkin ia sudah tau kenyataannya namun masih tetap ingin melihat pangeran secara langsung. Namun tidak lama setelah itu mereka semua terkejut karena melihat Fang An bukan hanya keluar hidup-hidup tapi ia juga membawa pangeran ketujuh dan mayat seorang pria yang cukup berumur keluar dari tandu.


“Aku akan mengatakan kebenaran dari rumor yang beredar dikekaisaran ini. Sebenarnya pangeran tidak lahir dengan sebuah kutukan, namun ada orang yang dengan sengaja ingin menjatuhkan pangeran sehingga mereka menyebarkan rumor ini dan mereka juga menaruh seorang cultivator ahli racun yang bersembunyi dibayangan pangeran. Sehingga siapapun yang melihat pangeran secara langsung akan dibunuh oleh ******** ini” Fang An menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada semua yang ada disitu.


Perlahan-lahan orang-orang yang bersembunyi didalam Gedung keluar dan melihat langsung sang pangeran. “Maafkan Kami Pangeran” Tiba-tiba semua penduduk itu bersujud dan meminta maaf kepada pangeran. Mereka semua menyadari bahwa rumor ini membuat kehidupan pangeran menjadi sangat susah.


Pangeran ketujuh meneteskan air matanya. Ia tidak pernah menyangka ia bisa bertatapan langsung dengan banyak orang. “Terima kasih Tuan, karenamu aku mengetahui yang sebenarnya dan karenamu juga aku bisa bertatapan langsung dengan banyak orang” Pangeran Ketujuh memberi hormat kepada Fang An.


“Jangan memberi hormat padaku, kau adalah Pangeran kekaisaran ini dan juga mulai sekarang kau adalah temanku, sudah kewajibanku untuk membantu teman yang kesusahan” Fang An tersenyum kepada Pangeran Ketujuh.

__ADS_1


Pangeran ketujuh memeluk Fang An dengan erat, ia tidak pernah memiliki teman sebelumnya, bahkan dari kecil ia hanya menghabiskan waktunya sendirian dikamarnya, karena kakak-kakaknya tidak mau bertemu dengannya “Bisakah kau menjadi kakakku? Aku ingin tau bagaimana rasanya memiliki seorang kakak” Pangeran ketujuh menatap Fang An dengan tatapan memohon.


Fang An dapat mengetahui bagaimana sepinya kehidupan dari anak yang ada didepannya ini “Baiklah sekarang kau adalah adikku” Ucap Fang An sambil tersenyum kepada Pangeran Ketujuh.


__ADS_2