Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.3 Kekuatan Raja Petarung


__ADS_3

"Bagaimana bisa?" Itulah kalimat yang diucapkan kebanyakan orang ditempat itu. Bahkan Ayah Fang An sendiri tidak mempercayai apa yang dia lihat.


"Ka..kau pasti menggunakan Cara curang" Fang Wei panik melihat Tingkatan dari Fang An. "Kau tidak berhak berkata seperti itu" Fang An berbicara dengan sangat dingin. "Tetua apakah aku boleh mengikuti Turnamen ini?" Fang An bertanya kepada tetua yang Ada di arena. Tetua itu langsung dengan cepat memperbolehkan Fang An mengikuti Turnamen ini karena dia sadar bahkan dia harus Mengeluarkan semua tenaganya jika ingin melawan anak ini. "Terima kasih tetua" Ucap Fang An dengan tersenyum lalu turun dari arena Dan diikuti oleh Fang Xia.


Turnamen ini hanya boleh diikuti oleh anggota keluarga Fang yang belum berumur 20 tahun. Turnamen Kali ini Ada 24 Peserta dan babak pertama Turnamen ini adalah pertarungan bebas jadi akan Ada 8 orang diatas arena Dan semuanya dapat bertarung satu dengan lain hingga hanya tersisa satu pemenang.

__ADS_1


Karena hanya Ada satu arena jadi Peserta yang tidak dipanggil harus menunggu terlebih dahulu. Fang An Mendapatkan giliran paling terakhir. Pada giliran pertama Fang Xia yang menang, pada giliran kedua Fang Wei yang menang, pada giliran Ketiga Fang Meng yang memenangkannya. Dan tiba saatnya giliran Fang An.


Fang An Naik ke atas arena dengan perlahan-lahan. Ketika semua sudah diatas arena wasit memberikan tanda untuk memulai Pertandingan. Fang An tidak ingin membuang waktunya Dan hanya dengan satu tarikan nafas semua Peserta yang lain sudah terlempar keluar arena. Fang An langsung turun dari arena ketika wasit sudah mengatakan pemenangnya.


"Tidak mungkin dia sekuat ini" Fang Wei Tau bahwa Fang An kuat namun ia tidak menyangka akan sekuat ini. "Tentu saja dia sekuat ini dia adalah kakakku" Fang Xia berkata kepada Fang Wei dengan nada mengejek. Babak selanjutnya adalah satu lawan satu dan ini menentukan siapa yang Akan melaju ke babak final.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?" Fang Meng tidak menyangka serangan beruntun Miliknya tidak memberikan efek apapun pada Fang An. "Tentu saja bisa kakak Meng" Famg An menjawab dengan santai. Fang Meng sangat marah mendengar ucapan Fang An dia merasa dirinya telah dipermalukan oleh Fang An. "7 Pilar api pemusnah" Fang Meng menggunakan jurus terkuat yang dimilikinya. Semua tetua menjadi panik karena jurus ini bahkan bisa membuat mereka Luka parah walaupun hanya Digunakan oleh Petarung Senior. "Fang An menghindar" Ayah Fang An menjadi panik melihat Fang An berada di tengah-tengah 7 Pilar api yang semakin mendekat ke arah Fang An.


Fang Wei yang melihat orang yang sangat dibencinya akan mati merasa sangat senang. Namun perasaan itu hanya sebentar saja. Ketika 7 pilar api itu mengenai Fang An, Pilar api itu langsung lenyap dan Fang An tidak terluka sedikitpun. "Ah cukup geli" Fang An berbicara dengan nada mengejek sambil berjalan ke arah Fang Meng. Ketika sudah di depan Fang Meng, ia Memukul perut Fang Meng dengan cukup pelan, namun Fang Meng terlempar keluar dan menabram dinding pembatas dan membuat dinding itu hancur.


Fang An langsung Turun dari arena ketika wasit mengumumkan pemenangnya. Sekarang giliran Fang Xia melawan Fang Wei. Ketika wasit memberikan tanda untuk memulai Pertandingan Fang Xia langsung berkata ia ingin menyerah dengan alasan dia sudah pasti kalah. Namun sebenarnya ia ingin membuat Fang Wei melawan kakaknya dan merasakan penderitaan. Fang Xia Turun dari arena dan berjalan ke arah Fang An.

__ADS_1


"Kak jangan langsung dikalahkan, Berikan dirinya sedikit kesenangan" Fang Xia berbisik kepada Fang An dan kesenangan yang dimaksud oleh Fang Xia adalah Penderitaan. "Ternyata dia lebih mengerikan dari aku" Fang An bergumam pelan.


__ADS_2