
Fang An saat ini sedang berada di depan pintu masuk sekte Gunung Surga.
"Semoga sekte ini tidak seperti Akademi bodohku" Ucap Fang An pelan. Ia mengingat apa yang terjadi ketika ia masuk sekte Bintang Timur.
"Kau berbicara sesuatu?" Tetua yang berada disamping Fang An bertanya kepada Fang An.
"Tidak Ada tetua" Jawab Fang An dengan sopan.
Mereka akhirnya masuk ke dalam Sekte itu. Fang An diberikan sebuah rumah yang lumayan bagus. "Kau akan tinggal disini, satu minggu lagi akan Ada perayaan penerimaan murid baru" Ucap Tetua itu. "Persiapkan dirimu, Buatlah tetua-tetua dan para guru terpukau sama seperti aku" Sambung tetua itu Lalu pergi meninggalkan Fang An.
Fang An masuk ke dalam rumah itu. Fang An langsung masuk ke dalam kamar Miliknya. Ia ingin mencapai tingkat pembentukan Qi sebelum perayaan minggu depan.
Fang An duduk bersila diatas kasurnya dan Mulai menyerap Qi yang Ada disekitarnya. Fang An merasakan Ada yang aneh pada meridian Miliknya. Ia merasa meridiannya mampu menampung banyak sekali Qi. Setelah sejam menyerap Qi, akhirnya Fang An membuka matanya.
Namun ia berada diatas laut yang tenang. "Apakah ini Alam pikiranku?" Fang An bertanya-tanya dimana dia saat ini.
__ADS_1
"Ya, kau benar" Terdengar suara yang tidak asing ditelinga Fang An.
"Kaisar Langit kenapa kau disini?" Tanya Fang An kepada orang yang Ada dihadapannya.
"Aku Sebenarnya memberikanmu sedikit hadiah, Meridian yang kau punya merupakan meridian Kaisar Iblis, Sehingga daya tampungnya sangat besar dan Juga Akan meningkat sangat drastis saat kau Naik Tingkatan" Ucap Kaisar Langit. "Kau Juga akan sangat kuat dalam Elemen api, petir dan Kegelapan karena Aku menghargai guru-gurumu" Sambung Kaisar Langit lagi.
"Terima kasih Kaisar Langit" Ucap Fang An sambil Memberi hormat. Setelah itu Kaisar Langit menghilang. Fang An melanjutkan kultivasinya.
–––
Satu minggu telah berlalu dengan sangat cepat bagi Fang An. Setiap Hari ia berkultivasi dan saat ini Fang An sudah berada pada tingkatan pembentukan Qi Lapisan ke-4.
"Seperti Tahun-tahun sebelumnya, Perayaan pemeriksaan murid baru Kali ini akan menunjukan kekuatan mereka melalu pertarungan, Semua bebas saling menantang satu dengan yang lainnya" Ucap seorang tetua yang berada diatas arena. "Apakah Ada yang ingin menjadi orang pertama yang Naik ke atas arena?" Tetua itu bertanya kepada para murid baru.
Fang An berpikir akan Ada banyak yang mengangkat tangan Sehingga Fang An secara tidak langsung mengangkat tangannya. Namun Fang An terlambat menyadari bahwa tidak Ada yang mengangkat tangan, hanya Fang An lah yang mengangkat tangan.
__ADS_1
"Ya Silahkan Naik ke atas arena" Ucap Tetua itu Kepada Fang An.
"Sial Aku kurang fokus" Fang An mengutuk kebodohan dirinya sendiri, namun ia tetap Naik ke atas arena.
"Adalah Yang ingin menantangnya?" Tanya tetua kepada murid lain.
Tidak lama setelah tetua menyelesaikan tantangannya tiba-tiba terdengar suara dari arah murid dalam berkumpul. "Aku akan menantangnya" Ucap seorang pemuda dan langsung Naik ke atas arena.
"Tetua bukankah ini pertarungan untuk murid baru?" Fang An bertanya pada tetua, Karena ia tidak mengetahui bahwa sebenarnya siapa saja boleh menantang orang yang berada diatas arena.
"Semua boleh menantang murid baru yang Ada diatas arena, bahkan para tetua Juga boleh" Ucap Tetua itu sambil tersenyum.
"Apakah kau takut adik kecil?" Ucap Pemuda yang menjadi lawan Fang An.
"Takut? Aku hanya ingin bertaruh denganmu" Ucap Fang An dengan nada merendahkan. "Jika kau menang Aku akan melayanimu hingga Aku mati, namun jika Aku yang menang kau harus melayaniku hingga kau mati" Ucap Fang An sambil tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah Aku terima, Kau Salah menantang orang adik kecil, Aku merupakan Murid dalam terkuat ke Sepuluh" Ucap Pemuda itu dengan bangga.
"Hanya kesepuluh dan kau sangat bangga, Memalukan" Ucap Fang An dengan nada mengejek.