Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.34 Hasil yang Mengejutkan


__ADS_3

"Fang An Tingkat pembentukan Qi Lapisan ke-4" Ucap Fang An. Ucapan Fang An membuat semua orang terkejut, dalam 100 tahun terakhir, semua murid baru berada pada tingkatan penempaan Tubuh, tapi Fang An sudah berada pada tingkatan pembentukan Qi bahkan pada Lapisan ke-4.


"Kau Ada dalam tingkat pembentukan Qi? Kau lumayan hebat untuk ukuran murid baru, Tapi belum cukup untuk melawanku, Wang Zhou tingkat pembentukan Qi Lapisan ke-9" Ucap Pemuda yang menjadi lawan Fang An.


Setelah itu wasit memberikan tanda untuk memulai pertarungan.


"Baiklah terima ini" Wang Zhou berteriak lalu menyerang Fang An dengan Kecepatan tinggi.


Fang An menggunakan seluruh kekuatannya untuk mengimbangi kekuatan Wang Zhou. Setelah bertukar lebih dari Dua puluh serangan. Wang Zhou menghentikan serangannya dan mengambil jarak.


"Kau cukup hebat adik kecil, tapi kau Akan segera kalah" Ucap Wang Zhou dengan tatapan kagum terhadap Fang An. "Tapak Api" Wang Zhou Mengeluarkan jurus andalannya. Muncul Sebuah telapak tangan besar yang terbuat dari api didepan Wang Zhou. "Rasakan!" Wang Zhou berteriak lalu Tapak itu langsung melesat ke arah Fang An.


Saat mengenai Fang An arena tempat Fang An berdiri hancur dan asap menutupi orang-orang untuk melihat Fang An. Semua orang berpikir bahwa Fang An pasti sudah kehilangan kesadaran atau mungkin kehilangan nyawa. Tapi mereka semua Terkejut ketika asap yang menutupi pandangan mereka hilang.


"Seranganmu cukup sakit ya" Fang An berdiri sambil tersenyum diatas arena yang hancur.

__ADS_1


"Kau Tidak terluka?" Wang Zhou terkejut melihat Fang An tidak terluka sedikitpun.


"Biarkan aku memperlihatkan api yang sebenarnya" Ucap Fang An. "Seribu Pedang Api" Fang An Mengeluarkan jurus tingkat 9 yang ia dapatkan saat memenangkan Pertandingan Tahunan.


"Jurus Tingkat 9?" Para tetua sangat terkejut melihat Fang An mampu Mengeluarkan jurus tingkat 9 dengan sangat mudah. Fang An melambaikan tangannya kedepan dan Pedang-pedang itu langsung melesat ke arah Wang Zhou.


Salah satu tetua yang Ada disitu langsung Naik ke arena dan membawa Wang Zhou turun dari arena dengan cepat. Ledakan yang besar terjadi Para tetua langsung melindungi murid-murid yang menonton. Asap yang sangat tebal muncul di arena.


Ketika asap menghilang mereka melihat Fang An berdiri santai diatas arena. "Ehh, Sepertinya aku kelewatan" Ucap Fang An sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Dia mengalahkan murid dalam?" Ucap salah satu murid yang tidak bisa mempercayai apa yang ia lihat.


Tiba-Tiba seseorang Naik ke atas arena yang telah hancur "Aku tidak menyangka jurus tingkat 9 yang Aku lihat dikeluarkan oleh seorang murid baru, yang berusia 12 tahun" Ucap seseorang yang terlihat masih muda yang berdiri di depan Fang An.


"Terima kasih atas pujiannya" Ucap Fang An Sambil memberi hormat.

__ADS_1


"Apakah kau mau menjadi muridku?" Ucap Pemuda itu Kepada Fang An. Hal itu membuat semua orang yang berada disitu sangat terkejut.


"Tetua Apakah kau yakin?" Seorang Pria tua merasa tidak percaya melihat Salah satu tetua Agung yang terkenal tidak pernah mengangkat murid, menawarkan seorang murid baru untuk menjadi muridnya.


"Apakah kau meragukan keputusanku?" Ucap Pria itu sambil tersenyum.


"Maafkan aku, bukannya Aku ingin menolak, tapi Aku sudah memiliki Tiga guru. Meskipun mereka telah tiada namun mereka tetap menjadi Guruku" Ucap Fang An menolak tawaran tetua Agung yang Ada dihadapannya.


"Ahh kau murid yang berbakti, Baiklah kau boleh tidak menjadi muridku, Namun kau Akan menjadi rekanku, Kau dapat menanyakan apapun kepadaku" Ucap Tetua Agung itu lalu memberikan lencana Berwarna Putih. "Itu merupakan lencana untuk memasuki Wilayahku, kau dapat datang kapan saja kau mau, bahkan jika kau ingin tinggal disana Juga tidak apa-apa" Ucap Tetua itu Lalu ia pergi


Semua Murid yang Ada disitu menjadi sangat iri kepada Fang An. "Apakah Ada perintah bos?" Tiba-Tiba Wang Zhou Memberi hormat kepada Fang An.


"Apa yang kau lakukan?" Fang An terkejut melihat apa yang dilakukan Wang Zhou.


"Kau lupa? Ini adalah taruhan Kita" Ucap Wang Zhou kepada Fang An.

__ADS_1


"Jika kau tidak mau menjadi pengikutku Aku tidak Akan marah, tadi Aku Hanya bercanda" Ucap Fang An sambil tersenyum.


"Tenang saja Aku dengan senang Hati menjadi pengikutmu" Ucap Wang Zhou sambil tetap memberi hormat.


__ADS_2