
Tiba-tiba Fang An merasakan sesuatu, ia merasakan kekuatan dalam dirinya meluap-luap. 'Sepertinya aku harus melakukan terobosan' Fang An duduk bersila saat itu juga. Ia tidak memperdulikan apa yang terjadi disekelilingnya.
Saat Fang Qiuran melihat Fang An tiba-tiba bersila saat itu juga, ia langsung menyuruh beberapa prajurit untuk berjaga disekeliling Fang An. Fang Qiuran mengetahui bahwa Fang An sedang berusaha menerobos ke tingkatan selanjutnya.
---
Fang An saat ini sedang berada diatas lautan yang berwarna merah. Lautan berwarna merah itu adalah lautan qi miliknya. Qi miliknya berubah menjadi berwarna merah sejak ia membuat Tubuh Darah. Fang An duduk bersila di atas lautan itu. Setelah beberapa saat, air berwarna merah pada lautan itu bergerak naik. Air itu membentuk sebuah gumpalan berbentuk bulat yang memancarkan cahaya berwarna merah. Semakin lama gumpalan itu semakin padat, itu terjadi hingga semua air yang ada dilautan itu telah berubah menjadi gumpalan itu.
Sebenarnya proses itu dibantu oleh tubuh darah, jika Fang An melakukannya sendiri mungkin itu akan sedikit lebih lama. Ketika semua air itu telah menyatu, berarti Fang An telah mencapai tingkatan pembentukan inti. Bahkan Fang An sudah mencapai puncak dari pembentukan inti.
Fang An tidak berpikir panjang, ia langsung mencoba menerobos satu tingkatan lagi. Fang An beserta tubuh darah berusaha menghancurkan gumpalan itu, sehingga nantinya melahirkan sebuah jiwa. Proses kali ini memakan waktu yang cukup lama. Awalnya hanya ada retakan-retakan kecil pada gumpalan itu. Semakin lama retakan itu semakin membesar hingga akhirnya pecah.
Dari dalam gumpalan itu keluar sebuah jiwa yang memancarkan cahaya berwarna merah. Jiwa itu lalu mendekat ke arah tubuh darah milik Fang An dan menyatu dengan tubuh itu.
---
__ADS_1
Tubuh asli Fang An mengeluarkan cahaya berwarna merah yang sangat terang. Prajurit yang berada disekitarnya langsung menjauh dari tubuh Fang An.
"Bukankah hal seperti ini terjadi ketika kita mencapai tingkatan jiwa yang baru lahir?" Fang Qiuran terkejut melihat tubuh Fang An mengeluarkan cahaya.
"Atau mungkin dia menerobos dua tingkatan sekaligus" Fei Jierui memikirkan suatu hal yang sebenarnya mustahil.
"Perkataan kakek Jierui tidak salah" Terdengar suara dari orang yang sedang mereka perhatikan sekarang.
"Kau menerobos dua tingkatan?" Fang Qiuran terkejut mendengar Fang An mengatakan dia menerobos dua tingkatan sekaligus.
"Itu karena aku telah menyerap banyak jiwa manusia" Fang An berkata dengan santai.
"Apakah ini?" Fang An mengeluarkan kitab 9 jurus penguasa. Fang An sudah tidak takut mengungkapkan bahwa ia memiliki jurus itu, karena dengan kekuatannya yang sekarang, tidak ada yang dapat mengalahkannya di Kekaisaran Langit Biru dan Kekaisaran Api Utara.
"Kau memiliki kitab itu? Ternyata kau menyimpan banyak rahasia" Fang Qiuran tersenyum melihat kitab yang ada ditangan Fang An.
__ADS_1
"Cepatlah kembali ke ibukota dan siapkan pasukan untuk berperang. Selama kau menerobos kami mendapatkan informasi bahwa Kekaisaran Langit Biru akan menyerang dengan kekuatan penuh" Jierui meminta Fang An untuk kembali ke ibukota.
"Memangnya sudah berapa hari sejak aku mencoba menerobos?" Fang An penasaran berapa hari yang ia habiskan untuk menerobos dua tingkatan.
"Dua minggu" Jawab Jierui dengan singkat.
Fang An terkejut mendengar perkataan Jierui "Mengapa aku menghabiskan waktu yang sangat lama?" Fang An merasa ia menghabiskan terlalu banyak waktu.
"Kau gila? Kau mengatakan terlalu lama? kau tau berapa lama kami mencoba menerobos ke tingkatan jiwa yang baru lahir? Kami menghabiskan 1 tahun hanya untuk menaikan satu tingkatan" Fang Qiuran berbicara dengan keras. Ia merasa Fang An memiliki otak yang tidak normal.
Fang An menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Emm.. kembali ke pembicaraan awal" Fang An tidak ingin memperpanjang masalah itu. "Aku tidak akan kembali ke ibukota, kalian saja yang kembali. Aku ingin menyerang mereka sebelum mereka menyerangku" Fang An berbicara dengan santai.
"Penguasa, kota kebebasan ditemukan oleh pasukan Kekaisaran Langit Biru dan mereka mencoba menyerang kota kebebasan" Tiba-tiba Diablo datang dan langsung menyela pembicaraan mereka.
"Apa yang kau tunggu? cepatlah pergi kesana" Fang An bingung kenapa Diablo tidak langsung pergi saja jika tau kota kebebasan saat ini sedang diserang.
__ADS_1
"Kota kebebasan tidak akan kalah, masih ada keempat dewan pengatur kota disana. Aku tidak meragukan kekuatan masing-masing dari mereka" Ucap Diablo dengan santai.
Fang An tetap ingin pergi ke kota kebebasan, namun kali ini ia memiliki tujuan yang berbeda. Kali ini tujannya adalah melihat kekuatan dari para dewan pengatur kota.