Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.72 Wilayah Kuno


__ADS_3

Setelah menghadapi Sang Naga, tiba-tiba muncul sebuah pintu di ujung ruangan. Fang An dan yang lainnya langsung memasuki pintu itu. Sudah 10 menit sejak mereka memasuki pintu itu. Mereka hanya dihadang oleh beberapa jebakan yang sangat mudah dilalui. Hingga akhirnya mereka sampai disebuah ruangan yang penuh dengan harta.


“Kalian ambilah ini dan cepat kembali. Aku akan mengambil beberapa untuk kebutuhanku di wilayah kuno” Fang An mengambil banyak koin emas untuk bekalnya di wilayah kuno.


Setelah beberapa saat semua harta yang ada disitu telah habis “Tuan, kami pamit undur diri” Raja Tombak memberi hormat pada Fang An.


“Jaga diri kalian baik-baik” Fang An mempersilahkan mereka pergi.


“Tuan, kita akan ikut bersamamu kan?” Tanya Huolong yang saat ini sedang berubah bentuk menjadi seorang anak kecil.


“Kalau kalian tidak ikut, bagaimana aku akan berpergian jika aku sedang kelelahan” Fang An menjawab pertanyaan Huolong sambil berjalan ke arah sebuah pintu yang ada diruangan itu.


“Mendekatlah, kita akan pergi sekarang” Fang An membuka pintu itu dan masuk kedalamnya. Ketika Fang An masuk kedalam pintu itu tiba-tiba ia langsung berada ditempat yang tidak pernah ia datangi.


---


Disebuah gang kecil didalam kota.


“Bermain-mainlah dengan kami”


“Hanya sebentar saja,”


“Kau pasti akan menyukainya”

__ADS_1


Segerombolan laki-laki sedang menggoda seorang perempuan yang berada ditengah-tengah mereka.


“Kumohon, biarkan aku pergi” Perempuan itu tidak dapat menahan air matanya, ia merasakan ketakutan yang sangat besar.


"Apakah kalian tidak malu melakukan hal menjijikan seperti ini?" Tiba-tiba terdengar suara seorang pemuda dari belakang mereka semua.


Mereka semua langsung menoleh ke arah sumber suara. Mereka menemukan seorang pemuda yang tampan sedang menatap mereka dengan tatapan yang tajam.


"Hei anak kecil jika kau pergi sekarang kami tidak akan membunuhmu" Salah seorang dari mereka maju ke arah pemuda itu berada.


"Membunuhku? Apakah kau mampu?" Pemuda itu berbicara dengan nada merendahkan.


"Kau meremehkanku?! Aku akan membuatmu berlutut dihadapanku!" Laki-laki itu berteriak dan menyerang pemuda itu.


"Seperti ini?" Tiba-tiba laki-laki itu sudah bersujud dibawah kaki pemuda yang ada dihadapannya.


"Kenapa orang-orang seperti ini selalu ada dimana-mana" Pemuda itu bergumam pelan dan berjalan keluar dari gang itu.


"Tunggu tuan.." Perempuan yang diselamatkan oleh pemuda itu menahan tangannya. "Terima kasih" Perempuan itu berterima kasih dengan tulus.


"Tidak masalah" Jawab pemuda itu sambil tersenyum.


"Bolehkah aku mengetahui namamu?" Perempuan itu bertanya dengan sopan.

__ADS_1


"Fang An" Jawab pemuda itu lalu pergi dengan cepat.


"Fang An.. semoga kita bisa berjumpa lagi" Perempuan itu bergumam pelan.


---


Fang An sedang berjalan-jalan ditengah-tengah kota yang belum pernah ia datangi. Kota ini cukup ramai penduduk.


"Apakah ini wilayah kuno? Sepertinya tidak ada yang istimewa dari wilayah ini" Fang An bergumam pelan saat melihat-lihat kota ini.


"Kau hanya belum menemukan apa yang membuat wilayah ini menjadi istimewa" Tiba-tiba terdengar suara seorang pemuda dari belakang Fang An. "Ikuti aku, akan kuberitahu semua yang aku tau tentang wilayah kuno ini" Pemuda itu menarik tangan Fang An dan pergi ke sebuah gedung yang terlihat tidak terlalu bagus.


"Aku tau kau pasti bingung kenapa aku membawamu kesini" Pemuda itu berbicara lagi. "Duduklah terlebih dahulu" Pemuda itu mempersilahkan Fang An duduk dan mulai menceritakan semua tentang wilayah kuno.


Menurut cerita pemuda itu, wilayah kuno terbagi menjadi 2 kekaisaran, yaitu Kekaisaran Langit dan Kekaisaran Bumi. Dibawah Kekaisaran Langit ada 2 kerajaan yang menjadi pendukungnya, yaitu Kerajaan Bulan dan Kerajaan Bintang. Dibawah Kekaisaran Bumi ada 2 kerajaan juga yang menjadi pendukungnya, yaitu Kerajaan Gunung dan Kerajaan Lembah. Disini juga ada sekte-sekte aliran hitam, putih dan netral.


"Jika kau ingin melihat keistimewaan wilayah kuno, kau bisa ikut seleksi masuk ke salah satu sekte-sekte besar aliran putih" Pemuda itu mengakhiri penjelasannya dengan menawarkan Fang An mengikuti seleksi masuk sekte aliran putih.


"Terima kasih atas tawaranmu, aku akan mempertimbangkan itu" Fang An menjawab sambil tersenyum.


'Sepertinya aku memang harus masuk ke salah satu sekte agar bisa menaklukan wilayah ini' Fang An berpikiran bahwa dengan ia masuk ke dalam salah satu sekte, itu berarti ia akan bertemu dengan lawan-lawan yang kuat, lalu semakin lama namanya akan tersebar diseluruh wilayah ini dan dia akan mulai menaklukan wilayah kuno ini.


"Tuan Fang An?" Tiba-tiba terdengar suara yang pernah didengar oleh Fang An. "Sepertinya dewa menjawab permintaanku" Perempuan itu terlihat sangat senang bertemu dengan Fang An.

__ADS_1


"Kau Kenal dengan dia?" Pemuda yang ada dihadapan Fang An terkejut perempuan itu mengenal Fang An.


"Tadi aku belum sempat memberitahu namaku. Namaku Feng Xinxin" Perempuan itu memperkenalkan dirinya dengan sangat sopan.


__ADS_2