Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.74 Kelas Buangan


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Fang An melakukan kegiatan sebagai murid dari Sekte Pilar Naga. Saat ini semua murid yang baru saja masuk diminta untuk berkumpul disebuah halaman yang cukup besar.


“Semua dari kalian akan memulai dari kelas 1 dan akan berakhir di kelas 7. Jika kalian sudah mencapai kelas 7, kalian bebas menentukan menetap di sekte ini atau pergi dari sekte ini”


“Kelas kalian akan dipisah berdasarkan tingkatan kalian. Namun ada murid kelas 1 yang sangat berbakat tahun ini. Untuk itu aku memberikan keistimewaan padanya untuk memilih kelas mana dan kelas berapa yang akan ia ikuti. Fang An, silahkan maju kedepan”


Master sekte berbicara dengan penuh wibawa dihadapan para murid baru.


Fang An berjalan dengan perlahan. “Master, saya ingin bertanya kelas-kelas apa saja yang ada di sekte ini” Fang An bertanya dengan sopan.


“Setiap tingkatan kelas akan dibagi berdasarkan tingkatan. Untuk yang paling rendah akan masuk kedalam kelas percobaan. Untuk yang lebih tinggi akan masuk kedalam kelas normal. Untuk yang lebih tinggi lagi akan masuk kedalam kelas jenius”


“Sangat jarang ada murid baru yang masuk kedalam kelas jenius. Hanya ada 30 orang yang berada pada kelas jenius. Namun masih ada satu kelas lagi, yaitu kelas buangan. Aku yakin kau ti-“


Pada saat master sekte sedang menjelaskan tentang kelas-kelas yang ada. Tiba-tiba Fang An memotong penjelasannya.


“Aku akan memasuki kelas buangan” Fang An berbicara dengan singkat.


Master sekte ingin membantah apa yang dikatakan oleh Fang An. Namun ia tiba-tiba melihat sosok Fang Weiheng dalam diri Fang An. Hal itu membuatnya membiarkan Fang An memilih kelas buangan.


“Lihatlah orang bodoh itu, dia hanya membuang-buang waktunya memasuki sekte ini”


“Bagaimana bisa orang bodoh ini dikatakan jenius”


Banyak murid baru yang berkomentar terhadap apa yang dilakukan Fang An. Namun mereka tidak berani untuk berbicara langsung kepada Fang An. Ditengah keributan tiba-tiba terdengar suara seorang pemuda yang membuat semua menjadi terdiam.


“Tadinya aku ingin melihat murid baru yang dikatakan jenius. Namun sepertinya aku hanya melihat orang bodoh” Seorang pemuda tiba-tiba muncul dan berjalan sangat angkuh.


Fang An menatap tajam orang itu, namun Fang An tidak berencana untuk menyerang orang itu. “Seperti yang kau katakan aku memanglah orang bodoh” Fang An berbicara dengan nada dingin. “Jadi lebih baik kau pergi dari sini. Jika tidak jangan menyalahkan orang bodoh ini kalua terjadi sesuatu padamu” Sambung Fang An lagi dengan nada yang lebih dingin lagi.

__ADS_1


“Nyalimu sungguh sangat besar, kau berani menghina pangeran ke-2 dari kerajaan lembah? Sepertinya aku harus menghabisi seluruh keluargamu” Pemuda itu terlihat mengeluarkan aura pembunuh yang cukup kuat.


Mendengar apa yang dikatakan pemuda itu, Fang An tiba-tiba menjadi marah. Ia mengeluarkan aura pembunuh yang berkali-kali lipat lebih kuat dari milik pemuda itu. Pemuda itu terlihat kesulitan bernafas.


“Kau ingin membunuh keluargaku? Berapa banyak orang yang sudah kau bunuh? Seribu? Dua ribu? Bahkan saat kau belum pernah membunuh binatang, aku sudah membunuh lebih dari sepuluh ribu orang-!” Fang An terlihat sangat marah.


Fang An mengeluarkan pedangnya dan bersiap untuk menyerang. Namun tiba-tiba master sekte menahan Fang An agar tidak menyerang pemuda itu. “Tahanlah amarahmu, inilah satu-satunya sifatmu yang tidak sama dengan gurumu” Master sekte berusaha menenangkan Fang An.


Mendengar apa yang dikatakan master sekte, Fang An akhirnya menjadi tenang dan menarik kembali aura pembunuhnya. “Sekali lagi kau mengusik diriku, jangan salahkan jika aku menghabisimu hingga tidak bersisa” Fang An berbicara dengan sangat dingin lalu meninggalkan tempat itu.


---


Fang An berjalan menuju sebuah gedung yang terlihat tidak terawat. Saat Fang An masuk kedalam gedung itu, ia melihat ada sekitar 20 orang yang sedang duduk dan berkultivasi. Fang An tidak ingin menganggu mereka, sehingga ia memutuskan untuk ikut berkultivasi.


Setelah beberapa jam berlalu Fang An menyadari bahwa orang disekitarnya sudah selesai berkultivasi, sehingga Fang An membuka matanya. Saat ia membuka matanya, ia melihat semua orang yang ada disitu menatapnya dengan tatapan kebingungan.


“Kenapa kau berada disini?”


“Jika kau datang kesini, kau hanya akan membuat orang menghinamu”


Satu persatu dari mereka mulai membuka suara. Dari semua yang mereka ucapkan, Fang An dapat menyimpulkan bahwa mereka tidak ingin Fang An dihina karena memasuki kelas yang sama dengan mereka.


“Kalian sangat baik. Aku kesini atas kemauanku sendiri dan aku juga akan membantu kalian menjadi lebih kuat” Fang An berbicara sambil tersenyum kepada mereka.


“Aku tidak menyangka masih ada orang yang memperhatikan kita. Aku menghargai kebaikanmu, tapi sepertinya usahamu akan sia-sia” Salah satu dari mereka berbicara sambil tersenyum.


“Tenang saja, aku akan membuat kelas kita menjadi kelas terbaik di sekte ini” Fang An berbicara dengan serius.


“Baiklah, jika kau tidak menyerah dengan kami, maka kami juga akan berusaha untuk membuat usahamu menjadi tidak sia-sia” Mereka semua terlihat bersemangat.

__ADS_1


“Baiklah besok kita akan berlatih bersama. Saat ini kembali dan beristirahatlah dahulu” Fang An meminta semua yang ada disitu untuk kembali kerumah mereka.


“Sepertinya kau tidak mengetahui satu hal tentang kami” Salah satu dari mereka berbicara sambil tertawa kecil. “Kita hanyalah sampah, mana mungkin mereka memberikan kita rumah” Sambung orang itu lagi.


Fang An sedikit terkejut mendengar hal ini, namun ia menyadari di dunia ini kekuatan adalah segalanya. “Kalau begitu ikut aku” Fang An langsung berjalan keluar diikuti oleh orang-orang yang ada disitu.


---


Disebuah rumah yang mewah.


“Mulai sekarang kalian akan tinggal disini bersamaku” Ucap Fang An kepada orang-orang yang ada dihadapannya.


“Apakah kau bercanda? Bagaimana mungkin sampah seperti kami tinggal disini” Salah satu dari mereka membuka suara.


“Sekali lagi aku dengar kalian mengatakan diri kalian sampah, aku akan memotong lidah kalian” Fang An tidak menyukai sifat mereka yang selalu merasa mereka adalah makhluk yang paling hina. “Sekarang masuk dan beristirahatlah” Sambung Fang An lagi.


---


Keesokan harinya mereka semua sudah berkumpul didepan rumah Fang An.


“Ini adalah pil ciptaanku sendiri, kalian pasti akan menerobos ke tingkat selanjutnya jika memakan pil ini” Fang An memberikan mereka semua masing-masing satu pil. Mereka semua tanpa ragu-ragu langsung memakan pil itu dan menyerap khasiat pil itu.


Setelah 2 minggu berlalu akhirnya mereka semua selesai menyerap khasiat dari pil itu. Mereka semua terlihat sangat bahagia. Selama ini mereka tidak pernah melakukan terobosan, namun kali ini mereka semua sudah berada pada puncak pembentukan inti.


“Stabilkan kekuatan kalian dan latihlah beberapa jurus yang ada didepan kalian. Dua minggu lagi kalian akan menerobos tingkatan berikutnya” Sebelum mereka membuka mata, Fang An sudah menulis beberapa jurus di buku dan membagikannya pada mereka.


Mereka langsung melatih jurus-jurus yang diberikan oleh Fang An. Saat bertemu mereka Fang An menyadari satu kesamaan dari mereka, yaitu sebenarnya mereka bukanlah sampah. Mereka semua memiliki sebuah penghalang yang membuat mereka tidak bisa naik tingkatan.


Saat mereka menyerap khasiat pil kebangkitan, diam-diam Fang An membantu setiap dari mereka untuk menghancurkan penghalang yang ada pada diri mereka. Dan setelah melihat kecepatan mereka mempelajari jurus, Fang An menyadari bahwa mereka semua adalah orang yang berbakat.

__ADS_1


“Aku akan membuat kelas jenius berlutut dihadapan kita” Fang An bergumam pelan sambil tersenyum penuh kebahagiaan.


__ADS_2