
Fang An bersama dengan tetua Agung sedang melakukan perjalanan ke tempat Perlombaan diadakan. Mereka berangkat 2 Hari sebelum Perlombaan dimulai, karena Menurut Tetua agung, Fang An harus mempersiapkan dirinya dengan baik disana.
Fang An dan Tetua Agung bergerak sangat cepat. Sebenarnya Tetua Agung bisa lebih cepat dari sekarang, namun Fang An sudah pasti akan tertinggal.
Setelah melakukan perjalanan 7 jam tanpa Henti. Mereka Akhirnya sampai di tempat tujuan mereka. Tempat ini berada di kaki sebuah gunung. Tempat ini cukup luas Ada Beberapa rumah disini. Ditengah-tengah tempat ini terdapat tangga yang besar mengarah ke atas Gunung.
"Selamat datang Tetua Fei" Datang seorang Pria yang terlihat sama mudanya dengan tetua Agung. Meskipun umur Tetua Agung jauh lebih tua dari penampilannya.
"Kau tidak perlu repot-repot menjemputku adik Bai" Ucap Tetua Agung sambil Tersenyum.
"Bagaimanapun kau pernah mengajariku banyak Hal. Meskipun kau tidak menganggapku murid tapi Wu Bai ini menganggapmu sebagai guru" Ucap orang yang bernama Wu Bai itu.
Setelah mereka berbincang-bincang sejenak Wu Bai membawa Fang An dan Tetua Agung ke sebuah rumah yang disiapkan untuk mereka.
"Fang An, persiapkanlah dirimu. Aku akan melakukan Beberapa Hal" Ucap Tetua Agung lalu pergi.
Fang An langsung masuk ke kamarnya Lalu berkultivasi. Fang An mengingat-ingat jurus-jurus yang pernah ia pelajari di kehidupan sebelumnya.
Setelah Beberapa saat akhirnya Fang An menerobos ke Lapisan berikutnya. Sekarang Fang An berada pada Lapisan Ke-53 Penyempurnaan Qi. Kekuatan Fang An sekarang bahkan mampu bersaing dengan orang-orang yang memiliki tingkat Praktik Pembentukan Inti tahap menengah.
Fang An Mengeluarkan Pagoda yang diberikan oleh tetua Agung. Ketika Sang Naga pertama Kali melihat Pagoda ini, ia mengatakan Pagoda ini bernama Pagoda Penghukum Bumi. Pagoda ini dapat menyimpan apapun didalamnya, termasuk makhluk hidup. Bahkan Fang An dapat masuk ke dalam Pagoda ini.
__ADS_1
Setelah Mendapatkan Beberapa petunjuk dari Sang Naga, Fang An akhirnya bisa menggunakan Pagoda itu. Meskipun ia belum mahir.
–––
Dua Hari berlalu dengan Cepat. Fang An menghabiskan Dua Hari itu dengan berlatih jurus-jurus baru.
Fang An saat ini sedang berbaris bersama Peserta lainnya. Ada sekitar 30 orang Peserta yang Ada disini.
"Perlombaan Anak Muda Jenius Kali ini akan Kita mulai" Ucap seseorang yang sudah berumur yang berdiri didepan mereka semua. "Perlombaan Kali ini akan Dibagi menjadi dua babak. Babak pertama kalian harus menaiki tangga ini sampai Puncak Gunung, Jika Ada dari kalian tidak mencapai Puncak Gunung ini hingga matahari terbenam, Kalian dinyatakan gugur" Sambung Orang itu lagi.
Orang itu lalu memberikan tanda bahwa babak pertama dimulai.
Semua Peserta langsung berlari menaiki tangga itu. Tapi tiba-tiba langkah mereka semua terhenti ketika menginjak anak tangga pertama. Fang An penasaran dengan apa yang terjadi.
Banyak Peserta yang Langsung menyerah dan tidak menaiki tangga lagi. Tapi Ada 18 Orang yang masih bisa berjalan dan tidak menyerah menaiki tangga ini.
Namun pada saat mereka menginjak tangha yang ke seratus Gravitasi disekitar mereka Meningkat 10 Kali lipat lagi dan udara disekitar mereka Juga menjadi sangat dingin. Kali ini 8 orang dari mereka langsung menyerah dan berhenti menaiki tangga itu.
Fang An tiba-tiba mendengar suara Sang Naga. "Tuan Kau dapat menggunakan tubuh api untuk menahan efek gravitasi Dan dingin ini" Ucap Sang Naga langsung dikepala Fang An.
Fang An mendengarkan apa yang dikatakan oleh Sang Naga. Fang An menggunakan Tubuh Api Miliknya. Disekitar Tubuh Fang An muncul Api yang bisa dibilang sangat panas. Namun karena udara disana sangat dingin sehingga orang-orang disekitar Fang An malah merasakan kehangatan.
__ADS_1
Setelah 5 jam berlalu, akhirnya Ada 10 Peserta yang mampu Naik sampai ke Puncak Gunung. "Selamat bagi kalian semua yang mampu melewati tantangan ini, Babak kedua Akan dilaksanakan esok Hari, istirahatlah dan persiapkan diri kalian" Ucap Orang yang tadi memberikan pengumuman pada mereka dibawah.
"Fang An, Kau sudah melakukannya dengan baik, Aku harap kau tidak kalah dibabak kedua" Ucap Tetua Agung sambil Tersenyum.
–––
Keesokan Harinya 10 orang Peserta telah berkumpul ditengah-tengah arena yang entah muncul dari Mana.
"Aku Akan membagikan Plakat yang berisikan nomor secara acak, Kalian akan melawan orang yang memiliki nomor sama seperti Kalian" Ucap Orang yang berada dihadapan mereka. "Baiklah selain Peserta yang memegang nomor satu Silahkan turun" Ucap orang itu lagi.
Di atas arena tersisa satu orang perempuan dan satu orang laki-laki. Mereka terlihat berumur sekitar 17 tahun.
"Nona Fei Ruo, Aku tidak menyangka akan melawan gadis secantik dirimu disini" Ucap Laki-laki yang Ada diatas arena.
"Aku harap kau tidak menaruh belas kasihan kepadaku, Luo Zhenxiang" Ucap Perempuan yang diketahui bernama Fei Ruo itu.
"Tetua, Gadis itu memiliki Nama keluarga yang sama sepertimu" Ucap Fang An kepada Tetua Agung yang berada disampingnya.
"Dia adalah cucuku" Ucap Tetua Agung singkat.
"Cucumu? Apakah dia kuat?" Fang An penasaran apakah cucu dari seorang tetua Agung kuat atau tidak.
__ADS_1
"Dia belum cukup kuat untuk melawanmu, tapi jika hanya melawan laki-laki yang Ada dihadapannya sekarang, mungkin Hanya butuh Beberapa jurus saja" Ucap Tetua Agung kepada Fang An.