
Sudah satu bulan berlalu sejak Kaisar Kekaisaran Api Utara mati ditangan Fang An. Para menteri yang ada dikekaisaran ini menunjuk Fang An untuk menjadi Kaisar sementara sampai Huo Li cukup umur.
"Yang Mulia, Kota Perbatasan saat ini sedang diserang oleh Kekaisaran Langit biru. Jika dibiarkan mereka akan semakin dekat dengan ibukota" Ucap salah satu menteri yang ada disitu.
"Berapa jumlah pasukan mereka?" Fang An bertanya dengan tenang.
"Lebih dari 20.000 pasukan" Jawab menteri itu dengan sopan.
"Aku yakin mereka belum mengeluarkan semua pasukan mereka" Fang An bergumam pelan. "Siapkan pasukan untuk menjaga ibukota, aku akan pergi ke Kota Perbatasan" Fang An langsung meninggalkan ruangan itu dan menuju Kota Perbatasan.
Fang An sudah mengetahui bahwa Kekaisaran Langit Biru akan menyerang Kekaisaran Api Utara, karena ini merupakan rencananya. Satu bulan yang lalu Fang An menemukan mata-mata Tan Yuenzhi diantara para pengawalnya. Fang An menyuruh mata-mata itu untuk memberitahu Tan Yuenzhi bahwa Kaisar dan Fang An bertarung hingga keduanya mati. Sehingga Tan Yuenzhi pasti berpikir ini merupakan saat yang tepat untuk menyerang. Fang An juga menyuruh Aelfric dan Chu Lian menjemput keluarga Yun dan Fei agar mereka terhindar dari peperangan ini.
Setelah 4 jam perjalanan akhirnya Fang An tiba di kota Perbatasan. Fang An sudah menaruh Diablo dikota perbatasan sejak satu minggu yang lalu, untuk mempertahankan kota Perbatasan. Namun Fang An juga menyuruh Diablo untuk tidak membunuh musuh terlalu banyak.
"Selamat datang Penguasa" Diablo menyambut Fang An yang baru sampai.
__ADS_1
"Kau sudah melakukan tugasmu dengan baik, beristirahatlah dan lihat aku bermain" Ucap Fang An sambil tersenyum.
Fang An menggunakan sebuah topeng dan melompat ke atas benteng Kota Perbatasan. Fang An mengeluarkan aura pembunuh yang sangat kuat ke arah pasukan musuh. Ia melakukan itu hanya untuk menarik perhatian mereka.
Seperti yang direncanakan Fang An, semua pasukan musuh langsung melihat ke arahnya. Beberapa saat kemudian keluar seorang kakek yang terlihat sangat kuat. "Tuan, apakah kami melakukan sesuatu yang menyinggung dirimu? jika kami melakukan itu aku Fei Jierui meminta maaf kepadamu" Ucap Kakek yang bernama Fei Jierui itu.
"Namamu Fei Jierui?" Fang An langsung mendekat ke arah kakek itu dengan kecepatan yang sangat tinggi. "Aku adalah cucu dari anak temanmu, namaku Fang An. Aku ingin kau memihakku, semua anggota keluarga Fei saat ini sedang dalam perjalanan menuju ibukota Kekaisaran Api Utara" Fang An berbisik kepada kakek itu.
Kakek itu terdiam sebentar dan ia meminta Fang An untuk mengikutinya. Ia berjalan menuju tenda miliknya. Ketika sampai didalam tenda Fang An melihat seorang Kakek lagi. "Kaisar menipu kita" Ucap Fei Jierui kepada Kakek itu.
"Apa yang kau maksud?" Kakek itu terlihat kebingungan.
"Kau masih hidup?" Fang Qiuran langsung memeluk Fang An dengan erat.
"Aku ingin kalian meminta pasukan ini untuk memihakku, tetapi jika mereka tidak ingin memihakku maka aku akan memusnahkan mereka" Fang An berbicara dengan serius.
__ADS_1
"Baiklah aku akan mencobanya" Fei Jierui pergi keluar tenda diikuti oleh Fang An dan Fang Qiuran.
Fei Jierui memberikan tanda untuk semua pasukan berkumpul dihadapannya. Setelah beberapa saat semua pasukan sudah berbaris rapi dihadapan Fei Jierui. "Aku tau mungkin ini akan mengejutkan kalian, tapi aku ingin kalian mengikutiku memihak Kekaisaran Api Utara" Jierui berbicara dengan tegas.
Semua pasukan terkejut mendengar itu. Sebagian besar merasa Fei Jierui sudah gila, namun sebagian lagi mendukung Jierui. Terjadi keributan didalam pasukan itu. "Yang ingin memihak Jendral Jierui berdiri disini, jika tidak diamlah disana" Tiba-tiba Fang An berbicara dengan lantang.
Pasukan itu langsung diam mendengar perkataan Fang An. Beberapa saat kemudian sekitar 3000 orang sudah berdiri dipihak Fang An dan sisanya tetap berpihak pada Kekaisaran Langit Biru. "Kalian pergilah kedalam benteng itu bawa lencana ini" Fang An memberikan lencana yang hanya dimiliki oleh Kaisar Kekaisaran Api Utara kepada Fang Qiuran.
Semua yang berpihak pada Fang An langsung pergi menuju benteng Kota Perbatasan. Setelah melihat mereka sudah cukup jauh, Fang An mengeluarkan aura pembunuh yang kuat lagi. "Aku masih memberikan kesempatan bagi orang yang ingin berubah pikiran" Ucap Fang An dengan sangat dingin kepada pasukan yang ada dihadapannya.
Setelah menunggu beberapa saat, tetap tidak ada satupun dari mereka yang bergerak dari tempatnya. "Sepertinya kalian memang tidak ingin hidup" Fang An berbicara pelan lalu mengangkat tangannya ke atas. "7 Pedang Halilintar" Fang An mengeluarkan salah satu jurus tingkat tinggi yang ia kuasai. Muncul Tujuh Pedang yang terbuat dari petir dengan ukuran yang sangat besar diatas semua pasukan itu.
"Qiuran, bukankah itu jurus 7 Pedang Halilintar? tapi mengapa pedang yang dikeluarkan oleh Fang An sepuluh Kali lebih besar dari yang bisa kita keluarkan?" Fei Jierui mengetahui itu jurus yang menjadi andalannya dan Qiuran. Namun pedang yang mereka keluarkan tidak sebesar yang dikeluarkan Fang An sekarang.
"Tidak usah tanya padaku, aku juga sedang kebingungan" Fang Qiuran tidak mengalihkan pandangannya dari Fang An. "Aku tidak menyangka jurus sekuat ini dikeluarkan oleh orang yang masih berada pada tingkatan Pembangunan Fondasi" Sambung Fang Qiuran lagi.
__ADS_1
Fang An melambaikan tangannya kebawah. Pedang-pedang itu langsung melesat ke arah pasukan itu dengan sangat cepat, tidak ada waktu untuk melarikan diri bagi mereka. Dalam sekejap semua pasukan itu telah menjadi mayat yang berserakan. "Istirahatlah dengan tenang" Fang An berbicara pelan dan berjalan perlahan menuju Kota Perbatasan.
Tiba-tiba Fang An merasakan sesuatu, ia merasakan kekuatan dalam dirinya meluap-luap. 'Sepertinya aku harus melakukan terobosan' Fang An duduk bersila saat itu juga. Ia tidak memperdulikan apa yang terjadi disekelilingnya.