
Fang An dan Fang Wei sudah berada diatas arena. Semua penonton sangat tegang karena mereka memikirkan apa yang akan terjadi pada Fang Wei.
Wasit memberikan tanda untuk memulai Pertandingan. Fang Wei ingin menyerah namun belum sempat membuka mulutnya tiba-tiba Fang An sudah berada dibelakangnya Dan memukulnya ke tengah arena "Ah ternyata kakak Wei tidak terlalu kuat kau sama seperti ayahmu yang lemah itu" Ucap Fang An dengan nada mengejek.
"******** kau!!" Fang Wei yang merasa dipermalukan tidak lagi ingin menyerah dia sekarang benar-benar sangat marah. Fang Wei Mengeluarkan jurus 1000 Pedang terbang yang merupakan jurus Terkuat miliknya.
Seketika muncul banyak sekali Pedang terbang. Pedang-pedang itu kemudian melesat ke arah Fang An, ketika Pedang itu mencapai Fang An arena menjadi hancur Dan membuat asap yang cukup tebal.
"Aku terlalu menganggap dirimu kuat. nyatanya kau sangat lemah" Fang Wei ingin turun dari arena Karena mengira ia sudah menang. "Ah sepertinya kau terlalu meremehkanku" Tiba-tiba terdengar suara Fang An.
__ADS_1
Semua Mata tertuju pada sumber suara. Disitu terdapat Fang An yang sedang Diselimuti api berwarna Hitam dan terlihat Juga bahwa semua Pedang itu meleleh karena api dari Fang An.
"Ti..tidak mungkin" Mata Fang Wei melebar dan ingin berteriak menyerah namun belum sempat Mengeluarkan suara Tiba-tiba Fang An Mengarahkan api Miliknya ke arah Fang Wei. Namun ketika api itu menyentuh Fang Wei api itu menghilang. Lebih tepatnya api itu masuk ketubuhnya Dan merusak Dantian milik Fang Wei.
Fang Wei Mengeluarkan darah dari mulutnya dan kemudian tidak sadarkan diri. "Apa yang kau lakukan pada anakku?!!!!" Ayah Fang Wei melompat ke arena dan menyerang Fang An. Namun Fang An dengan cepat menghindar "Jangan mengantar nyawamu padaku sampah" Ucap Fang An dengan sangat dingin kemudian Mengeluarkan aura pembunuh yang sangat pekat sehingga membuat semua orang disitu sesak nafas.
Kakek Fang An sudah mencapai tingkat Jendral Petarung sehingga ia tidak terpengaruh oleh aura pembunuh milik Fang An. "Maafkan Aku kek" Ucap Fang An dengan penuh hormat. "Tidak masalah cucuku Sekarang saatnya memberimu hadiah" Ucap Sang kakek seakan-akan tidak terjadi sesuatu sebelumnya.
Fang An dan kakeknya pergi kedalam Kediaman kakeknya. Hadiah dari Turnamen Kali ini adalah Pusaka Tingkat Bumi. Pusaka ini adalah sebuah Pedang berwarna Hitam. Pedang ini memancarkan aura yang kuat. Fang An menerima Pusaka itu dengan senang Hati. Kemudian ia berbincang-bincang dengan kakeknya.
__ADS_1
Kakeknya meminta Fang An untuk masuk ke Akademi Bintang Timur agar Fang An dapat menyalurkan bakatnya. Fang An tidak ingin menolak permintaan kakeknya sehingga ia setuju dengan permintaan kakeknya.
Keesokan Harinya Fang An bergegas pergi ke Ibu Kota kerajaan untuk mengikuti Seleksi untuk memasuki Akademi Bintang Timur. Waktu untuk ke Ibu Kota sebenarnya memakan waktu 2 Hari namun karena Fang An memiliki Ilmu peringanan tubuh yang cukup tinggi, ia dapat sampai di ibu Kota hanya dalam 1 Hari. Fang An kemudian menginap disalah satu penginapan dan mempersiapkan diri untuk Seleksi 2 Hari lagi. dalam 2 Hari Fang An sudah Naik 2 tahap menjadi Raja Petarung Bintang 9.
Hari untuk melaksanakan Seleksi pun tiba. Seleksi ini dibagi kedalam 2 tahap. Tahap yang pertama Peserta memasuki Salah satu hutan yang memiliki banyak spirit beast namun dengan level yang sangat berbeda jauh dibandingkan Hutan Kematian. Peserta harus berhasil menangkap minimal satu spirit beast dari hutan itu.
Peserta yang mendaftar sangat banyak Ada lebih dari 500 orang dan dari kebanyakan orang yang dilihat oleh Fang An yang paling muda dari mereka sudah berusia 18 tahun dan yang paling lemah berada pada tingkatan Petarung Senior Bintang 9.
Setelah mendengar Beberapa pengarahan semua Peserta diminta untuk masuk kedalam sebuah portal yang langsung Mengarahkan mereka ke hutan yang dijadikan tempat Seleksi.
__ADS_1