Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.57 Kota Kebebasan


__ADS_3

Fang An saat ini sudah berada dipintu keluar ibukota kekaisaran.


"Fang An, apakah kau tidak berubah pikiran? jika tujuanmu hanya untuk mencari Chu Lian, aku tidak yakin apa yang dikatakan oleh Yuenzhi itu adalah kebenaran" Tetua Agung tidak henti-hentinya meminta Fang An untuk tidak pergi, sejak mengetahui Fang An ingin pergi ke Kekaisaran Api Utara.


"Jika aku tidak pergi aku tidak akan mengetahui yang dikatakan tua bangka itu benar atau tidak" Fang An tetap dengan pendiriannya.


"Saudara Fang, jika kau mau aku bisa menemanimu dalam perjalanan ini" Wu Zhenxiang menawarkan dirinya untuk menemani Fang An.


"Jika kau pergi maka Nona Yun akan berada dalam bahaya, aku membutuhkanmu untuk menjaganya" Fang An menolak Tawaran Zhenxiang dengan halus. "Jaga diri kalian baik-baik aku akan kembali secepatnya" Fang An memberi salam perpisahan lalu ia beranjak pergi.


---


Fang An melakukan perjalanan dengan menunggangi Serigala Ungu miliknya ia juga ditemani oleh naga yang sedang berada dalam bentuk anak kecil. Dalam perjalanan Fang An berbincang-bincang dengan Serigala Ungu dan naga. Serigala Ungu menceritakan petualangannya dimasa lalu bersama dengan tuannya yang dulu.


"Aku tidak menyangka kau sudah berumur ribuan tahun" Fang An kagum mendengar cerita dari Serigala Ungu."Setelah kupikir-pikir sepertinya aku perlu memberikan kalian nama agar kita lebih mudah berkomunikasi" Fang An menyadari ia belum memberikan nama kepada binatang-binatangnya sejak pertama kali bertemu.


"Sepertinya itu ide yang bagus, cepat berikan aku nama" Serigala Ungu menjadi antusias, karena jika binatang diberikan nama itu berarti mereka memiliki arti bagi sang pemilik.

__ADS_1


"Untuk naga, sekarang namamu adalah Huolong dan untuk serigala namamu sekarang adalah Heilang" Ucap Fang An kepada kedua binatangnya.


---


Mereka sudah berjalan selama 6 jam sejak pertama kali berangkat dari kekaisaran langit biru. Mereka melihat ada sebuah kota dari kejauhan, Fang An memutuskan untuk singgah sejenak dikota tersebut.


Ketika sampai didepan kota tersebut mereka melihat banyak sekali orang dikota itu, bahkan bukan hanya manusia yang ada disitu. Fang An melihat banyak Elf, Orc, Ogre, dan masih banyak ras-ras lain hidup berdampingan dengan damai.


“Aku tidak pernah mengetahui bahwa mereka benar-benar ada” Fang An tidak menyangka bahwa ras yang biasanya ia baca dari buku dongeng, ternyata memang benar-benar ada.


“Sepertinya aku mengenal tempat ini” Huolong berbicara kepada Fang An. “Jika dilihat dari penampilan kota ini sepertinya ini adalah kota kebebasan, Kota ini hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang memang ditakdirkan bertemu dengan kota ini. Dikota ini juga tidak ada sistem penindasan, semua menjunjung tinggi kesetaraan sehingga mereka bisa hidup damai” Huolong menjelasakan apa yang ia ketahui tentang kota ini.


Fang An menghampiri seorang anak dari ras elf yang sedang duduk ditangga depan pintu masuk penginapan kecil tersebut. “Apakah penginapan ini milikmu?” Fang An bertanya dengan lembut kepada anak itu.


“Ya, penginapan ini milik keluargaku, tapi sepertinya kakak tidak cocok untuk tinggal dipenginapan ini. Penginapan ini hanya penginapan kecil yang tidak memiliki fasilitas mewah” Anak itu menilai Fang An pasti tidak mau tinggal dipenginapannya, karena ia melihat Fang An menggunakan baju yang bagus.


“Kau salah sangka, berapa harga satu malamnya?” Fang An bertanya sambil tersenyum.

__ADS_1


“Satu malam 5 koin tembaga, tapi apakah tuan yakin ingin menginap disini?” Anak itu masih meragukan Fang An.


“Ambil ini dan sediakan satu kamar untukku” Fang An mengeluarkan satu keping koin emas.


“Tuan ini terlalu banyak” Anak itu terkejut melihat Fang An memberikannya koin mas.


“Aku rasa itu harga yang pas” Fang An tersenyum lalu masuk kedalam penginapan itu.


Penginapan itu memang tidak besar, namun barang-barang didalam penginapan itu tersusun rapi dan sangat bersih, dan juga memiliki nuansa seperti berada ditempat asal para elf. Fang An sangat menyukai tempat ini.


---


Saat malam tiba Fang An berjalan-jalan dikota ini, ia sejenak melupakan beban pikirannya, karena keindahan kota ini. Setelah puas berkeliling, Fang An akhirnya masuk ke sebuah toko senjata. Toko itu dijaga oleh seorang kakek dari ras dwarf. “Akhirnya saat yang diramalkan tiba” Kakek dwarf itu tiba-tiba berbicara ketika Fang An memasuki tokonya.


“Kau berbicara padaku kek?” Fang An bertanya dengan sopan kepada kakek itu.


“Aku sudah sangat lama menunggumu” Kakek itu menghampiri Fang An dan berlutut dihadapan Fang An. “Salam kepada Penguasa” Ucap Kakek itu.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan kek? Berdirilah” Fang An membantu kakek dwarf itu berdiri.


“Penguasa mohon ikut aku sekarang” Kakek itu mengajak Fang An keluar dari tokonya.


__ADS_2