Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.13 Penghancur Bintang Vs Bintang Timur


__ADS_3

Fang An beserta semua Pasukannya sudah berada didalam Hutan disekitar Akademi Bintang Timur. Fang An beserta anggota pasukan Penghancur Bintang berjalan mendekati pintu masuk Akademi, sedangkan pasukan Bayangan Dan yang lainnya menunggu dihutan.


Pasukan Bayangan hanya ditugaskan untuk menjamin tidak Ada murid ataupun tetua Akademi yang meninggalkan Akademi.


"Tunjukan identitas kalain" Ucap seorang murid yang bertugas Menjaga pintu masuk.


"Apakah perlu?" Ucap Tang San dengan nada dingin dan langsung memotong kedua tangan murid itu dalam sekejap Mata.


"Laporkan pada semua Murid dan tetua, Penghancur Bintang akan menghancurkan Bintang Timur" Ucap Fang An dengan santai.


Fang An beserta anggotanya tidak langsung masuk kedalam. Mereka menunggu sampai Salah satu pasukan khusus datang menghadang mereka. "Saatnya mengamuk Weiwei" Ucap Fang An sambil tersenyum. Bei weiwei maju melawan pasukan Khusus Awan Hitam yang merupakan pasukan Khusus yang paling lemah diakademi.

__ADS_1


Hanya dalam 3 tarikan nafas, semua anggota Awan Hitam sudah tidak bernyawa. "Senangnya membunuh Lelaki Genit seperti mereka" Ucap Bei weiwei sambil memeluk lengan Fang An. "Kau Juga Genit Bodoh" Ucap Tang San dengan nada datar. Bei weiwei ingin membalas namun Fang An sudah menatap mereka berdua dengan tatapan yang tajam.


Anggota Penghancur Bintang kemudian berpencar dan mengamuk didalam Akademi.


Wu Tao berhadapan dengan pasukan Tapak Surga, Gu Yan berhadapan dengan Pasukan Rusa Ungu, Xiao Tian berhadapan dengan pasukan Pedang Dewa, Gui Sha berhadapan dengan pasukan Ular Putih, Mu Fan berhadapan dengan pasukan Golok Emas, Zhao Ming berhadapan dengan pasukan Tombak Suci, Tang San berhadapan dengan Pasukan Serigala Perak, Bei weiwei berhadapan dengan Perkumpulan para alkemis Akademi, Yin Fang dan Yin Feng berhadapan dengan Pasukan Bintang Utama.


Kekuatan mereka semua sebenarnya dapat dengan mudah menghabisi semua pasukan Khusus beserta murid-murid yang lain. Namun Fang An ingin membuat mereka semua melihat pertarungan antara Fang An dan Kepala Akademi.


"Lihatlah Manusia-manusia tidak berotak yang Ada disini, Semua Murid mempertaruhkan nyawa mereka sedangkan binatang-binatang disini memikirkan Cara untuk kabur" Ucap Fang An yang tiba-tiba berada ditengah-tengah mereka semua.


"Ka-kau masih hidup?" Kepala Akademi terlihat gugup karena rencananya gagal.

__ADS_1


"Jaga Omonganmu kami dapat membunuhmu dala-" Ucap salah satu tetua namun sebelum ia menyelesaikan ucapannya kepalanya sudah tidak berada pada badannya.


"Lemah" Ucap Fang An singkat dengan nada mengejek.


"A-apa maumu?" Kepala Akademi sadar bahkan ia tidak dapat membunuh salah satu tetua semudah yang dilakukan Fang An.


"Mauku? Aku mau pertarungan hidup dan mati denganmu di arena" Ucap Fang An sambil Menatap tajam ke arah Kepala Akademi. "Aku tidak menerima penolakan" Sambung Fang An ketika ia melihat Kepala Akademi ingin mengatakan sesuatu. "Dan sebelum Kita ke arena Aku harus memastikan para sampah ini tidak kabur" Ucap Fang An dengan nada dingin dan dalam satu tarikan nafas semua orang yang Ada disitu kecuali kepala Akademi langsung kehilangan nyawa mereka.


"Aku Akan menunggumu di arena persiapkan kematianmu Yang terhormat kepala Akademi Bintang Timur" Ucap Fang An dengan nada mengejek Lalu ia langsung menghilang dari pandangan kepala Akademi.


Di sekitar arena sudah berkumpul semua Murid Akademi yang masih hidup. Mereka semua hanya dapat berharap kepala Akademi dan para tetua dapat menolong mereka. Namun tanpa mereka ketahui bahkan jika Salah satu Dewa turun pun masih tidak dapat membantu mereka.

__ADS_1


__ADS_2