Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.82 Turnamen Kekaisaran Bumi III


__ADS_3

Setelah membunuh kedua orang dari keluarga kerajaan gunung, Jia Li berubah ke bentuk awalnya, lalu berdiri dengan tenang sambil menunggu siapapun orang yang ingin melawannya.


“Adik Jia Li, ternyata kau sangat hebat” Feng Ho berjalan kea rah Jia Li sambil menepuk pelan bahu perempuan itu.


“Kau terlalu melebih-lebihkannya” Jia Li tersenyum kepada Feng Ho. “Kakak Ho, lebih baik kau melihat tiga orang bodoh yang ada dibelakangmu” Jia Li memberitahu Feng Ho bahwa ada tiga orang yang sedang mengikutinya.


“Baiklah, aku pergi dulu” Feng Ho tersenyum kepada Jia Li lalu ia membalikan badannya dan bersiap melawan ketiga orang yang ada dihadapannya sekarang.


“Sebuah kehormatan bisa melawan tiga pangeran dari kerajaan lembah” Feng Ho berbicara dengan nada mengejek sambil mengeluarkan aura pembunuh kearah tiga orang dihadapannya.


Orang yang menjadi lawan Feng Ho saat ini adalah pangeran kedua tiga dan empat dari kerajaan lembah. Pangeran ketiga dan keempat memang tidak mengenal Feng Ho, namun pangeran kedua memiliki dendam terhadap Feng Ho.


Semenjak Fang An pergi dari sekte pilar naga, Feng Ho masuk kedalam kelas buangan dan terus bertambah kuat. Feng Ho juga sering kali bertarung dengan pangeran kedua, namun hasilnya pangeran kedua pasti kalah. Pangeran kedua berpikir saat ini akan menjadi saat yang sangat tepat untuk membalaskan dendamnya.


“Kali ini aku akan membunuhmu” Pangeran kedua mengeluarkan sebuah pedang yang mengeluarkan aura yang cukup kuat.


Pangeran ketiga dan keempat juga mengeluarkan senjata mereka. Masing-masing senjata mereka merupakan pusaka bumi, sehingga wajar saja senjata itu mengeluarkan aura yang kuat.


Feng Ho tidak mengeluarkan senjata apapun. Ia hanya berdiri tegap sambil menatap ketiga pangeran yang ada dihadapannya dengan tatapan merendahkan.

__ADS_1


“Apa maksud tatapanmu itu?! Cepat keluarkan senjatamu-!” Pangeran kedua marah saat melihat Feng Ho menatap mereka dengan tatapan merendahkan.


“Percayalah tanganku ini mampu membunuh kalian bertiga” Feng Ho berbicara dengan nada dingin.


“Kau jangan sombong-!” Para pangeran itu menyerang Feng Ho bersamaan. Mereka menyerang dengan sangat kompak. Semua serangan mereka dieksekusi dengan baik.


Namun sayangnya Feng Ho mampu menghindari semua serangan itu dengan sangat mudah. “Apakah hanya ini kekuatan para pangeran?” Feng Ho melompat menjauh dari ketiga pangeran itu.


Feng Ho lalu melihat ke arah tempat dimana orang-orang dari kerajaan lembah duduk. “Kau membuang ibuku saat ia mengandung aku dan adikku. Kami mengalami masa-masa sulit dikota. Ibuku meninggal saat aku baru berumur 5 tahun, saat itu aku merasakan sakit yang tidak dapat kujelaskan” Feng Ho berbicara dengan penuh amarah sambil menatap raja kerajaan lembah.


“Saat ini aku akan membuat kau merasakan apa yang kurasakan-! Aku bersumpah akan membunuh semua pangeran kerajaan lembah-!” Feng Ho berteriak dengan penuh amarah. Suhu disekitar arena tiba-tiba turun dengan sangat drastis.


Feng Ho menghentakan kakinya ke lantai arena. Seketika itu muncul es yang langsung membekukan seluruh lantai arena beserta kaki semua orang yang ada diatas arena. Hal itu membuat semua mata tertuju padanya sekarang.


Feng Ho tidak berhenti disitu, ia berjalan mendekati kepala pangeran ke-4 dan menghancurkan kepalanya dengan sekali pukul.


“Hentikan-!” Raja kerajaan lembah berteriak penuh kesedihan. Ia sebenarnya tidak ingin membuang ibu dari Feng Ho, namun ia tidak dapat melawan istrinya. Sehingga ia tidak ada pilihan lain selain membuang ibu dari Feng Ho.


Saat ini ia sangat sedih melihat anaknya saling membunuh. Ia tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi. Ia sama sekali tidak marah kepada Feng Ho, namun ia marah terhadap dirinya sendiri.

__ADS_1


“Menangislah-! Aku ingin mendengar tangisanmu-!” Feng Ho tersenyum melihat raja kerajaan lembah menangis.


Feng Ho lalu berjalan menuju pangeran ke-3 dan langsung membunuh pangeran ketiga dengan satu serangan. Feng Ho lalu melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan pada pangeran ke-4, yaitu menghancurkan kepalanya.


“Kau berani membunuh anakku?!” Ratu kerajaan lembah berteriak sambil menangis, ia lalu melompat ke atas arena.


“Percayalah, bahkan aku berani membunuhmu” Feng Ho berbicara dengan sangat dingin. Ia lalu melanjutkan aksinya untuk membunuh pangeran yang tersisa, yaitu pangeran ke-2.


Saat Feng Ho ingin menyerang pangeran kedua, tiba-tiba sebuah kipas menghalangi pukulan Feng Ho yang hampir mengenai pangeran kedua.


“Sepertinya aku harus membunuhmu terlebih dahulu” Feng Ho membalikan badannya dan bersiap untuk menyerang ratu kerajaan lembah.


Saat Feng Ho bergerak menyerang sang ratu, tiba-tiba seorang pria tua menghalangi Feng Ho dan memukul perut Feng Ho dengan cukup keras. Feng Ho terlempar cukup jauh, ia memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Pria tua itu kemudian berniat untuk menyerang Feng Ho, namun tiba-tiba master sekte pilar naga sudah berdiri untuk menghalanginya. “Kau melanggar peraturan dan menyerang muridku, apakah kau tidak malu?” Master sekte pilar naga melambaikan tangannya dengan cukup kencang.


Seketika itu juga pria tua dan ratu kerajaan lembah terlempar keluar dari arena. Master sekte lalu pergi kembali ke tempat duduknya.


Feng Ho tiba-tiba berdiri dengan sisa-sisa kekuatannya dan langsung menyerang pangeran ke-2. Serangan Feng Ho tidak sekuat serangan-serangan sebelumnya, sehingga serangannya kali ini hanya bisa membuat pangeran ke-2 terluka parah. Setelah melakukan serangan itu Feng Ho tiba-tiba jatuh dan langsung kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


Raja kerajaan lembah melompat ke arena dan menggendong Feng Ho yang sudah kehilangan kesadaran. Ia berpikir mungkin hanya ini yang bisa ia lakukan untuk menebus kesalahannya dahulu. Ia juga sudah merelakan jika Feng Ho akan membunuhnya dikemudian hari.


Setelah beberapa menit dari kejadian itu, akhirnya tersisa 5 orang yang berdiri diatas arena dan itu menandakan bahwa pertandingan kelompok kedua telah selesai.


__ADS_2