
Fang An bersama kedua muridnya saat ini sedang berada di hutan iblis. Fang An memutuskan untuk melatih kedua muridnya ditempat ini. Fang An berpikir bahwa jika Hongli dan Jia Li berlatih melawan monster-monster yang ada disini, maka Teknik bertarung mereka akan semakin bagus.
Mereka berjalan menuju hutan yang lebih dalam lagi. Namun setelah beberapa menit berjalan, Fang An tiba-tiba menghentikan langkahnya. Ia merasakan ada sekelompok orang yang sedang menunggu mereka dari kejauhan.
“Apa yang kalian perlukan?” Fang An berbicara dengan nada dingin.
Tiba-tiba sekelompok orang itu sudah berada dihadapan Fang An. Mereka semua menggunakan jubah berwarna hitam. “Kau memang hebat, tapi sayangnya kau tidak memiliki sikap yang baik” Pria yang paling tua dikelompok itu berbicara sambil tersenyum.
“Yang kuat yang berkuasa, lalu mengapa aku harus menjaga sikapku? Aku mendapatkan kekuatan ini dengan penuh perjuangan dan juga air mata, lalu apa salahnya aku menyombongkan kekuatanku?” Fang An berbicara dengan nada dingin lagi.
“Kesombongan hanya akan menjadi duri dalam daging, semakin lama kesombinganmu itu akan menjadi penghancurmu” Pria tua itu berbicara dan tiba-tiba langsung menyerang Fang An dengan sangat cepat.
Fang An yang melihat pria tua itu menyerang langsung mencoba bertahan. Mereka bertukar puluhan serangan dalam waktu yang singkat. Semakin lama Fang An semakin terdesak. Luka ditubuhnya semakin bertambah banyak.
Fang An terlempar hingga menabrak sebuah pohon. ‘sial, sepertinya aku harus menggunakan itu’ Fang An tiba-tiba mengeluarkan api berwarna hitam disekujur tubuhnya, rambutnya memanjang, sayap muncul dipunggungnya dan juga ia mengeluarkan pedang milik dewa perang. Ia juga mengeluarkan tubuh darah untuk bertarung bersamanya.
“Percayalah, kau yang sekarang tidak akan bisa melawanku” Pria tua itu berbicara dengan lembut.
Fang An langsung menyerang pria tua itu dengan sangat cepat. Ia menggunakan pedang milik dewa perang dengan sangat baik. Semua serangannya sangat cepat dan tepat. Tubuh iblis juga menyerang dengan kekuatan yang sama dengan setengah kekuatan Fang An. Namun semua serangan yang Fang An berikan tidak ada yang berdampak pada pria tua itu, bahkan yang mendapatkan luka bukanlah pria tua itu, tapi Fang An sendiri yang mendapatkan luka.
__ADS_1
Setelah bertukar ratusan jurus, Fang An terlempar sangat jauh lalu memuntahkan darah segar dari mulutnya. Seketika itu juga ia kehilangan kesadarannya.
---
Satu bulan kemudian, hari diadakannya turnamen kekaisaran bumi pun tiba. Banyak sekali orang berkumpul disekitar arena yang sangat besar.
“Hari ini kita akan memulai turnamen kekaisaran bumi, sebelum itu kita persilahkan untuk semua peserta naik ke atas arena” Seorang pria berbicara diatas sebuah podium.
Para peserta naik ke atas arena. Mereka berdiri bersama anggota sekte atau keluarga mereka. Masing-masing sekte atau keluarga memiliki 5 peserta yang mengikuti turnamen ini. Jumlah peserta yang saat ini berada diatas arena sekitar 300 orang.
Dari semua yang ada disitu, yang paling menarik perhatian adalah peserta-peserta dari keluarga kekaisaran bumi, keluarga kerajaan gunung, keluarga kerajaan lembah, keluarga Chu dan juga dari sekte pilar naga beserta sekte elang hitam.
“Selain peserta yang mendapatkan plakat nomor 1 harap turun dari arena” Pria itu meminta peserta yang tidak mendapatkan nomor satu untuk turun.
Diatas arena tersisa 50 orang. Mereka berdiri cukup berjauhan, semua dari mereka sudah memasang sikap siap tempur. Mereka juga sudah menentukan lawan mana yang akan mereka kalahkan terlebih dahulu.
Pria yang berdiri diatas podium kemudian memberikan tanda untuk memulai pertandingan. Semua peserta langsung menyerang lawan yang sudah mereka targetkan, kebanyakan dari mereka bertarung satu lawan satu. Namun ada satu orang yang menghadapi lima musuh.
“Sepertinya kita sangat beruntung berkumpul dalam satu kelompok” Salah satu dari 5 orang tersebut berbicara kepada rekannya yang ada disampingnya.
__ADS_1
“Sepertinya sekte 5 pedang akan menang dengan sangat mudah” Rekannya menjawab dengan penuh percaya diri.
“Bisakah kalian cepat-cepat menyerangku?” Seorang anak yang berada ditengah-tengah mereka berbicara sambil tersenyum. “Aku akan melelehkan 5 pedang kalian” Anak itu kemudian mengeluarkan api disekelilingnya. Api itu membentuk sekor naga yang mengitari tubuh anak itu.
“Kau meremehkan sekte 5 pedang kami?!” Salah satu dari kelima orang tersebut mengeluarkan pedangnya dan melapisi pedang itu dengan qi.
“Bukankah kalian memang lemah? Kalau tidak mengapa kalian harus melawanku bersamaan?” Anak yang berada ditengah-tengah mereka berbicara dengan tetap tersenyum.
Kelima orang tersebut tidak lagi menjawab apa yang dikatakan anak itu. Mereka langsung menyerang anak itu dengan berbagai jurus. Ledakan yang cukup besar terjadi. Asap yang sangat tebal menutupi pandangan para penonton. Semua peserta yang sedang bertarung di arena tersebut seketika menghentikan pertarungan mereka.
“Hongli-!” Chu Heitian berteriak melihat cucunya diserang dari berbagai arah.
“Aku rasa dia sudah mati saat ini” Seorang remaja berusia 17 tahun yang duduk disebelah Heitian berbicara dengan nada mengejek.
“Jangan pernah meremehkan muridku” Tiba-tiba seorang pemuda yang duduk bersama sekte elang hitam berbicara dengan nada dingin. Pemuda itu memiliki wajah yang tampan, ia juga menggunakan jubah hitam yang membuat ia terlihat lebih tampan.
Setelah beberapa saat, akhirnya asap yang ada diarena mulai menghilang. Semua penonton menjadi terkejut saat melihat apa yang ada di arena. Mereka semua tidak menyangka kelima orang dari sekte 5 pedang terbaring dengan keadaan yang cukup mengenaskan. Mereka semua mendapatkan luka bakar yang serius.
Semua peserta yang ada diatas arena langsung menjauh dari anak yang bernama Hongli itu. Mereka semua sudah memutuskan untuk membiarkan Hongli masuk ke babak selanjutnya.
__ADS_1