Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.84 Xiao Lao Vs Chu Hongli


__ADS_3

“Meskipun kau lebih kecil dariku, tapi jangan harap aku akan berbelas kasihan” Xiao Lao berbicara sambil tersenyum kepada Hongli.


“Tenang saja, aku tidak selemah itu” Hongli menjawab pernyataan Xiao Lao sambil tersenyum juga.


Mereka berdua lalu mengeluarkan aura yang cukup kuat. Aura mereka yang saling bertabrakan menimbulkan gelombang kejut yang cukup besar. Xiao Lao mengeluarkan sebuah tombak yang dikelilingi petir kecil. Tombak itu adalah salah satu pusaka dewa yang ada di wilayah kuno.


Semua yang penonton terkejut melihat senjata yang sangat kuat itu berada ditangan Xiao Lao. Para penonton menjadi semakin terkejut saat melihat Hongli mengeluarkan sebuah pedang yang dilapisi api. Pedang itu memancarkan aura yang jauh lebih kuat dari tombak milik Xiao Lao.


“Sepertinya kau juga memiliki senjata yang bagus” Xiao Lao memuji pedang yang berada ditangan Hongli.


“Guruku yang memberikan ini. Sudah jelas ini adalah pedang yang bagus” Hongli berbicara sambil tersenyum. Sebenarnya ini adalah kali pertama Hongli akan menggunakan pedang ini. Pedang ini adalah pedang milik dewa perang. Fang An memberikan ini sebagai hadiah kepada Hongli.


“Baiklah, aku akan menyerang-!” Xiao Lao berteriak dan langsung menyerang Hongli dengan sangat cepat.


Hongli tidak dapat menghindari serangan itu, ia terpaksa menangkis serangan itu menggunakan pedangnya. Meskipun serangan itu sudah ditangkis oleh Hongli, namun efek dari serangan itu sangat besar. Hongli terlempar sambai ke pinggir arena.

__ADS_1


Namun pada saat Hongli akan keluar dari arena, Xiao Lao dengan cepat menendang Hongli kembali ke tengah arena. Xiao Lao lalu melancarkan berbagai serangan kepada Hongli. Serangan-serangan itu menyebabkan Hongli terbaring ditengah arena dengan penuh luka.


“Apakah hanya ini kekuatanmu?” Xiao Lao berbicara dengan nada mengejek kepada Hongli yang sudah terbaring di atas arena.


“Jangan bercanda, aku hanya mengetes kekuatanmu” Tubuh Hongli tiba-tiba diselimuti oleh api yang sangat besar. Api itu memulihkan seluruh luka yang ada ditubuh Hongli.


Semua penontong terkejut melihat Hongli tiba-tiba pulih dalam waktu yang sangat singkat, bahkan Hongli terlihat lebih kuat dari saat pertama ia naik ke atas arena.


“Apakah anak ini sudah membangkitkan jiwa naga? Tapi jiwa naga hanya dapat dibangkitkan jika ia bertemu dengan penerus dari keluarga Fang” Master sekte bambu petir berkomentar saat melihat apa yang terjadi di arena.


“Ternyata dugaanku benar, senior mengetahui kekuatan tersembunyi dari Hongli” Fang An tiba-tiba sudah berada dibelakang master sekte bambu petir.


“Junior adalah guru dari anak yang sedang bertarung dengan murid senior” Fang An menjawab pertanyaan master sekte bambu petir dengan sopan.


“Kau dari keluarga Fang?” Master sekte bambu petir bertanya sambil menatap Fang An dengan tajam.

__ADS_1


“Junior akan menjelaskan itu nanti, sekarang ada baiknya kita menikmati pertarungan yang akan berlangsung” Ucap Fang An dengan sopan dan langsung duduk disebelah master sekte bambu petir.


Diatas arena suasana makin mencekam. Hongli melempar pedangnya ke arah Xiao Lao dengan sangat cepat. Namun Xiao Lao masih bisa menghindari serangan itu. Hongli lalu berjalan mengambil pedang yang tadi ia lemparkan.


“Baiklah, sekarang kita mulai pertarungan yang sebenarnya” Hongli mengeluarkan api disekujur tubuhnya. Api itu membentuk naga yang sama seperti saat babak pertama. Namun kali ini naga yang dikeluarkan jauh lebih besar dari yang ia keluarkan pada babak pertama.


“Sepertinya aku harus mengeluarkan seluruh kekuatanku” Xiao Lao mengeluarkan petir disekujur tubuhnya.


Hongli dan Xiao Lao lalu menyerang bersamaan. Mereka berdua betukar serangan dengan sangat cepat. Hanya dalam beberapa menit mereka sudah bertukar ratusan jurus. Pertukaran serangan mereka menyebabkan setengah dari arena menjadi rusak parah.


Awalnya mereka terlihat imbang. Namun semakin lama Xiao Lao terlihat menerima banyak luka yang cukup parah. Luka-luka itu semakin lama semakin banyak. Hingga pada akhirnya Xiao Lao terlempar keluar arena dengan kondisi yang terluka parah.


Hongli sendiri tidak dalam keadaan yang baik. Ia juga menerima beberapa serangan dari Xiao Lao. Terlebih lagi, jurus yang ia gunakan menguras banyak sekali qi miliknya. Setelah beberapa saat berdiri di tengah arena, akhirnya Hongli sudah tidak mampu mempertahankan kesadarannya.


Jia Li langsung melompat ke atas arena saat melihat Hongli akan jatuh. Ia kemudian menggendong Hongli untuk pergi ke ruang medis.

__ADS_1


“Pertarungan mereka sudah berakhir. Sekarang jawablah pertanyaanku yang tadi” Master sekte bambu petir tidak memperdulikan apa yang terjadi di arena. Dalam pikirannya hanya ada pertanyaan apakah pemuda yang berada disebelahnya ini adalah keluarga Fang atau bukan.


“Namaku Fang An, jika senior ingin tau lebih banyak lagi, lebih baik senior mengikuti aku terlebih dahulu” Fang An berniat untuk melihat keadaan Hongli terlebih dahulu, baru ia akan menjelaskan semuanya kepada master sekte bambu petir.


__ADS_2