
Fang An saat ini sedang terbang diatas semua murid sekte awan. "Kalians semua boleh pergi, aku hanya mempunyai masalah dengan master sekte kalian" Fang An berbicara dengan nada dingin.
"Kau pikir kami akan membiarkan master bertarung sendiri?!" Salah satu murid berteriak kepada Fang An.
"Kalian pikir dia adalah master kalian? Akan kutunjukan yang sebenarnya" Fang An menarik master sekte yang ada dihadapannya menggunakan tangan dewa.
"Kau memiliki mata yang sangat hebat" Tiba-tiba keluar sebuah bayangan hitam dari tubuh master sekte.
"Bawa master kalian pergi dari sini" Fang An melempar master sekte awan kepada murid yang ada dibawahnya dan meminta mereka untuk menjauh.
"Kau menyuruh mereka pergi? Apakah kau yakin tidak butuh bantuan mereka?" Bayangan hitam itu perlahan-lahan berubah menjadi seorang kakek yang menyeramkan. Banyak murid juga berubah menjadi orang yang menyeramkan. Mereka semua menggunakan pakaian berwarna hitam dengan gambar tengkorak merah dibelakangnya.
"Aku tidak butuh bantuan semut seperti mereka. Aku memiliki bantuan yang jauh lebih kuat" Tiba-tiba muncul keenam Dewan Pengatur Kota beserta Heilang dan Huolong.
"Kalian bersenang-senanglah dengan yang lain, kakek tua ini milikku" Fang An berbicara sambil tersenyum.
Mereka semua langsung berpencar dan menyerang para murid yang berubah. Mereka juga membantu master sekte beserta murid-murid yang tidak berubah untuk segera pergi menjauh dari tempat itu.
"Kau memiliki pengikut yang kuat" Kakek itu memuji kekuatan para dewan pengatur kota.
"Bisakah kita segera bertarung? Aku ingin cepat-cepat pulang" Fang An berbicara dengan nada malas kepada kakek yang ada dihadapannya.
"Baiklah jika itu maumu" Kakek itu langsung menyerang Fang An dengan cepat.
Kakek itu menggunakan sebuah tombak sebagai senjatanya. Setiap serangan darinya memiliki kekuatan yang besar. Fang An menggunakan tangan kosong untuk menangkis serangan-serangan itu. Semakin lama serangan dari kakek itu semakin cepat, hingga ada satu serangan yang terlalu cepat sampai hampir mengenai jantung Fang An. Namun tiba-tiba tombak itu ditahan oleh sebuah pedang.
__ADS_1
Fang An dengan sangat cepat mengeluarkan pedang milik dewa perang untuk menangkis serangan yang hampir membunuhnya. "Ternyata aku terlalu meremehkanmu, baiklah aku akan bertarung dengan serius" Fang An melapisi pedang yang ada ditangannya dengan api yang berwarna hitam. Tubuh Fang An juga dikelilingi oleh petir-petir berwarna Ungu.
"Jangan berpikir hanya kau yang menahan kekuatanmu. Lihatlah kekuatanku, akulah raja tombak dari sekte Tengkorak 3 Warna" Kakek itu mengeluarkan aura yang mencekam. Tombak miliknya juga terlihat semakin kuat.
Kakek itu langsung menyerang Fang An dengan sangat cepat. Setiap serangan mereka bertemu, akan terjadi gelombang kejut yang sangat kuat. Semua orang yang melihat ini sangat terkagum-kagum dengan kehebatan kedua orang itu. Bisa dibilang mereka termasuk dalam jajaran orang terkuat di daerah ini.
"Aku tidak menyangka kau sekuat ini, sudah sangat lama aku tidak bersenang-senang seperti ini" Kakek itu terlihat sangat menikmati pertarungannya.
Disisi lain Fang An juga terlihat sangat bahagia. Senyuman diwajahnya tidak menghilang dari sejak awal ia bertarung. "Kau ingin tau sesuatu? Aku tidak hanya bisa bela diri" Fang An melompat mengambil jarak yang cukup jauh.
"Sihir Kegelapan : Panah Kegelapan"
"Sihir Api : Panah Api"
Fang An mengeluarkan tiga jurus sekaligus. Lalu muncul banyak sekali anak panah disekitar Fang An.
"Kau ternyata memiliki banyak misteri, ini semakin menyenangkan" Kakek itu terlihat sangat senang.
---
Sementara itu para dewan yang sedang bertarung langsung berhenti bertarung dan berusaha pergi sejauh mungkin.
"Penguasa terlalu menikmati pertarungannya, cepat bawa semua yang bisa kalian bawa lalu secepatnya pergi dari sini" Aelfric berteriak kepada semua rekan-rekannya.
Mereka semua langsung melarikan diri secepat yang mereka bisa.
__ADS_1
---
Fang An menggerakkan panah-panah miliknya ke arah kakek itu. Secara bersamaan Fang An juga maju menyerang kakek itu. Ketika serangan mereka bertemu terjadi ledakan yang sangat besar. Untung saja semua yang ada disitu sudah berhasil menjauh dari jangkauan serangan itu.
Asap hitam mengepul di udara selama beberapa saat. Setelah asap itu menghilang mereka melihat dua orang yang masih saling menyerang. Mereka sama-sama mendapatkan beberapa luka, namun tidak ada luka yang parah.
"Sepertinya jika kita bertarung dengan penguasa aku yakin kita tidak akan bisa bertahan lebih dari 3 serangan" Diablo tersenyum melihat kehebatan Fang An.
---
"Ternyata kau sangat" Fang An memuji daya tahan dari kakek yang sedang dihadapinya.
"Aku yakin jika kau pergi ke wilayah kuno, kau akan masuk ke jajaran orang terkuat disana" Kakek itu melompat mengambil jarak dari Fang An.
"Kau terlalu memuji" Fang An tersenyum kepada kakek itu.
"Aku mengakui kekalahanku, cepat bunuhlah aku" Kakek itu tersenyum dan mengakui kekalahannya.
"9 Jurus Penguasa : Jurus Kesembilan Penyembuhan Total" Fang An tidak membunuh kakek itu, ia malah menyembuhkan kakek itu.
"Mengapa kau melakukan ini?" Kakek itu tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Aku memberikanmu kesempatan, jadilah temanku dan berhentilah berbuat jahat" Fang An mendekat ke arah kakek itu.
"Kau? Terima Kasih. Aku akan berhenti berbuat jahat dan akan menjadi pengikutmu" Kakek itu langsung bersujud dikaki Fang An.
__ADS_1