
Fang An tidak langsung pergi ke Sekte Awan. Ia ingin melakukan beberapa persiapan. Sudah 2 bulan berlalu tapi Fang An belum memberikan tanda-tanda ia akan pergi ke sekte Awan.
"Tuan, kapan kau akan Menaikan Tingkatanmu? dan juga kapan kau akan pergi ke Sekte Awan?" Sang Naga bertanya kepada Fang An yang sedang duduk bersila diatas kasurnya.
Fang An tidak menjawab, ia hanya terus diam. Setelah 30 menit berlalu akhirnya Fang An membuka matanya "Setelah Aku mencapai Lapisan Ke-60 Penyempurnaan Qi" Fang An menjawab Pertanyaan yang Naga tanyakan 30 menit yang lalu. "Dan aku akan pergi ke Sekte Awan ketika aku sudah mencapai Tingkatan Pembangunan Fondasi" Sambung Fang An lagi.
"Berarti kau akan menaikan Tingkatanmu sekarang?" Sang Naga bertanya lagi.
"Ya, Kau pastikanlah tidak ada yang memasuki kamarku" Ucap Fang An kepada Sang Naga.
Fang An mengeluarkan sebuah Pill yang ia buat sendiri. Ia memberi nama Pill itu Pill Kebangkitan. Pill itu memiliki Khasiat yang sangat baik dan Pill itu bisa membantu Fang An menembus Tingkatan Pembangunan Fondasi.
Fang An lalu memakan Pill itu. Awalnya Fang An tidak merasakan Apa-apa. Namun Semakin lama Fang An merasakan Dingin yang menusuk sampai ketulangnya. Namun Tidak lama setelah itu ia Merasakan panas yang mampu membakar tulang-tulangnya. Hal itu terjadi berulang kali.
Setelah 2 bulan berlalu akhirnya Fang An membuka matanya. Fang An terlihat sangat berbeda. Ia bertambah tinggi dan badannya terlihat lebih berotot, meskipun tidak terlalu besar, Rambutnya berubah menjadi warna merah, dan tentunya dia semakin tampan. Jika orang melihatnya pasti mereka mengira Fang An sudah berusia 18 tahun.
---
Fang An berjalan Keluar dari rumahnya. "Siapa Kau? kenapa kau keluar dari rumah bosku!" tiba-tiba seorang pemuda berbadan kekar berteriak kepada Fang An.
"Kau Buta? Bagaimana bisa kau berkata aku bosmu, sedangkan kau tidak mengenaliku" Ucap Fang An dengan kesal.
__ADS_1
"Kau Bos Fang An?" Wang Zhou terkejut melihat perubahan yang terjadi pada Fang An.
"Aku juga tidak tau mengapa tubuhku menjadi seperti ini, yang aku tau ketika aku selesai menerobos Tingkat Pembangunan Fondasi, tubuhku sudah menjadi seperti ini" Fang An menjelaskan Apa yang terjadi pada Wang Zhou.
"Sepertinya Kau akan mendapatkan Masalah baru mulai sekarang" Ucap Wang Zhou sambil tertawa kecil.
"Apa yang kau maksud?" Fang An tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Wang Zhou.
"Suatu saat kau akan mengerti" Ucap Wang Zhou. "Jika kau sudah pindah ke sekte Awan, jangan pernah melupakanku Bos" Ucap Wang Zhou sambil tersenyum.
"Jika kau ingin keluar dari sekte ini pergilah ke kerajaan kecil yang ada dibarat tempat ini, Aku akan menjemputmu ketika aku sudah kuat." Ucap Fang An sambil memberikan lencana Kerajaan.
"Kau Pangeran dari kerajaan Seribu Pedang? dan kau mengatakan kerajaanmu merupakan kerajaan kecil?" Wang Zhou terkejut melihat lencana yang diberikan oleh Fang An. Ia lebih terkejut lagi Fang An mengatakan kerajaannya merupakan kerajaan kecil. Padahal kenyataannya Kerajaan Seribu Pedang merupakan kerajaan terkuat kedua di kekaisaran Langit Biru ini.
---
Fang An langsung memasuki kediaman Tetua Agung.
"Kau baru mencapai tahap awal Pembangunan Fondasi, namun kekuatanmu bahkan dapat mengalahkan orang yang berada ditahap akhir Pembentukan Inti dengan sangat mudah" Ucap Tetua Agung yang sedang berdiri dihadapan Fang An.
"Tetua Aku Akan pergi ke Sekte Awan, Terima Kasih atas bantuanmu selama ini" Ucap Fang An sambil memberi Hormat.
__ADS_1
"Aku akan berkunjung kepadamu jika ada waktu" Ucap Tetua Agung sambil tersenyum.
---
Fang An membeli Seekor kuda saat ia keluar dari Sekte Gunung Surga. Lalu ia langsung melakukan perjalanan menuju Sekte Awan. Sebenarnya ia bisa saja meminta salah satu tetua sekte Awan untuk menjemputnya, Namun Fang An ingin menikmati perjalanannya kali ini.
Fang An menemukan Desa pertama setelah ia berjalan menaiki kudanya selama 6 jam. Fang An melihat desa ini cukup bagus. Ada beberapa penginapan yang bagus, dan juga ada beberapa restoran. Fang An tiba-tiba berhenti didepan salah satu restoran, karena ia melihat seorang anak kecil dengan pakaian yang sudah tidak layak pakai, sedang dimarahi oleh salah satu pegawai disitu.
Fang An melihat gerak gerik dari pegawai itu, dan ketika pegawai itu ingin memukul si anak kecil, Fang An langsung menahan tangan pegawai itu secepat kilat.
"Kau tidak harus memukulnya kan?" Fang an bertanya sambil mengeluarkan Aura mengintimidasi kepada pegawai itu
"Maafkan saya tuan, saya hanya menjalankan tugas. Anak ini tidak memiliki uang, sehingga saya tidak bi-" Pegawai itu tidak melanjutkan kata-katanya, karena tiba-tiba Fang An melemparkan sebuah kantong yang berisikan 100 Koin perak.
"Berikan padaku semua makanan yang ada direstoran ini" Ucap Fang An kepada pegawai itu.
"Bolehkan aku meminta sedikit makananmu? Kakakku sedang sakit dan dia belum makan sejak kemarin malam" Anak Kecil itu tiba-tiba menarik tangan Fang An dengan pelan.
"Aku membeli makanan ini memang untukmu" Ucap Fang An sambil tersenyum kepada anak kecil itu.
Setelah beberapa saat akhirnya ada beberapa pegawai yang keluar membawa banyak makanan.
__ADS_1
"Antarkan makanan itu ke rumah anak ini" Ucap Fang An lalu melempar satu koin emas kepada mereka.