Legenda Murid Tiga Dewa

Legenda Murid Tiga Dewa
Ch.35 Berlatih Menjadi Alkemis


__ADS_3

Sudah satu bulan Fang An berada dalam sekte ini. Fang An tidak melakukan sesuatu yang berarti selain berkultivasi dan berlatih.


Berkat berkultivasi setiap Hari Fang An sekarang berada pada tingkatan pembentukan Qi Lapisan ke-9. Kebanyakan orang mengetahui bahwa pembentukan Qi hanya sampai Lapisan ke-9 dan mereka langsung menaikan tingkatan menjadi Pembangunan Fondasi, namun Kaisar Langit mengatakan kepada Fang An bahwa sebenarnya Pembentukan Qi memiliki 15 Lapisan, karena itu Fang An ingin mencapai Lapisan ke-15 baru ia akan menaikan tingkatannya.


Fang An tidak sengaja melihat lencana yang diberikan oleh tetua Agung bulan Lalu. "Mungkin aku Akan ke tempatnya untuk mencari udara Segar" Ucap Fang An Lalu pergi ke tempat tetua Agung berada.


Tempat tinggal tetua Agung berada di atas Gunung. Fang An menghabiskan waktu 4 jam untuk sampai dipintu masuk tempat tinggal tetua Agung. "Divisi Alkemis?" Fang An membaca papan yang Ada diatas pintu masuk.


"Akhirnya Kau datang Juga" Terdengar suara yang tidak asing ditelinga Fang An, namun Fang An tidak dapat melihat dimana orang itu. "Masuklah Aku didalam" mendengar itu Fang An langsung masuk kedalam.


"Kau menungguku?" Fang An bertanya kepada tetua Agung.


"Kau masih bertanya?" Tetua Agung balik bertanya kepada Fang An.


Fang An tidak ingin membahas itu. "Aku melihat didepan pintu Ada tulisan Divisi Alkemis, Apakah kau seorang Alkemis?" Fang An bertanya tentang tulisan yang ia lihat tadi.


"Jika Aku bukan alkemis lalu kenapa aku tinggal disini" Ucap Tetua Agung itu. "Karena aku seorang Alkemis makanya Aku ingin kau menjadi muridku" Sambungnya lagi.

__ADS_1


"Apa hubungan kau alkemis dan aku menjadi muridmu?" Fang An tidak mengerti apa yang dikatakan Tetua Agung.


"Otakmu ternyata tidak sehebat kekuatanmu" Ucap Tetua Agung mengejek. "Aku melihat pengendalian apimu sangat bagus, dan itu Akan membuatmu mahir dalam membuat Pill" Sambungnya lagi.


"Ohh karena itu. Karena kau rekanku Aku ingin kau mengajariku membuat Obat dan Pill" Ucap Fang An dengan santai.


"Bacalah ini, kembalilah jika sudah mahir" Ucap Tetua Agung sambil Melempar buku ke arah Fang An.


Karena Fang An tidak siap untuk menangkap, Buku itu mengenai muka Fang An"Kau tidak mengerti sopan?" Ucap Fang An dengan emosi.


"Tidak usah banyak bicara, Pergilah Aku ingin tidur" Ucap Tetua Agung dengan nada malas.


Fang An sedang membaca buku yang diberikan Tetua Agung didalam kamarnya. Fang An membaca Buku itu dengan teliti dan Juga ia langsung mempraktekkan Apa yang Ada disitu.


Didalam buku itu tertulis Banyak Resep Obat dan Juga Cara pengolahan, Ada Juga Cara untuk membuat Tungku pembakaran menggunakan api sejati. Fang An sudah menghafal bahan-bahan dan Cara pengolahan dari banyak obat dan pill, Ia Juga sudah bisa membuat Tungku dari api sejati. Fang An Juga tidak lupa untuk Berkultivasi.


Setelah Satu bulan berlalu Fang An sudah mencapai Pembentukan Qi Lapisan ke-13. Kecepatan Kenaikan tingkat Praktik Fang An sangat diluar nalar manusia.

__ADS_1


Fang An kembali pergi ke tempat tetua Agung berada.


"Aku sudah menguasai apa yang Ada dalam buku ini" Ucap Fang An sambil Melempar buku yang Ada ditangannya ke arah tetua Agung, Namun tetua Agung dapat dengan mudah menangkap Buku itu.


"Kau mencoba menipuku?" Tetua Agung tidak percaya Fang An telah menguasai semua yang Ada di buku itu.


Fang An langsung Membuat Tungku pembakaran menggunakan api sejati Miliknya dihadapan Tetua Agung. "Masih tidak percaya?" Ucap Fang An membanggakan dirinya.


Tetua Agung terkejut melihat pencapaian Fang An. Ia bahkan membutuhkan Waktu 5 tahun untuk menguasai Cara membuat Tungku pembakaran menggunakan api sejati. "Kau memang jenius" Ucap Tetua Agung yang terlihat sangat bangga kepada Fang An.


"Persiapkan dirimu untuk ujian Alkemis 6 bulan lagi, Kau harus menjadi nomor satu diseluruh kerajaan ini, Jika seorang Pangeran menjadi Alkemis yang hebat, maka rakyatnya sangat mengaguminya" Ucap Tetua Agung lagi.


"Kau mengetahui Aku seorang Pangeran?" Fang An terkejut mengetahui Tetua Agung Tau ia seorang Pangeran.


"Kakekmu adalah sahabatku, bagaimana mungkin Aku tidak mengenali cucunya" Ucap Tetua Agung santai.


"Umurmu sama dengan Kakekku?" Fang An terkejut mendengar bahwa kakeknya adalah sahabat tetua Agung.

__ADS_1


"Menurutmu?" Tetua Agung balik bertanya.


__ADS_2