
Wasit memberikan tanda untuk memulai pertarungan.
Luo Zhenxiang langsung bergerak menyerang Fei Ruo. Mereka bertarung jarak dekat dan bertukar puluhan jurus. Mereka berdua terlihat imbang.
"Tetua, bukankah kau bilang Fei Ruo dapat menyelesaikan ini Hanya dengan Beberapa jurus?" Fang An bertanya kepada Tetua Agung, Karena yang ia lihat tidak sesuai dengan yang dikatakan oleh tetua Agung.
"Kau pikir Ruo sudah serius?" Ucap Tetua Agung sambil Tersenyum. "Jika itu Aku, Aku akan menghabisinya dengan satu serangan" Tiba-tiba Tetua Agung bersuara dengan keras.
"Kau selalu mengganggu kesenanganku kek, Baiklah akan kutunjukan kekuatanku yang sebenarnya" Ucap Ruo yang terlihat kesal karena diganggu oleh Tetua Agung.
Fei Ruo Mengeluarkan aura yang sangat dingin. Tangannya Mengeluarkan es, matanya menjadi Biru menyala, Rambut Hitamnya berubah menjadi Putih.
"Kau rasakan ini!" Fei Ruo berteriak lalu menyerang Luo Zhenxiang.
Luo Zhenxiang langsung memasang posisi bertahan. Ia menggunakan Pedangnya untuk menangkis setiap serangan Fei Ruo.
"Kau cukup hebat untuk menangkis Beberapa seranganku" Ucap Fei Ruo sambil Tersenyum. "Tapi kau belum cukup hebat untuk mengalahkanku" Ucap Fei Ruo percaya diri.
Fei Ruo Kali ini menyerang lagi. Namun kali ini serangannya lebih kuat dan cepat. Zhenxiang dapat menangkis Beberapa serangan, namun tubuhnya sudah dipenuhi luka, dan semakin lama Luka itu semakin bertambah.
"Kau sangat hebat Nona Ruo, tapi Aku harap kau tidak membangunkan Singa" Zhenxiang masih dapat berbicara santai, meskipun dirinya tidak terlihat baik-baik saja.
"Aku Akan membekukan Singa itu jika di-" Fei Ruo tidak dapat melanjutkan perkataannya, Ia terlempar ke pinggir Arena.
"Kau ingin membekukanku?" Penampilan Luo Zhenxiang terlihat berbeda, Matanya menjadi sangat tajam, Rambutnya berubah Warna menjadi Merah. "Aku akan menghancurkanmu sebelum kau membekukanku" Ucap Luo Zhenxiang lalu Langsung menyerang Fei Ruo.
__ADS_1
Fei Ruo langsung menangkis semua serangan Luo Zhenxiang, Mereka bertukar lebih dari seratus serangan. Semakin lama serangan keduanya semakin Kuat dan Cepat. Mereka terlihat imbang, bahkan Tetua Agung terkejut ini dapat terjadi.
Fei Ruo sedang dalam posisi yang tidak menguntungkan, ia sudah hampir kehabisan Qi Miliknya. Semakin lama serangan Fei Ruo Mulai melambat, ia Mendapatkan banyak Luka yang disebabkan oleh serangan-serangan Zhenxiang.
"Aku menyerah" Fei Ruo merasa ia sudah tidak memiliki harapan untuk menang disini.
"Jangan berharap banyak! Aku akan menghancurkanmu" Luo Zhenxiang tidak menghentikan serangannya, bahkan serangannya semakin Kuat.
Semua yang melihat itu terkejut, namun pada saat wasit ingin memisahkan tiba-tiba Ada seorang Anak yang lebih muda dari mereka berdiri ditengah-tengah arena.
"Hormat senior Luo, bukannya aku ingin mengganggumu tetapi Pertandingan ini sudah selesai, Jika kau masih mau melanjutkannya Aku tidak menjamin kepalamu akan tetap berada pada tempatnya" Ucap Anak itu sambil Tersenyum. Namun cuma dengan mendengar Kata-kata anak itu, Luo Zhenxiang merasakan hidupnya dalam bahaya.
"Maafkan Mataku yang buta ini" Luo Zhenxiang Memberi hormat, Lalu ia turun dari arena.
"Fang An, Aku tidak menyangka kau mencari kesempatan dalam kesempitan" Tiba-tiba Tetua Agung berada didepan Fei Ruo dan anak yang menggendongnya yang tidak lain adalah Fang An. "Turunkan Cucuku sekarang atau kau akan kehilangan tanganmu" Tetua Agung Mengeluarkan aura yang kuat.
"Kau terlalu berlebihan, padahal aku baru saja ingin melaku-" Fang An tidak melanjutkan kata-katanya.
"Terus berbicara dan aku aka memotong pita suaramu" Tetua Agung terlihat sangat mengintimidasi.
"Kau terlalu menganggapnya serius Tetua, Hanya bercanda hehe" Ucap Fang An dan langsung menurunkan Fei Ruo.
"Terima kasih Fa-" Fei Ruo ingin memeluk Fang An, tetapi Fang An langsung menghindarinya.
"Apakah kau ingin membunuhku Nona Fei? Lihatlah Serigala dibelakangmu" Fang An masih punya akal sehat, ia mengetahui Tetua Agung memiliki Pemikiran yang sama sepertinya, jika ia berkata Akan melukai seseorang, dia pasti akan melakukan itu.
__ADS_1
"Kakek bisakah ka-" Fei Ruo ingin menyuruh Tetua Agung pergi, namun tiba-tiba Tetua Agung menggendong Fei Ruo pergi.
"Tidak usah menggoda cucuku, Setelah ini Pertandinganmu, persiapkan dirimu. Jika kau menang Aku akan memberikan Fei Ruo, tapi jika kau kalah Aku akan menghabisimu" Ucap Tetua Agung lalu pergi.
"Peserta yang memegang nomor dua Silahkan Naik ke arena" Ucap Orang yang menjadi Wasit pada babak ini.
Fang An Naik ke atas arena perlahan-lahan. Di atas arena sudah Ada seorang pemuda yang memegang Pedang besar.
"Fang An Memberi hormat kepada senior" Ucap Fang An sambil Memberi hormat.
"Kau memanggilku senior, itu seperti penghinaan. Bagaimana mungkin orang yang mampu menghentikan Zhenxiang Hanya dengan Kata-kata memanggilku senior" Ucap Pemuda itu. "Saudara Fang, Aku Luo Zhi akan berusaha untuk mengalahkanmu" Sambung pemuda itu lagi.
"Kau terlalu memujiku Senior Luo" Ucap Fang An merendah.
"Kau Tau Saudara Fang? Rendah Hati yang berlebihan adalah suatu Kesombongan" Ucap Luo Zhi sambil Tersenyum.
"Kau sangat pintar senior Luo" Ucap Fang An sambil tersenyum. "Baiklah karena kau sudah mengetahuinya, Aku Akan membuatmu meminta Aku untuk membunuhmu" Tiba-tiba Suara Fang An menjadi dingin. Keluar aura yang mengintimidasi dari tubuh Fang An.
"Seperti dugaanku, Kau memang orang terkuat yang Ada disini" Ucap Luo Zhi Lalu memegang Pedang besar dan bersiap untuk menyerang.
"Jangan pikir Hanya kau yang memiliki Pusaka" Fang An baru menyadari Pedang besar milik Luo Zhi merupakan Pusaka Tingkat 7. Fang An sebenarnya tidak berniat menggunakan Pagodanya. Tapi ia ingin bermain-main sedikit.
"Pusaka Langit?" Luo Zhi terkejut melihat seorang anak kecil dihadapannya memiliki Pusaka Langit.
"Baiklah Mari Kita bersenang-senang" Ucap Fang An sambil tersenyum walaupun senyumannya terlihat seperti senyuman seorang Pembunuh.
__ADS_1