
Fang An sedang bersiap-siap untuk pergi dari Sekte Pilar Naga.
“Apakah kau akan benar-benar pergi?” Tiba-tiba Feng Ho muncul entah darimana.
“Ya, aku akan melakukan perjalanan untuk mencari sesuatu” Fang An menjawab sambil tersenyum kepada Feng Ho.
“Fang An, aktingmu tadi sangat luar biasa” Tiba-tiba master sekte datang dengan muka yang gembira.
“Kau terlalu memuji. Hanya dengan cara seperti itu aku bisa mencapai tujuanku sekaligus membuat tetua-tetua itu menjadi lebih baik” Fang An menjawab sambil memberi hormat kepada master sekte.
“Aku harap kau bisa mencapai tujuanmu” Ucap master sekte sambil memberikan sebuah lencana yang terbuat dari emas.
Saat Fang An melihat lencana itu ia menjadi sangat terkejut. “Master? Bukankah ini lencana tetua agung? Mengapa kau memberikan ini?” Fang An tidak bisa menahan keterkejutannya dan langsung menanyakan beberapa pertanyaan.
“Kenapa? Karena hanya kau yang pantas menjadi tetua agung sekte ini” Master sekte menjawab pertanyaan Fang An dengan singkat.
“Murid memberi hormat kepada tetua agung” Tiba-tiba murid-murid kelas buangan dan juga Feng Ho berlutut dan memberi hormat kepada Fang An.
“Terima kasih master” Fang An memberi hormat kepada master sekte.
---
Fang An saat ini baru saja meninggalkan sekte pilar naga. Sebenarnya dia pergi bukan karena master sekte, namun karena ia baru saja mengetahui bahwa di wilayah kuno masih ada keluarga Fang yang tersisia, tapi tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaan mereka.
Fang An mengetahui hal ini dari master sekte. Master sekte mengatakan bahwa keluarga Fang dahulu merupakan keluarga yang sangat kuat, namun mereka tiba-tiba menghilang saat Fang Weiheng menjadi dewa.
“Keluarlah, apa kau tidak lelah mengikutiku?” Fang An menyadari sejak ia pergi dari sekte ada seorang gadis yang mengikutinya.
Seperti yang diketahui Fang An, tiba-tiba muncul seorang gadis dihadapna Fang An. “Mohon jadikan aku sebagai muridmu” Gadis itu tiba-tiba berlutut dihadapan Fang An.
“Apa yang kau lakukan?!” Fang An terkejut melihat apa yang dilakukan gadis itu, ia langsung mendekati gadis itu dan membantunya untuk berdiri.
“Aku tidak akan berdiri sebelum kau menerimaku menjadi murid” Gadis itu tetap berlutut dan tidak mau berdiri.
__ADS_1
Melihat hal itu Fang An merasa tidak ada pilihan lain. Fang An tiba-tiba menyerang gadis itu, namun gadis itu tidak melakukan apapun saat Fang An menyerangnya. Gadis itu tetap berlutut dan tidak bergerak sama sekali. Saat serangan Fang An sudah dekat dengan gadis itu, tiba-tiba muncul lingkaran berwarna hitam yang menelan serangan itu.
“Baiklah, kau sekarang menjadi muridku” Fang An sekali lagi membantu gadis itu untuk berdiri.
“Terima kasih guru” Gadis itu memberi hormat sambil menangis.
Fang An lalu mengajak gadis itu untuk pergi bersamanya.
---
Selama diperjalanan, Fang An menanyakan banyak hal kepada gadis itu. Berdasakan cerita dari gadis itu, ia bernama Liu Jia Li. Gadis itu berkata bahwa ia merupakan anak dari ketua kelompok taring serigala.
Kelompok taring serigala baru saja dimusnahkan oleh pasukan Kerajaan Bintang. Disaat-saat sebelum ayah Liu Jia Li meninggal, ayahnya mengatakan sesuatu kepadanya. Ayahnya mengatakan bahwa kelompok taring serigala merupakan pelayan setia keluarga Fang, oleh karena itu mereka sangat diburu diseluruh kekaisaran. Ayah Liu Jia Li mendapatkan informasi bahwa ada seorang pemuda yang memiliki marga Fang di sekte pilar naga, sehingga Liu Jia Li diminta untuk menemui orang itu dan menjadi murid orang itu.
Fang An juga melihat Liu Jia Li memiliki bakat yang hebat, Fang An merasa Liu Jia Li memiliki bakat yang sama seperti Chu Hongli.
“Pegang tanganku” Fang An tiba-tiba meminta Liu Jia Li untuk memegang tangannya. Ketika gadis itu memegang tangan Fang An, mereka tiba-tiba berada disuatu tempat yang belum pernah dilihat oleh Liu Jia Li, namun tempat ini sangatlah dikenal oleh Fang An.
“Guru, kita berada dimana?” Liu Jia Li terlihat sangat kebingungan.
“Kita sekarang berada di ibukota kekaisaran api utara” Fang An menjawab pertanyaan muridnya dengan santai.
“Aku tidak pernah mengetahui ada kekaisaran yang memiliki nama seperti itu” Jia Li masih terlihat kebingungan.
“Dunia ini sangat luas, sekarang kita sudah tidak berada di wilayah kuno” Fang An mengelus pelan kepala gadis itu. “Ikuti aku, kita akan menemui adik seperguruanmu” Fang An kemudian berjalan dan diikuti oleh Liu Jia Li.
---
Aula pertemuan Istana Kekaisaran Api Utara.
“Aku tidak menyangka kalian akan memberontak dan mencari kematian kalian sendiri” Seorang elf terlihat menatap orang-orang yang sedang mengepungnya dengan tatapan merendahkan.
“Kau masih menyombongkan dirimu? Istana ini sudah dikepung oleh semua prajurit kekaisaran api utara dan kau tidak memiliki penguasa bodohmu itu disampingmu, sebentar lagi kau pasti akan mati” Salah seorang pria yang mengepung elf itu membuka suara.
__ADS_1
“Jangan pernah bermimpi untuk menjadi kaisar, kami tidak akan membiarkan makhluk hina seperti dirimu menjadi kaisar” Seorang yang lainnya ikut membuka suara.
“Aku tidak mengerti kalian mendapatkan keberanian itu darimana” Tiba-tiba tekanan diruangan itu meningkat drastis. Semua yang ada diruangan itu menjadi sulit bernafas, kecuali elf yang tadi mereka kepung.
“Hormat kepada penguasa” Elf yang tadi dikepung langsung berlutut dan memberi hormat kepada seorang pemuda yang sedang berdiri didepan pintu masuk ruangan itu bersama seorang gadis.
“Berdirilah Aelfric aku tau kau ingin bersenang-senang, jadi silahkan bersenang-senanglah, tapi sisakan satu orang dari mereka dan introgasi dia” Pemuda itu kemudian berbalik badan dan pergi meninggalkan ruangan itu.
---
“Huo Li pergilah dari sini” Seorang anak laki-laki terlihat sedang bertarung dengan beberapa orang yang memiliki tingkatan kultivasi lebih kuat darinya.
“Jangan bercanda Hongli, aku tidak akan meninggalkanmu-!” Anak laki-laki yang lainnya juga terlihat sedang berusaha keras melawan orang-orang yang ada disekitarnya.
“Persahabatan yang sangat mengagumkan, tapi sayangnya persahabatan kalian akan berakhir disini” Seorang pria yang sudah berumur tiba-tiba menyerang salah satu anak laki-laki itu. Serangan pria itu terlihat cukup kuat dan sangat cepat sehingga tidak dapat dihindari.
Anak laki-laki itu langsung terjatuh ketika menerima serangan dari pria tua itu. “Hongli maaf aku tidak bisa membantumu” Ucap Anak itu dengan mulut yang penuh darah.
“Huo Li…kau membunuh Huo Li, aku akan menghabisimu-!” Tiba-tiba anak yang bernama Hongli itu mengeluarkan api disekujur tubuhnya. Rambutnya berubah menjadi warna merah, muncul dua tanduk yang menyerupai tanduk naga.
Aura ditempat itu menjadi sangat mencekam. Hongli terlihat sudah tidak dapat mengontrol kekuatannya. “Aku akan membunuhmu-!” Hongli berbicara dengan nada dingin dan dengan sangat cepat menyerang orang yang telah membunuh Huo Li.
Hongli dengan cepat memukul setiap bagian tubuh dari orang itu. Setiap bagian tubuh yang mengenai serangan Hongli akan langsung terbakar dan menjadi abu. Hanya dalam beberapa kali pukulan orang itu langsung kehilangan nyawanya.
Hongli kemudian menatap semua musuh yang berada disitu dan langsung mengeluarkan api untuk menyerang mereka. Seketika itu semua musuh yang ada disitu langsung berubah menjadi abu.
Hongli kemudian berjalan mendekati mayat temannya. “Huo Li, aku sudah membalaskan kematianmu” Ucap Hongli sambil menangis, tepat sebelum ia kehilangan kesadaran dan terjatuh disebelah mayat temannya.
"Maafkan guru terlambat untuk datang kesini" Tiba-tiba datang seorang pemuda dan seorang gadis. Pemuda itu langsung mengangkat tubuh kedua anak itu.
"Guru, siapa mereka? Kenapa anak itu memiliki kekuatan yang sangat besar?" Gadis yang berada disamping pemuda itu bertanya dengan wajah penuh penasaran.
"Dia adalah adik seperguruanmu dan untuk masalah kekuatannya, kau juga memilki kekuatan yang sama besar dengannya" Ucap pemuda itu dan langsung pergi dari tempat itu.
__ADS_1