Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Rahasia Danau Shenzhen


__ADS_3

"Mulai sekarang sampai seterusnya, aku juga akan menemanimu di saat senang maupun susah. Kamu tidak perlu sedih dan menangis sendirian lagi di sini," kata Yang Fei dengan tatapan yang menunjukkan keseriusannya saat ini.


"Terima kasih," sahut Guo Lin Xu sambil tersenyum.


"Sama-sama," kata Yang Fei yang ikut tersenyum. Mereka berdua sedang berdiri di depan danau sambil menikmati pemandangan di sana sampai mereka tidak menyadari kalau seruling Yang Fei secara tiba-tiba keluar dari jubahnya.


"Serulingmu itu mau apa?" tanya Guo Lin Xu saat melihat seruling itu terbang sendiri ke tengah danau.


"Aku... Aku gak tau. Aku belum bisa mengendalikannya," jawab Yang Fei ragu.


"Hah? Kamu gak bisa mengendalikannya?" tanya Guo Lin Xu. Namun, seruling itu malah membelah danau tersebut dan terlihat ada sebuah jalan menuju ke dasar danau. Seruling itu mengarahkan Yang Fei dan Guo Lin Xu untuk masuk ke dasar danau itu.


"Ini tempat apa?" tanya Yang Fei kepada Guo Lin Xu.


"Aku juga gak tau," jawab Guo Lin Xu.


"Kamu gak tau?" tanya Yang Fei.


"Guru gak pernah kasih tau aku ada tempat lagi di bawah danau ini," jawab Guo Lin Xu jujur.


"Lalu, sekarang kita sudah masuk ke sini. Bagaimana cara keluarnya?" tanya Yang Fei bingung.


"Kenapa kamu tanya sama aku? Mungkin kita harus ikutin arahan seruling ajaibmu itu," sahut Guo Lin Xu.


"Benar juga, tapi benda ini akan membawa kita ke tempat yang lebih dalam, apa tidak akan terjadi masalah?" tanya Yang Fei.


"Sekarang keadaannya sudah begini, mau bagaimana lagi? Kita ikuti saja kemauannya," jawab Guo Lin Xu.


"Oke," kata Yang Fei. Mereka berdua terus mengikuti arah yang seruling itu tunjukkan sampai mereka sampai di suatu tempat yang sangat luas namun hanya terdapat beberapa cahaya lilin dan satu guci arak dengan tiga cangkir di situ.


"Apa? Itu lukisan Guru," kata Guo Lin Xu.


"Orang di sebelah kirinya adalah Ibuku!" teriak Yang Fei.


"Ibumu? Berarti orang di sebelah kanannya mungkin adalah Ayahmu?" tanya Guo Lin Xu sambil mengamati wajah pria pada lukisan yang ada di sebelah kanan Guru Besar Duan Xing.


"Mungkin," jawab Yang Fei yang ikut memperhatikan wajah pria itu dengan seksama.

__ADS_1


"Dia lumayan mirip denganmu," kata Guo Lin Xu.


"Tapi apa tujuan seruling ajaib itu untuk membawamu ke sini?" lanjutnya.


"Bukankah dia membawa kita berdua?" tanya Yang Fei.


"Itu karena dia ada kamu di sini, makanya ada jalan lain yang terbuka," jawab Guo Lin Xu yakin. Selama bertahun-tahun ia ke sini, tidak pernah ada jalan lain yang terbuka selain pintu masuk utama ke Danau Shenzhen.


"Apa jangan-jangan aku punya suatu ikatan dengan tempat ini?" tanya Yang Fei.


"Mungkin saja," jawab Guo Lin Xu. Yang Fei dan Guo Lin Xu terus menelusuri tempat itu sampai ke tengah. Guo Lin Xu langsung mengerjap ketika melihat suatu benda yang tidak asing baginya.


"Kitab Jiang Ke!" seru Guo Lin Xu.


"Itu kitab apa?" tanya Yang Fei.


"Itu Kitab untuk mempelajari ilmu terlarang. Kata rumor yang beredar, siapapun yang mempelajari ilmu itu bisa mendapatkan apa pun yang dia mau, tapi ada sesuatu yang harus dikorbankan dari dirinya," jelas Guo Lin Xu.


"Kenapa bisa disimpan di tempat ini?" gumam Guo Lin Xu heran.


"Tentu saja tidak pernah," jawab Guo Lin Xu.


"Tapi tempat ini memang aneh," imbuhnya sambil terus memperhatikan sekelilingnya.


"Apa kamu mau berjalan lagi sampai ke ujung?" tanya Yang Fei.


"Jalan saja, siapa tahu di ujung ada jalan lain untuk kembali," jawab Guo Lin Xu. Mereka berdua kembali berjalan sampai ke ujung, di mana terdapat dua binatang buas berwujud harimau yang menjaga pintu keluar. Ketika seruling ajaib itu melihat dua binatang buas itu, benda itu langsung masuk ke dalam kantong jubah Yang Fei.


"Mungkin itu pintu keluarnya?" tanya Guo Lin Xu sambil berjalan mendekat.


"Tapi ada dua binatang buas yang menjaga pintu keluar itu," jawab Yang Fei sambil menahan lengan Guo Lin Xu supaya tidak melangkah lebih jauh lagi.


"Hanya dua binatang buas saja, aku bahkan pernah mengalahkan siluman," kata Guo Lin Xu dengan percaya diri.


"Lin Xu, pikirkanlah. Itu pasti bukan binatang buas biasa. Mungkin binatang itu sekuat siluman," sahut Yang Fei.


"Tapi bagaimana kita bisa keluar jika kita tidak mencoba mengalahkan mereka?" tanya Guo Lin Xu.

__ADS_1


"Kita pikirkan caranya dulu," jawab Yang Fei untuk menenangkan Guo Lin Xu.


...****************...


"Xiao Feng! Kenapa kamu malah tidur di sini?" tanya Hua Xiang.


"Aku mau tidur sebentar saja, memangnya gak boleh?" sahut Xiao Feng dengan nada kesal karena waktu tidurnya diganggu.


"Boleh saja kalau kamu mau keluar dari tempat ini. Di mana Lin Xu dan Yang Fei?" tanya Hua Xiang.


"Aku suruh mereka untuk menunggu di tempat yang tadi," jawab Xiao Feng dengan santainya.


"Tadi aku sudah memeriksa ke sana, mereka tidak ada!" teriak Hua Xiang panik.


"Bagaimana bisa tidak ada? Mungkin mereka sedang berjalan-jalan di sekitar situ," kata Xiao Feng yang masih berbaring di tempat tidurnya.


"Ayo kita cari mereka!" ajak Hua Xiang sambil menarik lengan Xiao Feng sehingga mau tidak mau Xiao Feng harus ikut mencari Yang Fei dan Guo Lin Xu.


"Lin Xu, Yang Fei! Kalian di mana?" tanya Hua Xiang di luar sana.


"Itu suara Hua Xiang!" seru Guo Lin Xu yang terkejut.


"Lin Xu, Yang Fei, apa kamu bisa mendengar kami?" tanya Xiao Feng sambil berteriak.


"Jika mereka tidak bisa mendengarkan kita, untuk apa kita terus berteriak untuk mencari mereka? Lin Xu juga bisa melindungi dirinya sendiri dan Yang Fei. Apa yang kamu khawatirkan?" tanya Xiao Feng.


"Kamu itu terlalu santai! Bagaimanapun juga, kita harus menemukan mereka. Jika Guru tau kalau kita berdua terpisah dari mereka, apa kamu pikir Guru tidak akan marah?" tanya Hua Xiang sambil menjitak kepala Xiao Feng.


"Kita harus keluar dulu dari sini," kata Yang Fei.


"Seruling, tolong tunjukkan kami jalan lain!" perintah Yang Fei sambil memegang seruling itu. Ia memang belum menguasai ilmu apa pun untuk mengendalikan seruling ajaib itu, tapi anehnya seruling itu mengeluarkan cahaya berwarna biru dan langsung memperlihatkan suatu pintu lain yang dapat membawa mereka berdua keluar dari tempat ini.


"Ayo!" ajak Yang Fei sambil memegang tangan kanan Guo Lin Xu.


Bersambung......


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ☺️

__ADS_1


__ADS_2