
"Baik, akan aku lakukan sesuai kemauanmu. Tapi bagaimana dengan makanan dan minumanmu?" tanya Xiao Chuan dengan wajah cemas.
"Itu mudah. Biar aku yang urus," jawab Yang Fei.
Yang Fei pun mengeluarkan Seruling Hei Tian dari jubahnya dan meniup seruling ajaibnya sehingga Serangga Lima Kaki yang berkeliaran di dalam ruangan senjata itu jatuh pingsan ke lantai. Setelah itu, Yang Fei menyuapi makanan dan minumannya kepada serangga itu.
"Kenapa kau memberikannya kepada serangga itu?" tanya Xiao Chuan dengan wajah kebingungan.
"Serangga itu adalah binatang peliharaan suku Iblis. Dia akan baik-baik saja jika mengonsumsi makanan dan minuman dari suku Iblis," jawab Yang Fei sambil tersenyum.
"Harus kuakui, kau memang pintar." Xiao Chuan melipat kedua tangannya di depan dada sembari mengamati Yang Fei.
"Terima kasih atas pujiannya," sahut Yang Fei sembari menyimpan kembali seruling di tangan kanannya ke dalam jubahnya.
"Kalau begitu, aku akan membawakan nampan ini ke luar," sahut Xiao Chuan. Yang Fei pun mengangguk.
"Yu Long," panggil Xiao Chuan. Yu Long yang mendengar suara Xiao Chuan pun segera merespon.
"Apa Yang Fei sudah memakan makanannya?" tanya Yu Long dengan nada antusias.
"Sudah," jawab Xiao Chuan.
Pintu keluar dari ruangan senjata itu pun terbuka secara otomatis. Xiao Chuan langsung melangkah keluar dari ruangan gelap itu.
"Bagus. Taruh itu di dapur dan kembalilah ke penjara supaya Yang Fei tidak merasa curiga," ucap Yu Long yang entah sejak kapan sudah berdiri di hadapan Xiao Chuan dengan wajah mengerikannya itu.
"Baik, tapi kau jangan lupa untuk memberikan apa yang sudah kita sepakati dulu," ucap Xiao Chuan mengingatkan.
Yu Long pun tersenyum licik dan mengangkat kedua alisnya sambil berkata, "Kau tenang saja. Aku pasti akan memberikannya bersamaan dengan obat penawarmu besok siang."
"Baik, terima kasih."
__ADS_1
Xiao Chuan segera pergi ke dapur dan menaruh nampan itu di sana. Sementara itu, ia juga mengamati ruangan dapur itu dengan saksama.
"Aneh, kenapa ukuran ruang dapur ini begitu luas?" gumam Xiao Chuan sambil mengernyitkan keningnya.
Tidak lama kemudian, muncul sebuah asap hitam di belakang Xiao Chuan.
"Jangan terlalu lama berada di dalam dapur! Jika kau lapar, kau boleh ambil salah satu bakpao yang ada di dalam panci," ucap Yu Long dengan nada tinggi.
"Baiklah, maka izinkan aku untuk mengambil bakpao daging ini. Terima kasih," sahut Xiao Chuan sembari mengambil sebuah roti. Kemudian, ia segera pergi meninggalkan ruang dapur itu.
"Yu Long, bisakah aku tidak tidur di penjara malam ini?" tanya Xiao Chuan lirih.
"Jadi kau mau tidur di mana? Di kamarku?" sahut Yu Long sambil mendengus kesal.
"Bukan begitu, aku hanya tidak tahan untuk tidur dengan udara yang sangat lembap di dalam penjara. Bagaimana jika aku tidur di dapur saja?"
Xiao Chuan mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum licik.
Yu Long tidak langsung menyetujui permintaan Xiao Chuan, melainkan ia memberikan beberapa syarat untuk Xiao Chuan.
"Kalau kau mau tidur di dapur boleh saja, tapi jangan seperti orang yang sudah tidak makan selama 3 hari. Dan jangan pernah mencoba-coba untuk melakukan hal-hal aneh di dapur. Jika sampai terjadi sesuatu, kau harus bertanggung jawab penuh. Apa kau sudah mengerti?"
"Iya, aku mengerti. Aku pasti tidak akan macam-macam di dapur. Terima kasih, Yu Long," sahut Xiao Chuan sambil berjalan memasuki dapur.
Kenapa dia takut aku akan menyebabkan masalah di dapur? Apa benar-benar ada sesuatu di dalam sini? tanya Xiao Chuan dalam hati.
Rasa penasaran Xiao Chuan semakin mendalam dan akhirnya ia pun memegang banyak peralatan di dapur untuk mencari tahu ada apa di dalam ruangan seluas ini.
Langkahnya terhenti tepat di depan sebuah lukisan yang dipajang di tengah-tengah dapur. Lukisan itu menggambarkan seorang wanita cantik yang sedang tersenyum. Paras wanita itu mirip sekali dengan seorang dewi.
Xiao Chuan yang penasaran segera mendekati lukisan itu. Ia pun tertarik untuk membuka lukisan itu. Namun, ia sangat terkejut setelah menemukan ada sesuatu di balik lukisan indah itu.
__ADS_1
"Ada sebuah pintu dibalik lukisan, menarik sekali," gumam Xiao Chuan.
Ia mencoba untuk membuka pintu itu dengan jurus pedangnya, namun pintu itu tidak bisa dibuka. Setelah mencoba sebanyak 3 kali, Xiao Chuan menghentikan aksinya.
Xiao Chuan berpikir sejenak tentang apa yang bisa ia lakukan untuk membuka pintu di hadapannya ini. Ia pun segera memakai jurusnya untuk bisa berkomunikasi dengan Yang Fei tanpa harus bertemu langsung.
"Yang Fei," panggil Xiao Chuan.
"Ada apa? Kenapa kamu memakai jurus tatapan jarak jauh?" tanya Yang Fei kebingungan.
"Lihat, ada pintu dibalik lukisan di dapur. Sepertinya ada ruangan rahasia di dalam dapur."
"Aneh sekali. Kenapa kau memberitahuku tentang hal ini?" sahut Yang Fei sambil mengernyitkan keningnya.
"Hehehe, kau seharusnya tahu bahwa aku butuh bantuanmu untuk membuka pintu ini..."
"Dasar licik," gerutu Yang Fei sambil tersenyum masam.
"Ada apa saja di dapur? Apakah di sebelahmu ada sesuatu yang dapat digunakan sebagai kunci pintunya?" imbuh Yang Fei.
"Tidak tahu, aku sudah mengelilingi dapur ini tapi masih tidak bisa menemukan kunci untuk pintu ini."
"Jadi, bagaimana aku yang tidak pernah memasuki dapur bisa tahu kunci dari pintu itu?" tanya Yang Fei sambil menggelengkan kepala.
"Yang Fei, kau sangat pintar. Kau pasti bisa mendapatkan cara untuk membuka pintu ini," ucap Xiao Chuan sambil tersenyum.
"Hati-hati!" seru Yang Fei.
Bersambung......
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊
__ADS_1