Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Mengunjungi Qin Jun


__ADS_3

"Berhenti memanggilku Yang Jun! Apa maumu sebenarnya?" tanya Qin Jun bingung.


Yang Fei pun berjalan mendekat ke arah Qin Jun sambil bertanya, "Apakah kau benar-benar perlu melakukan ini semua, Kak?"


"Yang Fei, kau sama sekali tidak mengerti. Sekarang kau sudah berguru dengan Guru Besar Duan Xing. Kau bisa pulang ke Gunung Xuan Zheng kapanpun yang kau inginkan. Dia akan selalu menyambut kedatanganmu," sahut Qin Jun sembari menghela napas panjang.


"Dia juga akan menyambut kedatanganmu ke Gunung Xuan Zheng, Kak."


"Kita berdua tidak sama. Jika aku keluar dari Istana ini, aku tidak punya rumah lagi. Aku tidak bisa percaya pada siapapun lagi," ucap Qin Jun lirih.


"Apa kau percaya pada Ayah angkatmu saat ini?" tanya Yang Fei penasaran.


"Apa?" balas Qin Jun sembari menatap wajah Yang Fei dengan perasaan bingung.


"Di Istana yang luas ini, siapa yang bisa kau percayai? Apa kau juga percaya pada Shen Tao yang selalu berada di sisimu?" tanya Yang Fei dengan nada tegas.


"Yang Fei, kau-"


"Jawab aku, Kak," sela Yang Fei.


"Aku mengandalkan kekuatanku sendiri untuk bisa bertahan hidup di Istana selama ini."


"Maka kau juga tidak memercayai siapapun di Istana yang kau anggap seperti rumah ini," sahut Yang Fei.


"Setidaknya aku tidak perlu bersusah payah mencari uang dan pekerjaan," balas Qin Jun sembari menghunuskan pedangnya ke leher Yang Fei.


"Bunuhlah aku," ucap Yang Fei sembari menutup kedua matanya.

__ADS_1


"Pergilah! Jangan datang menemuiku lagi!" seru Qin Jun sembari menurunkan pedang yang ia pegang di tangan kanannya.


"Kak, kau tahu semua yang kau lakukan itu salah. Aku tahu kau merasa tidak punya pilihan lain, tapi kau selalu bisa memilih," ucap Yang Fei. Qin Jun pun terdiam sesaat setelah mendengarkan kalimat Yang Fei barusan.


"Apa yang kau mengerti? Kau masih sangat muda," sahut Qin Jun sembari mendengus kesal.


"Kau pasti mendukung pernikahan Yang Mulia Qin Yang karena perintah dari Adipati Qin Ming," sahut Yang Fei.


"Di sisi lain, kau bisa menyingkirkan Yang Mulia Qin Yang dengan mudah karena kau dan Adipati Qin Ming menganggap perasaan Yang Mulia Qin Yang sebagai kelemahan yang dapat membuatnya turun takhta sebagai seorang Raja, bukankah begitu?" tanya Yang Fei sambil tersenyum.


"Yang Fei, jangan membuatku menusukkan pedang ini ke lehermu sekarang!" teriak Qin Jun.


Teriakan Qin Jun itu membuat Shen Tao yang sedang berjaga di depan kamar Qin Jun segera masuk dan menangkap Yang Fei.


"Tuan Yang Fei, tolong segera kembali ke kamarmu," ucap Shen Tao. Yang Fei hanya menatap Shen Tao sekilas tanpa menjawab satu patah kata pun.


"Bagaimana dengan janjimu padaku? Apa kau akan ikut bersamaku?" tanya Yang Fei penasaran.


"Baik, Yang Mulia."


Shen Tao pun segera membawa Yang Fei menghadap Adipati Qin Ming.


"Sudah semalam ini, kau malah membawa seorang anak muda ke hadapanku?" tanya Qin Ming heran.


"Adipati Qin Ming, Hamba diperintahkan oleh Yang Mulia Qin Jun untuk membawa Tuan Yang Fei ke hadapan Anda," ucap Shen Tao sembari memberi hormat.


"Salam, Adipati Qin Ming," sapa Yang Fei sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Ada apa denganmu sampai Qin Jun menyuruh Shen Tao membawamu kemari selarut ini?" tanya Qin Ming penasaran.


"Adipati Qin Ming, Hamba mengunjungi Yang Mulia Qin Jun selarut ini untuk meminta penjelasan darinya. Ia tidak ingin menjelaskan apapun kepada Hamba, jadi bolehkah Hamba bertanya kepada Anda?" tanya Yang Fei sopan.


"Lancang!" seru Song Ming yang berdiri di sebelah kasur Qin Ming.


"Baiklah. Anak muda, siapa namamu? Kau cukup berani juga. Apa yang mau kau tanyakan?" sahut Qin Ming dengan penuh rasa penasaran. Ia juga memberi kode untuk menyuruh Song Ming agar keluar dari kamar tidurnya.


"Nama saya Yang Fei. Saya ingin bertanya kepada Anda, jika seseorang sudah bilang akan ikut dengan Anda, maka seharusnya orang itu menepati janjinya, 'kan?" tanya Yang Fei sambil tersenyum.


"Tentu saja. Itu etika dasar dalam kehidupan," ucap Qin Ming sembari menatap wajah Yang Fei dengan penuh rasa waspada.


"Jadi setelah Yang Mulia Qin Jun mengatakan ingin ikut dengan Hamba, maka seharusnya ia menepati ucapannya, 'kan?" sahut Yang Fei memastikan.


"Apa kau bilang barusan?" tanya Qin Ming kaget.


"Yang Mulia Qin Jun berjanji untuk ikut dengan saya," jawab Yang Fei dengan nada tegas.


"Siapa kau? Atas dasar apa Qin Jun harus ikut denganmu?' balas Qin Ming sembari tersenyum. Yang Fei pun membalas senyuman itu sembari menatap tajam ke arah Adipati Qin Ming yang sedang meremehkannya saat ini.


"Adipati Qin Ming, Anda sendiri yang bilang menepati janji adalah etika dasar dalam kehidupan."


"Yang Fei, kau boleh membawa siapa saja untuk ikut denganmu. Asal jangan kau bawa Qin Jun pergi bersama denganmu," ucap Qin Ming memberi peringatan.


"Hamba mengerti perasaan Anda, Yang Mulia. Tapi janji adalah janji. Mau tidak mau, janji harus ditepati," balas Yang Fei sambil tersenyum.


"Yang Fei, sekarang sudah larut malam. Pulanglah ke rumahmu," perintah Qin Ming sembari memberi apa-apa kepada Shen Tao agar membawa Yang Fei keluar dari kamarnya sekarang juga.

__ADS_1


Bersambung......


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊


__ADS_2