
"Yang Fei," panggil Guo Lin Xu sambil mengetuk pintu kamar Yang Fei tiga kali. Namun, ia tetap tidak mendapat jawaban.
"Yang Fei, aku membawakan kue osmanthus untukmu," ucap Guo Lin Xu sembari memasuki kamar Yang Fei.
"Dia pergi ke mana semalam ini?" gumam Guo Lin Xu bingung.
Tidak lama kemudian, Yang Fei pun kembali ke kamarnya dengan raut wajah kesal karena mengingat perbuatan Qin Jun yang ingin mencelakai Yang Mulia Qin Yang pada Pesta Perjamuan dan Qin Jun tidak ingin ikut pergi dengannya.
"Lin Xu, kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Yang Fei bingung.
"Aku membawakan kue osmanthus ini untukmu," jawab Guo Lin Xu sambil meletakkan sebuah piring berisi beberapa kue osmanthus di atas meja.
"Kau pergi ke mana tadi?" tanya Guo Lin Xu penasaran.
"Aku pergi menemui Kakakku untuk mengingatkannya tentang ucapannya yang mengatakan bahwa ia ingin ikut pergi denganku. Namun, ia malah membawaku kepada Adipati Qin Ming."
"Apa Adipati Qin Ming tahu soal itu?" sahut Guo Lin Xu cemas. Yang Fei mengangguk sebagai jawaban.
"Adipati Qin Ming tidak menangkapmu atau memberimu hukuman?" tanya Guo Lin Xu dengan wajah kebingungan.
"Tidak, Adipati Qin Ming menyuruhku kembali," jawab Yang Fei sembari menghela napas panjang.
"Ini sudah larut malam, tidurlah," ucap Guo Lin Xu sambil tersenyum. Senyuman hangat yang terukir di bibir Guo Lin Xu selalu membuat hati Yang Fei merasa senang.
"Kau juga harus tidur," sahut Yang Fei mengingatkan.
Guo Lin Xu pun mengangguk dan tersenyum. Kemudian, ia segera pergi dari kamar Yang Fei.
...****************...
Pagi hari saat semua orang baru saja bangun dari tidurnya, Yang Fei sudah bersiap-siap untuk pergi ke Istana Fu Jian. Ia ingin segera bertemu dengan Adipati Qin Ming.
__ADS_1
Namun, saat Yang Fei sudah tiba di depan pintu kamar Adipati Qin Ming, ia dihadang oleh sebagian pengawal Adipati Qin Ming yang sedang berjaga di depan pintu kamar itu.
"Tanpa izin dari Yang Mulia, siapapun tidak boleh masuk ke dalam!" seru salah satu pengawal Adipati Qin Ming.
"Bagaimana jika aku tetap ingin masuk ke dalam ruangan Adipati Qin Ming?" sahut Yang Fei sambil tersenyum licik.
"Serang dia!" teriak salah satu pengawal sembari menghunuskan pedang ke jantung Yang Fei.
"Kenapa ada pengawal yang ribut pagi-pagi begini?" tanya Adipati Qin Ming kepada Song Ming yang sedang berdiri di sebelahnya.
"Saya akan memeriksanya sekarang, Yang Mulia."
Song Ming pun segera pergi keluar untuk memeriksa keadaan di luar kamar Adipati Qin Ming.
Semua pengawal yang berjaga pada pagi hari itu pun menyerang Yang Fei dengan pedang dan tombak. Sementara itu, Yang Fei terus menghindar dan tidak balas menyerang para pengawal itu.
"Yang Mulia, para pengawal sedang menyerang Yang Fei di depan kamar Anda. Anehnya, Yang Fei tidak balas menyerang mereka. Yang Fei terus menghindar dari mereka," lapor Song Ming kepada Adipati Qin Ming.
Beberapa menit kemudian, Yang Fei tahu bahwa ia akan kehabisan tenaga jika ia terus menghindari serangan dari para pengawal Adipati Qin Ming sehingga ia segera berlari untuk menerobos masuk ke dalam ruangan Adipati Qin Ming.
"Yang Mulia, maafkan kami tidak kompeten. Dia berhasil lolos dari serangan kami," ucap salah satu pengawal Adipati Qin Ming sembari berlutut di lantai.
"Mundurlah," sahut Adipati Qin Ming sambil menghela napas panjang.
"Baik, Yang Mulia," balas pengawal itu sembari memberi hormat dan bangkit berdiri untuk segera keluar dari ruangan itu.
"Yang Fei, apa kau tidak lelah? Qin Jun saja tidak ingin bertemu denganmu, apalagi aku?" tanya Qin Ming dengan nada sinis.
"Yang Mulia, saya hanya datang untuk meminta pertanggungjawaban Yang Mulia Qin Jun terhadap perkataan yang diucapkannya kepada saya," kata Yang Fei sambil tersenyum sopan.
"Kau gigih sekali. Apakah ada saksi mata saat Qin Jun mengatakan hal itu kepadamu?" sahut Qin Ming penasaran.
__ADS_1
"Shen Tao ada bersama dengan kami pada saat itu, Yang Mulia."
"Panggil Shen Tao ke sini," perintah Qin Ming kepada Song Ming.
"Baik, Yang Mulia," balas Song Ming.
"Salam, Yang Mulia," sapa Shen Tao sembari memberi hormat.
"Ada perintah apa untuk Hamba, Yang Mulia?" tanya Shen Tao penasaran.
"Yang Fei bilang kau adalah saksi mata saat ia mengatakan bahwa Qin Jun ingin ikut pergi bersama dengannya. Apakah itu benar?" tanya Qin Ming sembari menatap Shen Tao dengan tatapan sinis.
"Benar, Yang Mulia," jawab Shen Tao sambil menatap wajah Yang Fei dan Adipati Qin Ming secara bergantian.
"Baik, kau bisa pergi sekarang." Adipati Qin Ming pun kembali membaca bukunya.
"Baik, Yang Mulia. Saya izin undur diri," ucap Shen Tao sembari memberi hormat. Kemudian, ia segera keluar dari ruangan Adipati Qin Ming.
"Kau orang yang jujur. Sayangnya, kejujuran tidak ada gunanya di tempat ini," ucap Qin Ming lirih.
"Saya tidak peduli apakah kejujuran berguna atau tidak di Istana Anda, Yang Mulia. Tidak masalah kalau Anda tidak ingin membantu saya, tapi saya akan tetap membawa Yang Mulia Qin Jun pergi bersama dengan saya," ucap Yang Fei dengan tegas mengingatkan Adipati Qin Ming yang sedang menatap tajam ke arahnya saat ini.
"Lucu, memangnya kau pikir dengan bersikeras membawa pergi Yang Mulia Qin Jun dari Istana Fu Jian ini tidak memerlukan persetujuan dari Adipati Qin Ming?" tanya Song Ming sambil tertawa pelan. Yang Fei tidak menghiraukan perkataan Song Ming barusan.
"Saya sudah selesai bicara. Saya izin undur diri. Terima kasih, Adipati Qin Ming," ucap Yang Fei sambil memberi hormat dan tersenyum sopan.
"Untuk apa berterima kasih padaku?" tanya Qin Ming penasaran.
"Karena Anda mau meluangkan sedikit waktu Anda untuk berbincang dengan saya." Yang Fei tersenyum dan segera keluar dari ruangan itu.
"Yang benar saja," ucap Adipati Qin Ming sambil mendengus kesal.
__ADS_1
Bersambung......
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊