Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Rencana Menyamar


__ADS_3

"Salam, Tuan Puteri," sapa seluruh warga yang ada di tempat itu.


"Apa dia Tuan Puteri Li Xing Mi?" tanya Hua Xiang sambil menyenggol lengan kanan Guo Lin Xu.


"Entahlah. Kita ikut memberi hormat saja," sahut Guo Lin Xu. Mereka berempat pun mengikuti orang-orang untuk memberi hormat kepada Li Xing Mi.


"Silakan bangun, semuanya," sahut Li Xing Mi.


"Hari ini aku datang ke sini untuk memberi pengumuman yang penting kepada kalian semua. Dua hari yang lalu, musuh kita, Kerajaan Selatan, memberikan surat yang menyatakan bahwa mereka akan menyerang daerah kita jika kita tidak menyerahkan pusaka kita. Kita semua tahu bahwa setiap daerah memiliki pusaka masing-masing dengan keunggulannya yang berbeda-beda. Jadi, kita harus melindungi pusaka milik kita sendiri. Setelah Ayahku dan yang lainnya berdiskusi, kami mendapat sebuah kesepakatan akhir dari hasil musyawarah kami. Mulai sekarang, aku minta kalian semua untuk berwaspada terhadap siapapun orang asing yang datang ke daerah ini. Setiap orang yang melintasi pintu gerbang harus diperiksa identitasnya. Jika kalian menemukan ada orang yang mencurigakan, segera bawa orang itu ke Istana," kata Li Xing Mi dengan tegas.


"Baik, Tuan Puteri," sahut semua warga yang ada di sana. Li Xing Mi pun melangkah pergi dengan para pengawal Istana.

__ADS_1


"Gawat. Kita baru saja datang ke daerah ini sebagai orang asing," kata Xiao Feng.


"Kenapa Kerajaan Selatan mau menyerang Kerajaan Barat demi sebuah pusaka? Bukankah ada yang janggal di sini?" tanya Hua Xiang.


"Sepertinya ada seseorang dari Kerajaan Selatan yang mulai memiliki ambisi untuk menguasai dunia. Kita semua tahu jika setiap pusaka dari masing-masing daerah digabungkan menjadi satu di dalam Batu Jian Kun maka orang yang memiliki pusaka itu pasti akan menjadi orang nomor satu di dunia," jawab Guo Lin Xu.


"Apa gunanya menguasai dunia jika tidak bisa makan enak?" tanya Hua Xiang sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kau ini hanya bisa memikirkan soal makanan saja," kata Guo Lin Xu sambil mendorong kepala Hua Xiang dari samping menggunakan tangan kanannya.


"Teman-teman, kita harus pikirkan caranya supaya kita bisa keluar dari sini tanpa harus dibawa ke Istana," kata Xiao Feng.

__ADS_1


"Sepertinya kita harus mencoba cara lama," sahut Hua Xiang.


"Cara lama apa?" tanya Xiao Feng sambil menatap wajah Hua Xiang dengan raut wajahnya yang kebingungan.


"Kita bisa menyamar menjadi pelayan Istana untuk sementara waktu. Kita tidak akan dicurigai karena pelayan di Istana ada banyak sekali," jawab Hua Xiang sambil tersenyum.


"Idemu lumayan bagus juga," sahut Xiao Feng.


"Tentu saja," kata Hua Xiang sambil tersenyum bangga kepada idenya sendiri.


"Ayo kita ikuti mereka!" ajak Guo Lin Xu sambil menunjuk ke arah para pengawal Istana yang sudah berjalan di depan mereka. Mereka berempat pun mengikuti langkah para pengawal Istana untuk menuju ke Istana.

__ADS_1


Bersambung......


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ☺️


__ADS_2