
Pagi hari di Istana Li
Yang Fei, Guru Besar Duan Xing, dan yang lainnya sudah sampai di depan pintu Istana Li.
"Raja Banteng, keluar kau!" teriak Guru Besar Duan Xing. Raja Banteng yang mendengarnya langsung pergi keluar untuk menemui Guru Besar Duan Xing. Ia juga ditemani oleh salah satu anak buahnya di sisi kanannya.
"Duan Xing, kita sudah lama tidak bertemu," kata Raja Banteng sambil tersenyum.
"Raja Banteng, ini sudah hari ketiga. Lepaskan muridku," kata Guru Besar Duan Xing yang langsung berbicara ke intinya.
"Duan Xing, kau tidak perlu khawatir. Muridmu aman bersamaku," balas Raja Banteng sambil tersenyum.
"Tentu saja aku tau hal itu. Tapi kau tetap harus membebaskannya. Aku sudah memperingatkanmu tiga hari yang lalu," sahut Guru Besar Duan Xing.
"Hahaha. Baiklah," kata Raja Banteng sambil tertawa.
"Bawa gadis itu ke sini!" perintah Raja Banteng kepada anak buahnya yang berdiri di sebelah kanannya itu.
"Baik, Tuan," sahut anak buahnya sambil membungkuk hormat. Tidak lama kemudian, ia kembali membawa Guo Lin Xu ke hadapan mereka semua. Raja Banteng pun melepaskan rantai yang mengikat tangan dan kaki Guo Lin Xu.
"Aku sudah membebaskannya," kata Raja Banteng sambil tersenyum licik. Namun, setelah Raja Banteng membebaskan Guo Lin Xu, ia langsung menyuruh pasukannya mengepung semua orang yang ada di sana.
"Duan Xing, kau pikir aku mau menuruti perkataanmu begitu saja? Ajalmu sudah dekat. Lebih baik kau pikirkan dulu keselamatan dirimu sendiri daripada keselamatan muridmu itu," kata Raja Banteng sambil tertawa.
__ADS_1
"Raja Banteng, kau sungguh menjijikkan!" teriak Guo Lin Xu.
"Apa kau bilang?" tanya Raja Banteng sambil mencekik leher Guo Lin Xu dengan sangat kuat.
"Raja Banteng, lepaskan Lin Xu!" seru Yang Fei.
"Bagaimana kalau aku tidak mau melepaskannya?" tanya Raja Banteng sambil tertawa.
"Maaf," kata Yang Fei yang langsung mengeluarkan serulingnya. Kemudian, ia mulai memainkan nada-nada yang sulit pada Seruling Hei Tian seperti yang sudah diajarkan oleh Guru Besar Duan Xing kemarin. Begitu nada pertama dimainkan, Raja Banteng langsung menutup kedua telinganya. Semua orang yang berada di sana juga menutup telinga mereka karena tidak tahan mendengarkan suara yang dihasilkan oleh seruling itu.
"Bocah, hentikan sekarang juga! Aku akan melepaskan gadis ini kalau kau berhenti memainkan seruling itu!" teriak Raja Banteng. Yang Fei pun menjauhkan seruling itu dari bibirnya.
"Aku sudah berhenti memainkan serulingnya, kau juga seharusnya melepaskan temanku," sahut Yang Fei.
"Lin Xu, kau tidak apa-apa?" tanya Hua Xiang yang langsung memeluk Guo Lin Xu.
"Aku tidak apa-apa," jawab Guo Lin Xu sambil membalas pelukan itu.
"Yang Fei, terima kasih sudah menyelamatkanku," kata Guo Lin Xu sambil tersenyum menatap ke arah Yang Fei.
"Sama-sama," sahut Yang Fei yang langsung membalas senyuman Guo Lin Xu.
"Ayo kita pulang!" ajak Guru Besar Duan Xing.
__ADS_1
"Ayo!" seru Hua Xiang. Mereka berlima pun kembali ke Gunung Xuan Zheng.
...****************...
Siang hari di Puncak Gunung Xuan Zheng
"Lin Xu, bagaimana awalnya kau bisa diculik oleh Raja Banteng?" tanya Hua Xiang.
"Aku hanya pergi ke puncak gunung untuk jalan-jalan. Tidak disangka ia sudah mengawasi gerak-gerikku," jawab Guo Lin Xu.
"Keterlaluan! Kenapa Raja Banteng selalu begitu tidak tahu malu sampai harus mengawasimu setiap waktu dan menculikmu disaat lengah?" gerutu Hua Xiang.
"Raja Banteng memang sangat licik. Aku sempat tidak percaya ia mau melepaskanmu begitu saja. Tapi Yang Fei, berkat bantuanmu hari ini kita semua bisa kembali dengan selamat," kata Xiao Feng sembari menatap wajah Guo Lin Xu dan Yang Fei secara bergantian.
"Tidak juga, aku hanya membantu sedikit saja kok," sahut Yang Fei.
"Pokoknya hari ini kita harus merayakannya. Kalian semua bantu aku ambilkan arak, ya?" tanya Hua Xiang.
"Baiklah, Tuan putri Hua Xiang," jawab Guo Lin Xu sambil mencubit pipi kanan sahabatnya itu.
Bersambung......
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ☺️
__ADS_1