
"Apa kau mengerti betapa menderitanya aku di posisiku yang sekarang?" tanya Shi Ming sambil menatap kedua bola mata Yang Fei dengan tajam, kemudian tersenyum miris.
"Kau bahkan tidak bisa menjawab pertanyaanku." Shi Ming menundukkan kepalanya.
"Shi Ming, aku mengerti semua yang kau alami pasti rasanya sulit sekali bagimu," kata Yang Fei yang sungguh bersimpati dengan pria yang ada di hadapannya saat ini.
"Oleh karena itu, aku akan merebut takhta sekarang," sahut Shi Ming seraya mengangkat Li Yi Cheng dan Li Xing Mi ke langit diantara kabut yang luar biasa tebal.
"Apa kau dengar aku, Yang Mulia?" tanya Shi Ming sembari mencekik leher Li Yi Cheng.
"Shi Ming, hati-hati di belakangmu!" seru Yang Fei. Shi Ming pun menoleh ke belakang dan Yang Fei segera menyelamatkan Li Xing Mi dan Li Yi Cheng saat Shi Ming lengah. Kemudian, Yang Fei menurunkan sang Raja dan Tuan Putri ke bawah.
"Kau pintar juga," puji Shi Ming sambil tersenyum tipis.
"Shi Ming, kalau kau memang ingin menjadi Putra Mahkota, kau bisa mencari solusinya bersama dengan Yang Mulia. Kenapa kau harus menyerang kerajaan hari ini?" tanya Yang Fei.
"Aku harus melakukannya! Ayo bertarung sampai mati hari ini!" teriak Shi Ming.
"Kalian semua sembunyi saja dulu di tempat yang aman," kata Yang Fei.
"Baik, Jenderal," sahut mereka. Para prajurit Istana pun membawa Li Yi Cheng dan Li Xing Mi untuk bersembunyi di ruangan rahasia yang ada di dalam Aula Xiang Ping. Sementara itu, Yang Fei mulai bertarung dengan Shi Ming di depan Aula Xiang Ping. Pertama-tama, Yang Fei tidak bisa membalas serangan pedang dari Shi Ming yang sedang menggila. Yang Fei hanya bisa terus menghindari serangan itu dengan memutar Seruling Hei Tian sampai akhirnya ia dan Shi Ming berada di atas genteng Aula Xiang Ping.
"Apa kau takut melawanku?" tanya Shi Ming seraya tertawa puas.
"Untuk apa aku takut?" balas Yang Fei tidak terima. Ia pun mulai meniup serulingnya dan memainkan beberapa nada yang sudah pernah ia latih.
"Seruling Hei Tian? Bagaimana kau bisa memilikinya? Kau bahkan bisa menggunakan senjata itu?" tanya Shi Ming dengan nada panik.
Yang Fei tidak menggubris deretan pertanyaan yang dilontarkan oleh Shi Ming. Ia terus memainkan serulingnya dengan lembut namun pastinya seruling itu mampu membuat lawannya tidak sanggup mendengar suaranya yang begitu nyaring di telinga.
__ADS_1
"Yang Fei, kau curang!" teriak Shi Ming sebelum ia terjatuh dari genteng karena sudah tidak kuat lagi mendengarkan nada-nada yang dimainkan oleh Yang Fei tadi. Setelah itu, Yang Fei turun ke tempat di mana Shi Ming terjatuh dan mengarahkan serulingnya ke leher Shi Ming.
"Kau menang, bunuh saja aku," kata Shi Ming pelan.
"Shi Ming, aku tidak ingin membunuhmu. Sadarlah," sahut Yang Fei memelas. Tiba-tiba, kesadaran Shi Ming kembali begitu saja dan kabut yang menutupi seluruh Istana mulai menghilang secara perlahan-lahan.
"Yang Fei, apa yang sudah terjadi?" tanya Shi Ming.
"Itu..." Yang Fei mendadak bingung apa yang harus diucapkan olehnya kali ini. Sementara itu, Shi Ming memerhatikan keadaan di sekelilingnya.
"Kenapa aku merasa punggungku sakit sekali? Di mana semua orang?" tanya Shi Ming kebingungan.
"Tangkap penasihat kerajaan Shi Ming!" teriak salah satu prajurit Istana sembari mengikat kedua tangan Shi Ming.
"Jenderal, terima kasih karena kau sudah menyelamatkan Yang Mulia, Tuan Putri, dan kami semua. Kami sungguh minta maaf karena sudah menggangu perjalananmu," kata prajurit itu sambil menundukkan kepala.
"Tidak masalah, aku senang bisa membantu kerajaan Barat," ucap Yang Fei sambil tersenyum. Prajurit itu mengangguk dan membawa Shi Ming pergi ke penjara Istana.
...****************...
"Yang Mulia, penasihat kerajaan Shi Ming sudah berdosa. Apa keputusan Anda, Yang Mulia?" tanya Yang Fei.
"Dia memang bersalah, tapi dia juga merupakan korban dari obsesinya sendiri. Aku akan mengampuninya," jawab Li Yi Cheng.
"Tapi kenapa, Ayah?" celetuk Li Xing Mi penasaran.
"Xing Mi, di dunia ini semua orang pernah berbuat salah. Shi Ming selama ini setia kepada kita. Meski kali ini dia salah, Ayah tidak akan membunuhnya. Sebagai hukumannya, ia akan dipulangkan kembali ke desanya," jelas Li Yi Cheng.
"Tapi dia hampir membunuhmu, Ayah!" teriak Li Xing Mi tidak terima.
__ADS_1
"Sudahlah. Kita harus melupakan hal yang sudah terjadi di masa lalu," kata Li Yi Cheng sembari mengusap-usap punggung putri kesayangannya.
"Yang Fei, aku sudah tua. Orang kepercayaanku juga sudah tidak ada lagi disisiku. Aku ingin menitipkan putriku kepadamu. Apa kau keberatan? Aku mau kau menjaga Xing Mi untukku," kata Li Yi Cheng dengan ekspresi memohon.
"Yang Mulia, aku tidak keberatan. Hanya saja, aku harap Tuan Putri juga tidak keberatan dengan rute perjalananku," sahut Yang Fei sembari menatap ke arah Li Xing Mi.
"Tidak, aku sama sekali tidak keberatan." Li Xing Mi menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis.
"Baiklah, Tuan Putri bisa ikut denganku. Namun bagaimana dengan Anda, Yang Mulia?" tanya Yang Fei.
"Aku tidak apa-apa. Aku harus menjaga kerajaan ini dan melakukan tugas yang seharusnya kulakukan sebagai seorang Raja," jawab Li Yi Cheng sambil tersenyum.
"Baik. Kalau begitu, sampai jumpa di lain waktu, Yang Mulia." Yang Fei menundukkan kepalanya dan memberikan hormat.
"Sampai jumpa," sahut Li Yi Cheng.
"Ayah, aku akan merindukanmu. Aku pasti akan mampir ke sini lagi," tukas Li Xing Mi sambil memberi hormat.
"Ayah tahu itu. Pergilah," kata Li Yi Cheng sambil berusaha menahan air matanya agar tidak menetes dari kedua matanya.
"Ayah, kau harus jaga dirimu baik-baik." Li Xing Mi menangis, kemudian ia memeluk Li Yi Cheng selama beberapa saat sebelum ia pergi dengan Yang Fei.
...****************...
Kejadian yang barusan terjadi ternyata sudah direncanakan oleh seseorang yang sangat misterius. Ia memakai topeng besi untuk menutupi seluruh wajahnya dan memakai pakaian serba hitam.
"Tuan, kami sudah menjebak Yang Fei," kata salah satu anak buahnya.
"Hmm, kerja bagus," sahut orang misterius itu.
__ADS_1
Bersambung......
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊