Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Membujuk Qin Jun


__ADS_3

Tidak lama kemudian, sampailah Yang Fei, Xiao Chuan, dan Xiao Li di depan pintu gerbang Kota Chang'An yang masih dijarah oleh suku Iblis. Begitu para prajurit suku Iblis melihat mereka bertiga, para prajurit itu segera mengeluarkan senjatanya untuk berperang melawan Yang Fei, Xiao Chuan, dan Xiao Li.


"Pemimpin kalian sudah kubunuh dengan golok, apa kalian juga ingin mengantarkan nyawa kalian kepadaku?" tanya Yang Fei sambil tersenyum senang.


Mendengar hal itu, para prajurit suku Iblis langsung kabur dan menghilang dari Kota Chang'An.


Yang Fei, Xiao Chuan, dan Xiao Li pun segera masuk ke dalam gerbang Kota Chang'An. Mereka bertiga disambut dengan baik oleh rakyat yang merasa berterima kasih kepada mereka. Setelah itu, mereka dijemput oleh kereta kuda yang diutus dari Istana.


Begitu tiba di Istana, semua orang menyambut kedatangan mereka, termasuk Adipati Qin dan Yang Mulia Qin Yang.


"Yang Fei, apa kau baik-baik saja?" tanya Guo Lin Xu sembari memeluk Yang Fei. Ia merasa sangat khawatir selama beberapa hari saat Yang Fei tidak berada di sisinya.


"Aku baik-baik saja, Lin Xu," jawab Yang Fei sembari membalas pelukan yang hangat dari Guo Lin Xu.


"Yang Fei, terima kasih sudah mengusir suku Iblis dari Kota Chang'An," ucap Qin Jun sembari menepuk bahu kanan adiknya.

__ADS_1


Yang Fei pun tersenyum sambil menjawab, "Sama-sama, Kak."


"Ayo kita masuk ke dalam aula," ajak Qin Jun kepada semua orang yang ada di situ.


"Yang Fei, kau sangat berjasa bagi Kota Chang'An. Jika kau bersedia, kau boleh tinggal di sini dan aku bisa mengangkatmu menjadi Jenderal atau posisi apa pun yang kau inginkan," ucap Yang Mulia Qin Yang.


"Itu benar, kau juga bisa menjadi Putra Mahkota bersama dengan Qin Jun di sini. Kau tidak perlu membujuk Qin Jun untuk pergi bersama denganmu ke Gunung Xuan Zheng. Lebih baik bagi kalian untuk menetap di Istana Yu Qing sebagai Putra Mahkota daripada berkultivasi di Gunung Xuan Zheng, 'kan?" tanya Adipati Qin sambil tersenyum untuk meyakinkan Yang Fei.


"Anda benar, Adipati Qin. Memang lebih baik tinggal di Istana Yu Qing sebagai Putra Mahkota, tapi aku tidak menginginkan kekayaan atau kekuasaan yang ada di dalam Istana Yu Qing," sahut Yang Fei dengan nada tegas.


Adipati Qin pun menambahkan, "Aku hanya mengkhawatirkan kondisi kalian jika kalian ingin meninggalkan Istana Yu Qing."


"Kak, apa kau sungguh tidak bisa tinggal di luar Istana Yu Qing? Atau kau tidak mau tinggal di luar Istana Yu Qing karena kau tidak tahu siapa dirimu yang sebenarnya?"


"Yang Fei, aku..."

__ADS_1


"Kau adalah Yang Jun. Qin Jun adalah nama yang diberikan kepadamu setelah kau memasuki Istana Yu Qing. Kau tidak pernah lupa itu, 'kan?"


"Tentu saja tidak," jawab Qin Jun dengan nada tegas.


"Tapi Paman..."


Qin Jun menghela napas panjang. Ia tidak mau melanjutkan kalimatnya karena ia sadar akan statusnya saat ini.


"Bagaimana? Kau tidak bersedia untuk keluar dari Istana, 'kan?" tanya Adipati Qin kepada Qin Jun sambil mengangkat kedua alisnya.


Qin Jun belum merespon pertanyaan dari Qin Ming. Ia terdiam seperti patung selama beberapa saat.


"Sudahlah, tempatmu memang di Istana Yu Qing. Tinggal saja di sini bersama Ayah, ya?" tanya Adipati Qin dengan nada memelas. Ia berharap putranya itu tidak keluar dari Istana Yu Qing.


Bersambung......

__ADS_1


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊


__ADS_2