Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Berlatih Terbang Dengan Pedang


__ADS_3

Guo Lin Xu mengajak Yang Fei ke atas puncak gunung. Dibawah puncak gunung itu hanya ada jurang yang sangat dalam.


"Cara tercepat untuk menguasai jurus ini adalah dengan mencobanya sendiri," kata Guo Lin Xu. Ia langsung mendorong tubuh Yang Fei ke jurang lalu mengendalikan pedang Yang Fei untuk menjaga tubuhnya agar tidak terjatuh.


"Kenapa kamu langsung mendorongku?" tanya Yang Fei yang ketakutan karena tatapan matanya mengarah ke bawah.


"Lin Xu memang sangat keras. Aku khawatir Yang Fei akan kesulitan selama diajarkan oleh Lin Xu," kata Xiao Feng sambil menggelengkan kepalanya.


"Pertama, jangan lihat ke bawah. Lihatlah ke depan. Jangan takut jatuh," kata Guo Lin yang memberikan instruksi untuk Yang Fei dari belakang. Ia juga terbang dengan pedangnya untuk menjaga Yang Fei supaya tidak jatuh dari atas pedang.


"Tapi-" sahut Yang Fei yang mulai semakin takut. Namun, ia berusaha untuk mengikuti instruksi dari Guo Lin Xu untuk tetap melihat ke depan.


"Kedua, tenangkan pikiranmu," kata Guo Lin Xu. Ketika pikiran Yang Fei mulai tenang, kakinya hampir saja terjatuh dari atas pedang.


"Ketiga, pastikan badanmu seimbang dengan pedangnya. Kalau badanmu gak bisa seimbang sama pedangnya, maka jangan salahkan aku kalau kamu terjatuh," kata Guo Lin Xu. Yang Fei yang mendengar itu langsung menyeimbangkan badannya supaya ia tidak terjatuh.


"Kalau aku jatuh, aku pasti mati, 'kan?" tanya Yang Fei.


"Kalau sudah tahu, kenapa masih bertanya?" balas Guo Lin Xu.


"Tadi, kamu melakukannya dengan baik," puji Guo Lin Xu.


"Tentu saja aku harus melakukannya dengan baik atau aku akan mati," sahut Yang Fei.


"Baguslah kalau kamu sudah tau," kata Guo Lin Xu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Oh, ya, nanti saat Guru mengajarimu ilmu kultivasi, kamu bisa menggunakan ilmu itu untuk terbang dengan pedang," imbuh Guo Lin Xu.


"Apa?" tanya Yang Fei sambil melihat ke samping. Ia pun mulai kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh.


"Yang Fei, hati-hati!" teriak Guo Lin Xu yang langsung mendekati Yang Fei dan memegang kedua lengannya. Namun, Yang Fei tidak bisa mengendalikan tubuhnya sehingga Guo Lin Xu terpaksa memeluknya. Tidak lama kemudian, Guo Lin Xu segera membawa Yang Fei ke puncak gunung lagi.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Hua Xiang khawatir.


"Kami baik-baik saja," jawab Yang Fei.


"Tadi, kalian benar-benar seperti sepasang kekasih," celoteh Hua Xiang.


"Hua Xiang, jangan sembarangan bicara!" bentak Guo Lin Xu.


"Lin Xu, kenapa kamu membentakku? Apa kamu suka dia?" tanya Hua Xiang sambil tertawa.


"Suka ya bilang aja, apa susahnya?" tanya Xiao Feng yang tiba-tiba muncul di sebelah Hua Xiang.


"Xiao Feng, apa kamu lupa dengan pukulanku?" tanya Guo Lin Xu sambil mengangkat tangan kanannya.


"Tidak, aku masih ingat dengan jelas. Jangan pukul aku lagi," kata Xiao Feng sambil memohon.


"Yang Fei, kamu istirahat saja dulu hari ini. Besok aku bakal ajarin kamu cara menyeimbangkan gerakan tangan dengan langkah kaki," kata Hua Xiang.


"Oke," sahut Yang Fei.

__ADS_1


...****************...


Malam hari di Sungai Xiangzhen


Yang Fei dan Guo Lin Xu sedang duduk di tangga yang ada di sekitar Sungai Xiangzhen.


"Jujur, aku bingung tentang satu hal," kata Guo Lin Xu.


"Kenapa Guru memilihmu menjadi muridnya sejak lahir?" lanjut Guo Lin Xu.


"Aku juga tidak tahu," jawab Yang Fei.


"Tapi sekalipun aku tidak menguasai banyak hal, aku merasa selalu beruntung," kata Yang Fei.


"Kenapa?" sahut Guo Lin Xu.


"Aku sudah berkali-kali lolos dari bahaya," jawab Yang Fei.


"Kamu senang dengan kemampuanmu yang bisa lari dari bahaya?" tanya Yang Lin Xu.


"Tidak juga. Aku bisa lari, tapi aku tidak bisa melindungi orang di sekitarku. Aku memang tidak berguna," jawab Yang Fei. Yang Fei teringat bahwa saat desa yang ia tinggali kebakaran, ia masih sempat melarikan diri. Namun, ia bahkan tidak bisa menyelamatkan orang lain yang terjebak dalam peristiwa kebakaran itu.


"Jangan bilang begitu. Manusia punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing," sahut Guo Lin Xu sambil menepuk bahu Yang Fei dengan kencang.


"Kamu benar, tapi apa kelebihanku hanya lari dari bahaya?" tanya Yang Fei pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Bersambung......


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ☺️


__ADS_2