Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Guo Lin Xu Ditangkap Kembali


__ADS_3

"Kejar mereka! Satu pun dari mereka tidak boleh dibiarkan hidup hari ini!" perintah Raja Banteng. Tidak butuh waktu lama bagi Raja Banteng untuk mengepung Guo Lin Xu, Hua Xiang, dan Xiao Feng.


"Gadis Tengik, kau bahkan membawa dua temanmu ke sini. Apa kalian sudah bosan hidup?" tanya Raja Banteng sambil tersenyum licik. Guo Lin Xu tahu bahwa saat ini ia tidak akan bisa melawan dengan kekuatannya, tapi ia bisa melawan dengan mulutnya.


"Bukankah yang bosan hidup itu kau? Kau bahkan bukan manusia atau iblis. Kau hanya berwujud setengah siluman sekarang," sahut Guo Lin Xu.


"Benar, asalkan aku membunuhmu dan berkultivasi dengan kekuatan yang ada di dalam tubuhmu itu, aku akan langsung menjadi iblis," kata Raja Banteng sambil tersenyum sinis.


"Jangan mimpi! Kau masih harus melewati ujian petir dari langit!" seru Hua Xiang.


"Ujian petir tidak akan bisa melukaiku," sahut Raja Banteng dengan sombongnya.


"Bahkan ujian petir bisa melukai dewa, apalagi kau?" tanya Xiao Feng.


"Dewa itu bodoh, mereka menuruti aturan alam langit yang tidak masuk akal. Memangnya kenapa jika dewa bisa terluka? Aku bukan dewa, aku tidak akan terluka," balas Raja Banteng.

__ADS_1


"Kau jauh lebih bodoh dari mereka! Kau tidak ditakdirkan menjadi manusia atau iblis," sahut Hua Xiang.


"Jangan banyak bicara! Aku harus membunuh kalian hari ini!" teriak Raja Banteng yang langsung maju mencekik Guo Lin Xu.


"Kalau kau bunuh aku hari ini, apa kau pikir kau bisa mengambil kekuatan yang ada di dalam tubuhku? Kecuali jika aku menyerahkannya sendiri, kau jangan harap bisa mendapatkannya," kata Guo Lin Xu sambil mengangkat alis kanannya.


"Benar juga. Gadis Tengik, kau memang pintar. Tidak heran kau masih bisa hidup sampai hari ini. Nikmatilah hidupmu selagi bisa," balas Raja Banteng yang langsung mengendurkan cengkramannya dari leher Guo Lin Xu. Namun, Raja Banteng beralih mencekik Hua Xiang dan Xiao Feng.


"Lepaskan teman-temanku!" seru Guo Lin Xu.


"Bukankah kau sudah menculikku? Secara tidak langsung, aku sudah mengikutimu," kata Guo Lin Xu. Kemudian, Raja Banteng pun membawa Guo Lin Xu masuk ke dalam Istana Li.


"Lin Xu!" teriak Hua Xiang. Ia berusaha untuk masuk ke dalam, tapi sia-sia. Raja Banteng bahkan membuat pembatas alam di depan pintu istana yang tidak akan mungkin bisa dihancurkan dalam waktu singkat.


"Jangan paksakan dirimu lagi," kata Xiao Feng sambil berusaha untuk menghentikan Hua Xiang yang sedang mencoba menghancurkan pembatas alam itu.

__ADS_1


"Tapi Lin Xu ditangkap lagi demi menolong kita!" seru Hua Xiang.


"Justru itu, jangan sampai pengorbanannya menjadi sia-sia. Kita sebaiknya kembali dan beritahu Guru," kata Xiao Feng.


"Bagaimana dengan Lin Xu? Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Hua Xiang khawatir.


"Dia baik-baik saja. Dia bukan wanita yang lemah. Dia akan bertahan," jawab Xiao Feng.


"Semoga saja begitu," sahut Hua Xiang.


"Ayo kita pergi!" ajak Xiao Feng. Hua Xiang menghela napasnya lalu mengikuti langkah Xiao Feng untuk pergi dari situ.


Bersambung......


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ☺️

__ADS_1


__ADS_2