
Benteng Pertahanan Yu
"Guo Li, tahan Yang Fei di gudang senjata di bawah tanah," perintah Pria Bertopeng Besi itu kepada sang Kepala Penjara.
"Tuan Yu, bagaimana dengan orang yang satunya lagi?" tanya Guo Li bingung.
"Tahan Xiao Chuan di penjara biasa saja," jawab Pria Bertopeng Besi itu.
"Baik, Tuan Yu." Guo Li segera membawa Xiao Chuan ke penjara biasa. Setelah itu, ia mengantar Yang Fei untuk masuk ke dalam gudang senjata di bawah tanah.
"Masuklah," ucap Guo Li sembari membuka gembok pintu gudang senjata itu.
"Hei, kesalahan apa yang kau buat sehingga Tuan Yu memilih untuk menahanmu di gudang senjata, bukan di penjara?" tanya Guo Li penasaran.
Yang Fei menghela napas panjang sembari menjawab, "Tidak ada."
"Jadi kenapa kau bisa ditahan di sini?" sahut Guo Li dengan wajah kebingungan. Yang Fei memilih untuk diam dan tidak menjawab pertanyaan tersebut.
Tidak lama kemudian, Pria Bertopeng Besi itu datang menghampiri Yang Fei.
"Salam, Tuan Yu," sapa Guo Li sembari memberi hormat kepada si Pria Bertopeng Besi itu.
"Kau pergi dulu," perintah Pria Bertopeng Besi itu.
"Baik, Tuan." Guo Li pun segera pergi dari tempatnya berdiri saat ini.
"Bagaimana kabarmu, teman lama?" tanya si Pria Bertopeng Besi kepada Yang Fei.
"Menurutmu bagaimana?" Yang Fei mengalihkan pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
"Menyedihkan." Pria Bertopeng Besi itu melipat kedua tangannya di depan dada. Yang Fei mengamati ukiran simbol naga pada lengan baju yang dikenakan oleh pria yang berdiri di hadapannya saat ini.
"Tidak juga, aku merasa cukup baik bisa berada di sini. Biar kutebak sesuatu, margamu pasti Yu. Maka namamu adalah Yu Long," ucap Yang Fei sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Bagaimana kau bisa tau namaku?" tanya Yu Long yang langsung tersentak dengan tebakan Yang Fei barusan.
"Jika aku tidak berguna, apakah kau masih perlu susah payah untuk membawaku hidup-hidup ke tempat ini?" sahut Yang Fei sambil tersenyum puas.
"Benar. Kau memang masih sedikit berguna untukku," sahut Yu Long sambil tersenyum masam.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanya Yang Fei sembari menatap tajam ke arah Yu Long. Yu Long pun memeriksa nadi di tangan kanan Yang Fei.
Sekarang dia adalah manusia biasa. Benar-benar tidak ada kekuatan dewa apapun pada dirinya. Apa dia mampu menjalankan misi suku Iblis? batin Yu Long sambil menghela napas panjang.
"Aku ingin kau membantuku sedikit saja," jawab Yu Long sambil tersenyum licik.
"Jangan harap! Aku tidak akan membantumu melakukan apapun meski harus kehilangan nyawaku!" seru Yang Fei dengan rahangnya yang mengeras dan kedua tangannya yang terkepal di samping pinggang.
"Jangan buru-buru menolak kesempatan ini. Izinkan aku menjelaskan apa yang harus kau lakukan terlebih dahulu," ucap Yu Long dengan senyuman penuh kemenangan yang terukir di bibirnya.
"Katakan," sahut Yang Fei sembari mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Semua orang tahu bahwa Seruling Hei Tian yang kau miliki itu adalah senjata paling ajaib di seluruh dunia. Bahkan senjata lain yang sudah berumur puluhan ribu tahun tidak bisa menyamai kekuatannya," kata Yu Long menjelaskan.
"Terus terang saja. Tidak perlu bicara panjang lebar denganku atau aku tidak akan mendengarkanmu lagi," ancam Yang Fei dengan kedua mata yang melotot tajam ke arah Yu Long.
"Aku mau kau membuka batas sumur Iblis di sungai Nan Ding yang ada di barat menggunakan seruling Hei Tian milikmu itu," pinta Yu Long dengan nada memelas.
"Aku tidak mau membantu Suku Iblis untuk masuk ke dunia ini," ucap Yang Fei dengan nada tegas.
__ADS_1
"Sebenarnya, mau ataupun tidak, kau tetap harus melakukannya," balas Yu Long tersenyum senang.
"Atas dasar apa aku harus melakukannya?" tanya Yang Fei penasaran.
"Nyawa teman-temanmu, Kakakmu, dan jutaan orang di dunia ini. Meski kau tidak mau membuka batas sumur Iblis, suku Iblis akan tetap membukanya." Ekspresi penuh kemenangan terukir di wajah Yu Long.
"Kalau begitu, kalian buka saja batas sumur itu sendiri," ucap Yang Fei acuh tak acuh.
"Hahahaha. Kami bisa membukanya, tapi jutaan orang di dunia ini akan mati karenamu," balas Yu Long sambil tertawa kencang.
"Benarkah? Aku yang merupakan seorang manusia biasa bisa membuka batas Sumur Iblis menggunakan Seruling Hei Tian? Kau pasti bercanda," sahut Yang Fei sambil tersenyum sinis.
"Apa kau ingin tahu tentang masa lalumu?" tanya Yu Long yang sengaja mengalihkan topik pembicaraan.
"Tidak perlu, terima kasih." Yang Fei pun mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Dulu, kau adalah seorang Dewa Perang yang termuda dan Dewa yang memiliki kekuatan paling luar biasa. Kau baru berusia seribu tahun saat memimpin Alam Langit untuk berperang melawan Alam Iblis," ucap Yu Long menjelaskan.
"Seruling Hei Tian sendiri sebenarnya senjata yang mengandung kekuatan spiritual gabungan dari Dewi Perang pertama, Chen Fei, dan Raja Iblis pertama, Li Zhen," imbuh Yu Long dengan nada penuh penekanan.
"Lantas?" sahut Yang Fei sambil mengangkat kedua alisnya.
"Lalu, senjata itu sekarang hanya mengandalkan kekuatan dari Chen Fei karena benda itu sudah jatuh ke tangan Alam Langit, lebih tepatnya ke tanganmu, Dewa Perang," jawab Yu Long dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Oh, baiklah," ucap Yang Fei sambil mengangguk pelan.
Yu Long pun menghela napas panjang sambil berkata, "Kau adalah Dewa Perang yang lahir pada sepuluh ribu tahun yang lalu. Hanya saja, kau sedang bereinkarnasi menjadi seorang manusia saat ini."
"Di dalam tubuhmu, ada kekuatan Dewa Perang yang sangat besar dan kuat, makanya kau tetap bisa mengendalikan Seruling Hei Tian di Alam Manusia," imbuh Yu Long dengan tatapan serius.
__ADS_1
Bersambung......
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊