
Tok… tok… tok…
Yang Fei segera membuka pintu kamarnya untuk mengetahui siapa yang sudah mengetuk pintu kamarnya saat hari masih pagi sekali.
“Lin Xu, ada apa?” tanya Yang Fei sambil tersenyum.
“Yang Fei, gantilah pakaianmu dengan ini,” kata Guo Lin Xu sembari menyodorkan pakaian pria yang berwarna hitam ke arah Yang Fei. Ia sudah mempersiapkan pakaian untuk Yang Fei dari awal untuk berjaga-jaga karena Yang Fei tidak mungkin bertanding dengan pakaian pelayan istana.
“Baik. Terima kasih, Lin Xu.” Yang Fei mengambil pakaian itu.
“Berhati-hatilah kalau nanti kau mendapat giliran untuk bertanding dengan Pangeran Wang Jue dari Utara.” Setelah mengatakan satu kalimat itu, Guo Lin Xu langsung pergi dari situ. Yang Fei segera mengganti pakaiannya dan berjalan ke Aula Xiang Ping.
“Semuanya, sebelum kompetisi pagi ini dimulai, aku akan menjelaskan peraturannya. Para peserta boleh menggunakan senjata apapun untuk bertanding. Peserta boleh menggunakan trik atau cara apapun untuk mengalahkan lawan selama trik tersebut tidak akan membahayakan nyawa lawannya. Siapa yang paling lama bertahan di atas panggung, dialah pemenangnya,” kata Shi Ming sambil menunjuk ke arah panggung yang sudah disiapkan di depannya.
“Baik, kompetisi dimulai!” seru Shi Ming.
“Pangeran Wang Jue dari Selatan dan Pangeran Zhi Long dari Barat, silakan maju ke panggung.” Pangeran Wang Jue dan Pangeran Zhi Long segera maju ke panggung pertandingan. Mereka saling memberi hormat lalu mulai bertanding. Pangeran Zhi Long bisa dengan mudah dikalahkan dengan jurus pedang Selatan yang dilakukan oleh Pangeran Wang Jue.
“Pangeran Wang Jue menang!” teriak Shi Ming sembari memukul bel yang ia pegang di tangan kirinya.
“Tuan Yang Fei dan Pangeran Zhou Xiao Xi dari Timur, silakan,” kata Shi Ming. Kali ini giliran Yang Fei untuk bertanding dengan Pangeran Zhou Xiao Xi. Pangeran Zhou Xiao Xi mengeluarkan senjatanya, Pedang keluarga Zhou dan mengarahkannya ke dada Yang Fei. Untungnya, Yang Fei masih sempat menghindar dan meniup serulingnya dari belakang Pangeran Zhou Xiao Xi. Zhou Xiao Xi mulai pusing setelah mendengarkan melodi yang dimainkan oleh Yang Fei sehingga tanpa sadar ia bahkan sudah terjatuh dari panggung.
__ADS_1
“Tuan Yang Fei menang!” seru Shi Ming.
“Pangeran Wang Jue dan Gubernur Dong Lu, silakan.” Pangeran Wang Jue mempersilakan Gubernur Dong Lu untuk memulai terlebih dahulu. Gubernur Dong Lu langsung menyerang Pangeran Wang Jue dengan senjatanya yaitu golok. Sementara itu, Pangeran Wang Jue tidak melakukan serangan balasan. Gubernur Dong Lu mulai geram dengan sikap Pangeran Wang Jue yang terlihat meremehkannya sehingga ia segera memukulkan goloknya ke panggung. Pangeran Wang Jue dengan sigap langsung melompat dari panggung dan menyerang Gubernur Dong Lu dari atas sampai ujung pedangnya mengenai leher lawannya.
“Pangeran Wang Jue menang!” seru Shi Ming.
“Tuan Yang Fei dan Pangeran Wang Su dari Utara, silakan,” kata Shi Ming. Mereka berdua pun naik ke atas panggung dan Pangeran Wang Su langsung menyerang Yang Fei dengan 1000 langkah bayangan. Yang Fei berusaha untuk tetap fokus dan mendengarkan angin supaya dapat menyerang Pangeran Wang Su tepat di dadanya. Ketika Pangeran Wang Su akan memukul punggung Yang Fei dari belakang, Yang Fei langsung melompat ke belakang dan memainkan beberapa nada dari serulingnya. Pada saat itu juga, Pangeran Wang Su merasakan pusing yang begitu hebatnya hingga ia berteriak dengan kencang dan mengaku kalah.
“Tuan Yang Fei menang!” teriak Shi Ming sambil tersenyum.
“Pangeran Wang Jue dan Tuan Yang Fei adalah dua peserta terakhir yang masih bertahan. Penentuan pemenang ada di tangan salah satu dari kalian. Silakan,” kata Shi Ming. Pangeran Wang Jue segera menyerang Yang Fei tanpa aba-aba. Ia langsung menghunuskan pedangnya ke leher Yang Fei. Namun, Yang Fei terus menerus menghindar tanpa melakukan serangan. Pangeran Wang Jue pun menjadi lebih fokus untuk memancing Yang Fei agar menyerangnya sehingga ia tidak sadar bahwa Yang Fei sudah meniupkan beberapa nada dari Seruling Hei Tian sejak tadi. Seketika itu juga, Pangeran Wang Jue merasakan pusing yang luar biasa di dalam kepalanya dan akhirnya ia menyerah melawan Yang Fei.
“Tuan Yang Fei menang! Demikian hasil kompetisi hari ini dimenangkan oleh Tuan Yang Fei. Dua hari kemudian, Tuan Yang Fei yang akan memimpin kerajaan kita untuk berperang,”
“Selamat, sobat. Kau berhasil memenangkan kompetisi ini,” kata Xiao Feng sambil memeluk Yang Fei.
“Yang Fei, aku sangat bangga padamu!” seru Hua Xiang yang juga ikut memeluk Yang Fei.
“Terima kasih, teman-teman,” sahut Yang Fei sambil membalas pelukan mereka.
“Jadi, aku tidak diajak?” tanya Guo Lin Xu sambil tersenyum.
__ADS_1
“Tidak mungkin, Lin Xu. Kemarilah,” kata Hua Xiang. Guo Lin Xu pun ikut berpelukan dengan ketiga sahabatnya.
“Tuan Yang Fei, Anda dipanggil masuk ke dalam aula oleh Yang Mulia,” kata salah seorang pelayan yang berjaga di luar Aula Xiang Ping.
“Baiklah, terima kasih.” Yang Fei tersenyum lalu memasuki aula tersebut.
“Salam, Yang Mulia,” kata Yang Fei sambil memberi hormat kepada Li Yi Cheng.
“Namamu Yang Fei, ‘kan?” sahut Li Yi Cheng.
“Benar, Yang Mulia. Nama hamba adalah Yang Fei,” kata Yang Fei sambil tersenyum.
“Yang Fei, aku senang kau bisa memenangkan kompetisi ini. Dilihat dari penampilanmu, kau sepertinya masih sangat muda. Kau berasal dari mana?” tanya Li Yi Cheng penasaran.
“Yang Mulia, hamba akan mengatakan yang sebenarnya. Hamba tidak berasal dari kerajaan manapun. Hamba berasal dari Desa Shui,” jawab Yang Fei.
“Desa Shui?” balas Li Yi Cheng yang terkejut dengan asal-usul Yang Fei.
“Betul, Yang Mulia. Hamba lahir dan tumbuh besar di sana.” Yang Fei menjawab sambil tersenyum.
Desa Shui bukanlah desa yang bisa ditinggali oleh sembarang orang. Hari ini dia bisa mengalahkan Wang Jue juga cukup mengejutkan. Dia pasti bukan manusia biasa, kata Li Yi Cheng dalam hati.
__ADS_1
Bersambung……
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️☺️