
Yang Fei sedang fokus mengendalikan serulingnya. Ia menutup kedua matanya dan mulai mengerahkan tenaga dalamnya supaya seruling itu bisa bergerak sendiri. Ketika akhirnya ia berhasil mengendalikan Seruling Hei Tian, Li Xing Mi sudah berjalan ke arahnya.
"Yang Fei," panggil Li Xing Mi. Yang Fei yang mendengar ada yang memanggilnya segera menoleh ke belakang dan mendapati bahwa Tuan Putrilah orang yang memanggilnya barusan. Yang Fei pun mengambil serulingnya.
"Salam, Tuan Putri," kata Yang Fei sambil membungkuk hormat. Guo Lin Xu, Hua Xiang, dan Xiao Feng juga memberi hormat kepada Li Xing Mi.
"Berdirilah, kau tidak perlu begitu sopan denganku," sahut Li Xing Mi.
"Tuan Putri, ada urusan apa Anda mencari saya?" tanya Yang Fei penasaran.
"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin melihatmu di sini." Li Xing Mi menjawab dengan santai.
"Siapa mereka?" tanya Li Xing Mi sambil menatap ketiga sahabat Yang Fei.
"Mereka adalah teman-temanku," jawab Yang Fei.
"Tuan Putri, kami izin undur diri," kata Guo Lin Xu. Ia memegang tangan Hua Xiang dan menuntunnya pergi dari taman. Xiao Feng pun mengikuti langkah Guo Lin Xu dan Hua Xiang untuk segera meninggalkan taman.
"Ketiga temanmu itu benar-benar sopan. Aku bahkan tidak menyuruh mereka pergi, tapi mereka sudah pergi terlebih dahulu," kata Li Xing Mi.
"Tuan Putri, apa saya boleh melanjutkan latihan saya?" balas Yang Fei.
__ADS_1
"Silakan," kata Li Xing Mi sambil tersenyum.
"Terima kasih, Tuan Putri," sahut Yang Fei. Ia pun kembali fokus untuk latihan.
"Ngomong-ngomong, jurus apa yang sedang kau latih?" tanya Li Xing Mi penasaran.
"Jurus mengendalikan seruling," jawab Yang Fei. Li Xing Mi pun mengangguk.
"Jadi, seruling itu adalah senjatamu?" sahut Li Xing Mi dengan antusias.
"Benar." Yang Fei mengangguk pelan.
"Unik sekali. Aku belum pernah melihat seseorang yang memakai seruling sebagai senjatanya. Kalau begitu, hari ini aku mau lihat bagaimana kau akan memakai seruling sebagai senjatamu untuk berperang," kata Li Xing Mi.
"Yang Fei, kau hebat sekali. Bagaimana kau bisa melakukannya?" tanya Li Xing Mi kagum.
"Tuan Putri terlalu menyanjungku. Saya hanya berlatih dan terus berlatih untuk menguasai jurus ini," jawab Yang Fei.
"Begitu rupanya. Dengan kemampuanmu hari ini, aku yakin kau bisa memenangkan peperangan dua hari lagi. Semangat, Yang Fei!" seru Li Xing Mi.
"Terima kasih, Tuan Putri." Yang Fei tersenyum sambil memberi hormat.
__ADS_1
"Di mana Xing Mi?" tanya Li Yi Cheng. Suara sang Raja bisa terdengar karena taman kerajaan berada di dekat kamar Li Xing Mi.
Gawat, Ayah mencariku, batin Li Xing Mi.
"Tuan Putri sedang berjalan-jalan di taman, Yang Mulia," jawab pelayan yang melayani Li Xing Mi. Begitu Li Xing Mi mendengar suara itu, ia tahu bahwa ia harus kembali menemui Ayahnya sekarang juga.
"Sama-sama, aku pergi dulu," kata Li Xing Mi.
"Sampai jumpa, Tuan Putri," kata Yang Fei sambil memberi hormat. Sementara itu, Li Xing Mi membalikkan badannya dan segera kembali ke kamarnya. Setelah Li Xing Mi pergi, Guo Lin Xu, Hua Xiang, dan Xiao Feng kembali lagi ke taman.
"Kalian sudah selesai mengobrol?" tanya Xiao Feng.
"Sudah," jawab Yang Fei sambil mengangguk pelan.
"Walaupun Tuan Putri selama ini dikenal karena kesombongannya, tapi ternyata dia adalah orang yang ceria dan baik hati," kata Guo Lin Xu.
"Aku juga tidak menyangka dia akan bersikap ramah kepada Yang Fei. Yang Fei, apa Tuan Putri menyukaimu?" tanya Hua Xiang penasaran.
"Itu tidak masuk akal. Kenapa dia harus menyukaiku? Dia tidak punya alasan untuk menyukaiku," jawab Yang Fei.
"Benar juga." Hua Xiang mengangguk, setuju dengan pernyataan Yang Fei.
__ADS_1
Bersambung......
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️☺️