Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Kecurigaan Raja Terhadap Asal-usul Yang Fei


__ADS_3

“Lalu, apa kau tinggal sendirian saja di Desa Shui?” tanya Li Yi Cheng penasaran.


”Dulu, ada Ibu saya juga di sana. Setelah Ibu saya meninggal, Beliau menyuruh saya pergi meninggalkan desa itu,” kata Yang Fei dengan jujur.


“Apa kau yakin kau sudah memberitahuku kebenarannya?” sahut Li Yi Cheng memastikan.


“Hamba tidak berani berbohong kepada Yang Mulia,” jawab Yang Fei.


“Lantas, kenapa kau bisa sampai di sini?” tanya Li Yi Cheng kebingungan.


Kerajaan Barat jaraknya begitu jauh dari Desa Shui. Kenapa Yang Fei harus jauh-jauh datang ke sini kalau ia tidak punya tujuan apapun? tanya Li Yi Cheng dalam hati.


“Saya sedang mencari kakak kandung saya yang hilang, Yang Mulia. Saya tidak tahu di mana ia berada saat ini. Oleh karena itu, saya memang berencana akan mencarinya sampai ke seluruh kerajaan. Saya sampai di sini beberapa hari lalu, tapi saya belum bisa menemukan kakak saya,” sahut Yang Fei.


“Baiklah, begini saja. Aku akan membantumu mencari kakakmu. Siapa namanya?” balas Li Yi Cheng sambil menatap wajah Yang Fei.


“Namanya Yang Jin, Yang Mulia,” jawab Yang Fei.


“Shi Ming, kau sudah dengar itu? Nanti bantulah Tuan Yang Fei untuk mencari kakaknya,” kata Li Yi Cheng.


“Hamba mengerti,” sahut Shi Ming.


“Shi Ming, antarkan Tuan Yang Fei ke kamar yang sudah disiapkan untuknya,” perintah Li Yi Cheng.


“Baik, Yang Mulia.” Shi Ming memberi hormat kepada Li Yi Cheng.

__ADS_1


“Silakan, Tuan Yang Fei,” kata Shi Ming sembari meluruskan tangan kanannya ke pintu keluar.


“Terima kasih, Yang Mulia.” Yang Fei memberi hormat kepada Li Yi Cheng lalu mengikuti Shi Ming untuk pergi ke kamarnya.


“Tuan Yang Fei, ini kamar yang sudah dipersiapkan oleh Yang Mulia untuk Anda tinggali. Jika Tuan masih membutuhkan sesuatu, Tuan bisa panggil saya. Lalu, pakaian yang diletakkan di sana, semuanya untuk Tuan Yang Fei pakai saat berperang nanti,” jelas Shi Ming.


“Baik, terima kasih banyak,” kata Yang Fei.


“Sama-sama, Tuan. Saya masih ada urusan, saya izin undur diri.” Shi Ming pun pergi dari kamar itu.


“Shi Ming,”


“Ya, Yang Mulia,”


“Aku punya kekhawatiran. Pada akhirnya, putriku harus menikah dengan Yang Fei. Aku tahu Yang Fei adalah pemuda yang baik, jujur, dan pemberani. Tapi Yang Fei bukan manusia biasa. Dia bisa tumbuh besar di Desa Shui yang merupakan desa yang sudah lama tidak bisa ditinggali oleh manusia memang tidak masuk akal.”


“Benar. Tidak masalah jika dia adalah reinkarnasi dari Dewa, tapi bagaimana jika dia adalah reinkarnasi dari Iblis? Bagaimana nasib putriku jika harus menikah dengannya? Aku hanya mencemaskan keadaan putriku yang pasti akan menderita jika calon suaminya adalah reinkarnasi dari Iblis.”


“Yang Mulia, menurut Hamba, kita jangan berprasangka buruk terhadap Tuan Yang Fei sekarang. Kita lihat saja bagaimana Tuan Yang Fei akan memimpin kerajaan kita berperang karena kita bisa mengetahui siapa Tuan Yang Fei yang sebenarnya pada hari itu,”


“Baiklah,”


“Ayah, aku dengar pemenangnya bukan Wang Jue. Jadi, aku tidak perlu menikah dengan Wang Jue, ‘kan?”


“Tentu saja. Yang Fei yang akan menjadi suamimu,” sahut Li Yi Cheng.

__ADS_1


“Siapa Yang Fei? Seperti apa dia?” tanya Li Xing Mi penasaran.


“Kau akan melihatnya nanti setelah ia kembali dari medan perang.”


“Tapi aku ingin melihatnya sekarang,” kata Li Xing Mi sambil memohon.


“Xing Mi, dengarlah perkataan Ayah. Kau tidak boleh melihatnya sekarang,” sahut Li Yi Cheng.


”Kenapa?” balas Li Xing Mi heran.


“Karena dia belum menikah denganmu, jadi kau bisa melihatnya nanti saat hari pernikahan kalian,” jawab Li Yi Cheng.


“Tuan Putri, Yang Mulia memiliki banyak pekerjaan yang harus dikerjakan saat ini. Mohon Tuan Putri kembali ke kamar,” kata Shi Ming.


“Baik, tapi kau harus memberi tahuku jika Ayah sudah tidak sibuk lagi,” sahut Li Xing Mi sambil menatap tajam ke arah Shi Ming.


“Pasti, Tuan Putri.” Shi Ming tersenyum. Li Xing Mi pun pergi meninggalkan Aula Xiang Ping.


“Sebenarnya kenapa Ayah tidak mengizinkanku melihat calon suamiku?” gumam Li Xing Mi. Ia semakin penasaran ketika mendengar bahwa Yang Fei masih muda, namun sudah begitu hebat.


“Yang Fei, kau berhasil!” teriak Hua Xiang.


“Yang Fei? Itu pasti dia!” seru Li Xing Mi dengan girang. Ia segera berjalan ke arah sumber suara tersebut.


Bersambung……

__ADS_1


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️☺️


__ADS_2