Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Yang Fei Sembuh


__ADS_3

“Ngomong-ngomong, di mana Hua Xiang?” tanya Yang Fei bingung. Ia menatap ketiga orang yang sedang duduk di ujung kasurnya saat ini untuk menunggu jawaban dari mereka.


“Ah, tadi siang Hua Xiang tampak kelelahan, jadi sekarang dia sedang beristirahat di kamarku,” sahut Li Xing Mi.


“Yang Fei, cobalah untuk menggerakkan tubuhmu,” imbuh Li Xing Mi.


“Iya, cobalah. Kami akan menemanimu berlatih pedang jika kau sudah sembuh,” kata Guo Lin Xu.


“Baiklah,” sahut Yang Fei sembari bangkit berdiri dari kasurnya. Ia menggerakan seluruh tubuhnya, kepala, leher, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki. Semuanya tampak baik-baik saja saat ia menggerakkan tubuhnya.


“Kau sudah sembuh! Kau benar-benar sudah sembuh!” seru Li Xing Mi sembari memeluk Yang Fei.


“Yang Fei, apa kau yakin kau tidak merasa sakit lagi?” tanya Xiao Feng.


”Aku yakin aku sudah baik-baik saja sekarang,” jawab Yang Fei sambil tersenyum.


“Kalau begitu, istirahatlah sekarang. Besok pagi kau harus menemui Yang Mulia,” kata Guo Lin Xu sambil tersenyum.


“Baik, terima kasih sudah menemaniku. Kalian juga jangan lupa istirahat, ya,” sahut Yang Fei.


“Tentu saja,” balas Li Xing Mi.


“Kalau begitu, kami tidak akan mengganggumu lagi. Sampai jumpa besok, Yang Fei,” ucap Xiao Feng.

__ADS_1


“Sampai jumpa besok, teman-teman,” cetus Yang Fei sembari melambaikan tangan kanannya dan tersenyum.


“Kenapa aku merasa mereka tindakan mereka hari ini agak berbeda? Apa mereka sedang menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Yang Fei kepada dirinya sendiri.


Mungkin hanya perasaanku saja, batin Yang Fei.


*****


“Salam, Yang Mulia,” sapa Yang Fei sembari memberi hormat kepada Li Yi Cheng.


“Berdirilah. Bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah sembuh?” sahut Li Yi Cheng.


“Iya, Yang Mulia. Berkat bantuan Anda, saya sudah sembuh,” jawab Yang Fei sambil tersenyum.


“Aku tidak berbuat banyak, Xing Mi dan teman-temanmu yang membantumu sampai kau sembuh,” kata Li Yi Cheng.


“Silakan,” jawab Li Yi Cheng.


”Apa yang saja sudah dilakukan oleh Tuan Putri dan teman-temanku untuk menyembuhkanku?” tanya Yang Fei penasaran.


“Aku juga tidak begitu tahu, tapi saat kau terluka parah beberapa hari yang lalu, Xing Mi dan ketiga temanmu pergi ke Gunung Zhou. Mereka pergi ke sana untuk mengambilkan obat yang bisa menyembuhkanmu. Syukurlah, mereka semua kembali dalam keadaan selamat.” Li Yi Cheng menghela napas panjang.


“Apa mereka semua baru saja kembali kemarin?” tanya Yang Fei.

__ADS_1


“Benar, ada apa? Apa ada yang salah?” balas Li Yi Cheng dengan kening berkerut.


“Tidak ada yang salah, Yang Mulia,” jawab Yang Fei.


“Yang Fei, berhubung kau sudah sembuh, aku ingin memberimu hadiah dan penghargaan untuk semua yang telah kau lakukan,” kata Li Yi Cheng.


“Yang Mulia, saya menghargai niat Anda. Tapi saya tidak menginginkan hadiah dan penghargaan apa pun,” kata Yang Fei dengan sopan.


“Tuan Yang Fei, tidak masalah jika kau tidak ingin menerima hadiah dan penghargaan apa pun. Tapi seperti yang sudah ditulis pada sayembara beberapa waktu yang lalu, kau harus menikahi Tuan Putri,” celetuk Shi Ming.


“Yang Mulia, saya mengerti. Tuan Putri adalah satu-satunya putri Anda, jadi Anda pasti ingin putri Anda menikah dengan orang yang mencintainya dengan tulus dan bisa memperlakukannya dengan baik. Tapi saya adalah murid dari Gunung Xuan Zheng. Saya tidak bisa mencintai Tuan Putri. Jadi, saya benar-benar minta maaf. Saya tidak bisa menikahi Tuan Putri,” kata Yang Fei sembari memberi hormat.


“Xing Mi memang manja, tapi dia adalah gadis yang baik. Jika kau tidak bisa mencintainya karena kau adalah murid dari Gunung Xuan Zheng, kau tidak perlu khawatir soal itu. Aku akan meminta izin kepada Gurumu dan kau bisa tinggal di Istana ini sebagai Putra Mahkota sekaligus Jenderal. Aku sudah tua, jika kau menunggu sedikit lebih lama, kau juga bisa naik pangkat menjadi seorang Raja,” jelas Li Yi Cheng sambil menawarkan sebuah solusi yang tepat untuk kedua belah pihak. Jika orang yang akan menikahi Li Xing Mi bukan Yang Fei pasti orang itu akan langsung menyetujui solusi yang diberikan oleh Li Yi Cheng. Namun, Yang Fei berbeda dengan orang-orang licik seperti itu.


“Yang Mulia, bukan itu maksud saya. Sejak awal, tujuan saya datang ke kerajaan ini hanya untuk mencari kakak kandung saya. Saya tidak pernah ingin menjadi anggota keluarga kerajaan atau menikahi Tuan Putri atau menerima suatu jabatan. Saya hanya ingin menjalani hidup yang tenang,” sahut Yang Fei dengan sopan.


“Coba kau pertimbangkan lagi tawaranku yang tadi. Kau bisa menikahi putriku sekaligus menjadi Putra Mahkota serta Jenderal Perang adalah posisi yang sangat diinginkan oleh semua pria di seluruh kerajaan Barat. Bahkan untuk mendapatkan satu posisi saja, seseorang biasanya harus berasal dari keturunan bangsawan. Kini kau bisa mendapatkan dua posisi sekaligus, jadi coba pikirkan dulu baik-baik,” kata Li Yi Cheng.


“Ayah, aku tidak masalah jika Yang Fei tidak ingin menikah denganku. Tolong Ayah jangan bujuk dia lagi,” celetuk Li Xing Mi.


“Xing Mi, kau tidak mengerti situasinya. Ayah sudah berjanji kepada seluruh rakyat kerajaan Barat untuk menikahimu dengannya. Sekarang kau malah tidak ingin menikah dengannya. Apa yang akan dipikirkan oleh semua orang? Tentu saja mereka akan berpikir bahwa Ayahmu adalah Raja yang tidak menepati janjinya,” balas Li Yi Cheng sambil menggelengkan kepalanya.


“Ayah, sudahlah. Yang Fei sudah bilang bahwa dia tidak mencintaiku. Tidak ada gunanya jika aku menikah dengan orang yang tidak mencintaiku, ‘kan?” tanya Li Xing Mi sembari berusaha membujuk Li Yi Cheng agar tidak memaksa Yang Fei untuk menikah dengannya.

__ADS_1


Bersambung……


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️


__ADS_2