Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Identitas Qin Jun


__ADS_3

Begitu Yang Fei, Guo Lin Xu, Xiao Chuan, dan yang lainnya sampai di depan Istana Yu Qing, Qin Yang dan Qin Jun sudah berdiri untuk menyambut mereka di sana.


"Hormat kepada Baginda."


"Cepat berdiri," sahut Qin Yang.


"Terima kasih, Baginda."


"Su Jiang sudah menunggu kalian di taman Istana. Jun, kau antar dulu mereka ke sana. Nanti setelah mereka selesai, kau bisa mengantar mereka lagi ke kamar tamu," perintah Qin Yang kepada adik angkatnya.


"Baik, Kakak."


Qin Yang pun memimpin jalan sampai ke taman Istana.


"Terima kasih, Yang Mulia," kata Li Xing Mi.


"Tidak masalah," balas Qin Jun sambil tersenyum. Kemudian, ia berdiri agak jauh dari Su Jiang.


"Semuanya, silakan duduk," kata Su Jiang yang menyambut mereka dengan ramah.


"Salam, Tuan Putri."


Su Jiang segera memberi hormat kepada Li Xing Mi sembari memegang pedangnya.


"Nona Su Jiang tidak perlu begitu sungkan denganku. Namaku Li Xing Mi, silakan panggil aku Xing Mi saja."


"Kalau begitu, tolong panggil aku Su Jiang saja," sahut Su Jiang sambil tersenyum.


"Baiklah, Su Jiang. Hari ini kami semua datang ke mari untuk menanyaimu mengenai keberadaan orang ini," kata Li Xing Mi sambil mengulurkan tangan kanannya kepada Yang Fei untuk meminta lukisan kakaknya.

__ADS_1


"Namanya Yang Jin, dia adalah Kakak kandungku yang sudah lama hilang. Tolong bantuan Anda untuk meramal keberadaannya," cetus Yang Fei.


"Baik, tolong tunggu sebentar. Aku akan meramalnya dulu."


Su Jiang pun mulai menggunakan mantranya untuk masuk ke dalam kehidupan orang yang ada di dalam lukisan melalui sebuah ilusi.


"Yang Mulia Qin Jun? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Su Jiang bingung.


"Su Jiang, identitas aslimu bukanlah Su Jiang. Begitupun dengan aku, aku juga bukan Qin Jun. Hanya saja, kita harus mengganti identitas supaya bisa masuk ke Istana, memiliki jabatan untuk dapat bertahan hidup," jawab Qin Jun menjelaskan.


"Apa maksudmu, Yang Mulia?" sahut Su Jiang tidak mengerti.


"Su Jiang, tolong jangan cari tahu tentang asal usulku lagi. Begitupun denganmu, aku tidak akan mempermasalahkan asal usulmu untuk bisa menikah dengan Kakak. Jika kamu tidak membocorkan asal usulku kepada mereka, maka aku juga akan membalas jasamu dengan menjadikanmu Permaisuri."


Seketika itu juga, Qin Jun menghilang dari ilusi tersebut dan kekuatan mantra Su Jiang berakhir.


"Su Jiang, apa kau menemukan sesuatu?" tanya Li Xing Mi penasaran.


"Xing Mi, orang di dalam lukisan ini tidak bisa aku tebak keberadaannya karena lukisan ini sudah sangat lama. Apalagi, pria yang ada di dalam lukisan ini masih begitu muda saat dilukis. Walaupun sekarang orang itu ada di sini, tetap saja tidak akan bisa dikenali."


"Benarkah tidak ada cara lain untuk mencari tahu tentang keberadaannya?" tanya Guo Lin Xu penasaran.


"Nona, maafkan aku. Aku juga bukan seorang peramal ahli yang bisa mencari tahu asal usul semua orang."


Wajah Su Jiang tampak pucat dan seluruh tubuhnya tegang.


"Tidak apa-apa, aku mengerti. Terima kasih," sahut Guo Lin Xu sambil tersenyum.


"Semuanya, silakan," kata Qin Jun untuk mengantar mereka semua kembali ke kamar tamu.

__ADS_1


...****************...


Meski setiap orang sudah disediakan satu kamar, namun mereka semua sedang berkumpul di kamar Yang Fei untuk berdiskusi.


"Apakah menurut kalian Su Jiang sudah mengatakan yang sebenarnya?" tanya Xiao Feng sembari mengernyitkan dahinya.


"Kau tidak percaya padanya?" sahut Xiao Chuan.


"Saat Yang Mulia Qin Jun mengantar kita ke sini, aku merasa wajahnya mirip dengan wajah Kakakku," kata Yang Fei dengan wajah serius.


"Jadi, kau mencurigainya sebagai Kakakmu?" tanya Hua Xiang.


"Entah dia adalah Kakaknya Yang Fei atau bukan, kita tidak tahu. Tapi dari wajah Su Jiang yang terlihat begitu pucat dan seluruh tubuhnya menegang, bisa kusimpulkan bahwa ia kemungkinan besar sudah berbohong," jawab Guo Lin Xu.


"Dia bilang bahwa meski orang itu ada di sini, tetap tidak akan bisa dikenali. Mungkin saja Kakakmu itu memang ada di Istana Yu Qing," sahut Li Xing Mi.


"Apa yang akan kau lakukan untuk menemukan keberadaan Kakakmu, Yang Fei?" tanya Guo Lin Xu.


"Aku akan menyelidiki Yang Mulia Qin Jun malam ini," balas Yang Fei.


...****************...


Malam hari saat semua orang sudah kembali ke kamarnya untuk beristirahat, Yang Fei memakai pakaian serba hitam dan mengendap-endap ke kamar Qin Jun untuk menghindari pengawasan dari para pengawal Istana.


Namun, saat Yang Fei sudah dekat dengan kamar Qin Jun, begitu banyak orang yang berjaga di depan kamarnya. Oleh karena itu, Yang Fei langsung melompat ke atas atap kamar Qin Jun dan mengintip dari atas atap kamarnya.


Bersambung......


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊

__ADS_1


__ADS_2