Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Kunci Pintu Rahasia


__ADS_3

Tiba-tiba seekor kucing spiritual mendarat di atas bahu kanan Xiao Chuan yang sedang memuji Yang Fei. Xiao Chuan pun segera mengusir kucing itu dari bahu kanannya.


"Yu Long memelihara banyak sekali hewan spiritual di markasnya. Benar-benar aneh," ucap Xiao Chuan sambil menggelengkan kepala.


"Sudahlah, fokus saja mencari kunci untuk membuka pintu rahasia itu," sahut Yang Fei mengingatkan.


Beberapa detik kemudian, kucing spiritual itu kembali mendarat di bahu kiri Xiao Chuan.


"Hei! Kau benar-benar kucing yang nakal!" bentak Xiao Chuan kepada kucing itu.


"Dia seperti menyembunyikan sesuatu di kaki kanannya," ucap Yang Fei sembari memperhatikan benda yang sedang dicengkram oleh kucing itu.


"Matamu lumayan tajam juga," sahut kucing itu dengan nada sinis.


"Kucing ini bisa bicara?" tanya Xiao Chuan sambil mengernyitkan keningnya.


"Tentu saja. Namaku Mo Ling. Aku adalah kucing spiritual kesayangan Tuan Raja Iblis," ucap Mo Ling yang memperkenalkan dirinya dengan rasa bangga.


"Jadi, kau bukan kucing spiritual peliharaan Yu Long?" tanya Yang Fei.


"Yu Long adalah bawahan Tuanku yang merawatku setiap hari, tapi Tuanku yang sebenarnya adalah Raja Iblis," jawab Mo Ling dengan sambil tersenyum.


"Tapi Li Zhen sudah mati 30.000 tahun yang lalu," sahut Xiao Chuan sambil mengernyitkan keningnya.


"Aku bukan peliharaan Li Zhen, melainkan Raja Iblis lain yang baru berusia 10.000 tahun."


"Ada Raja Iblis lain selain Li Zhen?" tanya Xiao Chuan penasaran. Mo Ling langsung menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Tentu saja ada."


"Jadi, apa yang kau sembunyikan di bawah kaki kananmu?"


Yang Fei langsung mengembalikan topik pembicaraan di antara mereka bertiga. Mo Ling pun mundur beberapa langkah karena merasa terintimidasi oleh Yang Fei.


"Bukan apa-apa, hanya sebuah barang kecil yang tidak berharga."


"Itu Giok Yuan Zheng. Giok langka milik suku Iblis. Hanya ada 3 di dunia ini," gumam Xiao Chuan.


"Untuk apa kau membawa Giok Yuan Zheng di kakimu?" tanya Yang Fei penasaran. Mo Ling tidak merespon pertanyaan Yang Fei barusan karena ia merasa bahwa Xiao Chuan akan mengejarnya dalam hitungan detik.


"Berikan benda itu padaku!" seru Xiao Chuan sambil mengejar Mo Ling yang dengan cepat berlari ke arah lain untuk menghindari Xiao Chuan.


"Giok ini adalah satu-satunya barang yang kumiliki saat ini. Jangan pernah berpikir untuk mengambilnya dariku!" teriak Mo Ling sambil menggigit giok itu.


"Giok Yuan Zheng memang tidak berharga untuk makhluk lain selain aku!" seru Mo Ling dengan wajah marah.


"Jadi, apa kau bahkan bisa menggunakannya dengan baik?" Xiao Chuan bertanya dengan nada yang seolah-olah meremehkan Mo Ling.


"Kau menyebalkan sekali. Kau hanyalah manusia biasa yang bekerja untuk suku Iblis. Memangnya kau bisa menggunakan Giok Yuan Zheng meski kuberikan benda ini padamu?" tanya Mo Ling yang sudah mulai kesal dengan sikap Xiao Chuan.


"Mo Ling, bisakah kau memberitahu kami apa yang bisa kami lakukan untuk membuka pintu rahasia di dapur?" tanya Yang Fei dengan sopan.


"Aku tidak tahu cara membuka pintu itu," jawab Mo Ling ragu.


"Benarkah? Katamu kau adalah hewan peliharaan kesayangan Tuanmu," kata Xiao Chuan sambil tersenyum senang.

__ADS_1


"Mo Ling, tak apa kalau kau tak mau memberi tahu kami. Aku mengerti," ucap Yang Fei sambil tersenyum.


"Bukan begitu, tapi hanya orang tertentu yang bisa masuk ke dalam sana."


"Meski begitu, setidaknya kau harus memberi tahu kami caranya," balas Xiao Chuan dengan nada antusias.


"Giok Yuan Zheng dapat membuka pintu ini jika digabungkan dengan darah suku Iblis. Sayangnya, kalian berdua adalah seorang manusia. Kalian pasti tidak akan bisa membuka pintu ini,"


"Memangnya apa yang ada di dalam pintu itu?" tanya Yang Fei penasaran.


"Kalian bisa menemukan harta benda dan jalan keluar dari sini jika berhasil menang dalam pertarungan yang ada di dalam pintu itu, tapi kebanyakan orang yang sudah masuk ke dalam pintu ini biasanya gagal dan tidak bisa keluar hidup-hidup."


"Kami tetap membutuhkan bantuanmu untuk meminjamkan kami Giok Yuan Zheng," sahut Yang Fei dengan nada memohon.


"Kau tetap ingin mencoba untuk membuka pintu yang tidak bisa dibuka oleh manusia biasa?" Mo Ling mendesah sambil menggelengkan kepalanya.


"Kau terlalu meremehkan Yang Fei. Setidaknya biarkanlah dia mencobanya," sahut Xiao Chuan dengan nada antusias.


"Tapi Yang Fei berada di dalam ruangan tempat penyimpanan senjata saat ini, bagaimana dia bisa keluar tanpa kunci yang dipegang oleh Yu Long?" tanya Mo Ling kebingungan.


"Aku bisa keluar dari sini selama kau bersedia memberikan Giok Yuan Zheng untuk membuka pintu rahasia itu."


"Silakan saja jika itu maumu. Kau hanya perlu datang ke dapur dan menemuiku," balas Mo Ling sambil tersenyum.


Bersambung......


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊

__ADS_1


__ADS_2