Legenda Pendekar Seruling

Legenda Pendekar Seruling
Membatalkan Pernikahan


__ADS_3

“Ayah, sudahlah. Yang Fei sudah bilang bahwa dia tidak mencintaiku. Tidak ada gunanya jika aku menikah dengan orang yang tidak mencintaiku, ‘kan?” tanya Li Xing Mi sembari berusaha membujuk Li Yi Cheng agar tidak memaksa Yang Fei untuk menikah dengannya.


“Tuan Putri, peraturan tidak bisa diubah sesuka hati kita. Jika Tuan Putri ingin membatalkan pernikahan Anda dengan Tuan Yang Fei, maka Anda harus bisa memberikan sebuah alasan yang masuk akal kepada rakyat Kerajaan Barat. Sementara itu, alasan bahwa Tuan Yang Fei adalah murid dari Gunung Xuan Zheng tidak akan diterima oleh rakyat. Oleh karena itu, jika Tuan Putri dan Tuan Yang Fei memang tidak ingin menikahi satu sama lain, maka kita harus mencari alasan lain yang lebih masuk akal dan bisa diterima oleh rakyat,” kata Shi Ming mengingatkan.


“Jadi, menurutmu, apa alasan yang bisa diterima oleh rakyat?” sahut Li Xing Mi.


“Menurut saya, kita bilang saja bahwa Tuan Yang Fei diracuni oleh Raja Wang Duan dan racunnya tidak bisa disembuhkan sehingga kita tidak bisa menikahkan Tuan Putri dengan Tuan Yang Fei. Bagaimana menurut Anda, Tuan Putri?” tanya Shi Ming sambil tersenyum.


“Baik, lakukan saja seperti yang kau katakan tadi jika itu bisa membatalkan pernikahanku dengan Yang Fei,” jawab Li Xing Mi.


”Baik, Tuan Putri. Akan saya sampaikan kepada rakyat sekarang.” Shi Ming memberi hormat kemudian meninggalkan Aula Xiang Ping.


*****


“Salam, Yang Mulia,” sapa Shi Ming sembari memberi hormat kepada Li Yi Cheng.


“Shi Ming, kenapa kau malah memberi tahu Xing Mi ada jalan lain alih-alih membujuk Yang Fei untuk tetap tinggal di sini?” tanya Li Yi Cheng penasaran.


“Yang Mulia, Tuan Putri dan Tuan Yang Fei tidak saling mencintai. Selain itu, Tuan Yang Fei juga merupakan murid dari Sekte Gunung Xuan Zheng. Tuan Yang Fei tidak bisa menikah karena aturan untuk para murid bela diri adalah menghilangkan perasaan dan emosi duniawi, terutama perasaan cinta. Jika pernikahan mereka dibatalkan, kedua belah pihak akan untung. Tuan Putri tidak akan menderita dan Tuan Yang Fei tidak harus melanggar aturan sektenya,” jelas Shi Ming.


“Kau benar, tapi menurutku Xing Mi sudah mencintai Yang Fei. Dia bahkan mau pergi ke Gunung Zhou untuk menyelamatkan Yang Fei. Aku khawatir kalau pernikahan ini dibatalkan, Xing Mi akan merasa sedih,” sahut Li Yi Cheng.


“Saya akan mengurus hal ini. Mohon Yang Mulia tenang saja,” kata Shi Ming sambil tersenyum.


“Baiklah, aku percaya padamu.” Li Yi Cheng menghela napas panjang.


“Terima kasih banyak, Yang Mulia,” kata Shi Ming sambil membungkuk hormat. Kemudian, ia meninggalkan Aula Xiang Ping untuk menemui Li Xing Mi. Namun, di tengah perjalanan, ia berpapasan dengan Yang Fei.


“Shi Ming,” panggil Yang Fei.

__ADS_1


“Ya, Tuan Yang Fei. Apa kau membutuhkan sesuatu?” tanya Shi Ming.


“Tidak, aku hanya ingin berpamitan kepadamu dan Yang Mulia,” jawab Yang Fei.


“Kau mau pergi sekarang?” sahut Shi Ming terkejut.


“Aku akan pergi besok pagi,” kata Yang Fei sambil tersenyum.


“Cepat sekali. Tuan Yang Fei, apa kau tidak mau tinggal lebih lama lagi?” balas Shi Ming.


“Aku masih harus mencari kakak kandungku. Aku tidak bisa terlalu lama menumpang di sini juga,” sahut Yang Fei.


“Ngomong-ngomong soal kakakmu, aku sudah menyelidikinya. Lokasi terakhirnya ada di Kota Chang An. Setelah itu, jejaknya tidak bisa ditemukan lagi di manapun,” jelas Shi Ming.


“Terima kasih sudah membantuku, Shi Ming.” Yang Fei tersenyum dan menepuk pundak Shi Ming dengan pelan.


“Sama-sama, Tuan Yang Fei,” sahut Shi Ming sambil memberi hormat.


*****


“Ada apa, Shi Ming?” tanya Li Xing Mi seraya membuka pintu kamarnya.


“Nona Hua Xiang, bagaimana kondisimu? Apa lukamu sudah membaik?” tanya Shi Ming sembari menatap bekas luka di lengan kanan Hua Xiang.


“Sudah, terima kasih,” sahut Hua Xiang sambil tersenyum.


“Apa kau ke sini hanya untuk menanyai kabar Hua Xiang? Kau tenang saja, dia sudah aku urus dengan baik di sini. Jika tidak ada hal lain, silakan pergi,” celetuk Li Xing Mi dengan ketus.


“Tidak, Tuan Putri. Saya ingin mengajak Anda jalan-jalan dan bersantai di taman Istana,” kata Shi Ming. Li Xing Mi pun menerima ajakan itu sehingga ia keluar dari kamarnya dan pergi menuju ke taman bersama Shi Ming.

__ADS_1


“Tumben sekali kau mau mengajakku jalan-jalan di taman. Biasanya kau selalu sibuk,” ucap Li Xing Mi sambil tersenyum.


“Maaf, Tuan Putri. Saya biasanya sibuk dan tidak bisa menemani Tuan Putri, itu memang salah saya.” Shi Ming menundukkan kepalanya sebagai permintaan maaf.


“Hei, kita berdua adalah teman dari kecil. Sekarang tidak ada Ayahku di sini, kenapa kau masih saja begitu formal denganku? Kau membuatku tidak nyaman berbicara denganmu,” kata Li Xing Mi sambil menggelengkan kepalanya.


“Baik, saat ini aku akan berusaha lebih akrab denganmu,” sahut Shi Ming.


“Xing Mi, bagaimana perasaanmu?” tanya Shi Ming khawatir.


“Apa maksudmu? Perasaan apa yang kau maksud?” Li Xing Mi segera mengalihkan padangannya dari wajah Shi Ming.


“Perasaanmu saat harus menikah dengan Tuan Yang Fei dan akhirnya hari ini kalian sendiri yang ingin membatalkannya,” jelas Shi Ming.


“Ah, itu, ya. Itu… aku tidak peduli dengan pernikahan tidak jelas itu. Sejak awal, aku memang tidak ingin menikah. Ayah yang mau aku segera menikah, aku tidak ingin menikah dengan siapapun,” kata Li Xing Mi dengan gugup.


“Oh, ya? Kalau begitu, kenapa kau pergi ke Gunung Zhou untuk menyelamatkannya padahal ada ketiga pendekar lain yang bisa menyelamatkan Tuan Yang Fei?” tanya Shi Ming yang berpura-pura tidak tahu.


“Aku hanya ingin berterima kasih padanya karena sudah menyelamatkan kerajaan Barat dari kerajaan Selatan. Daripada aku dipaksa menjadi selir kelima Wang Duan, lebih baik aku menyelamatkan Yang Fei, ‘kan?” balas Li Xing Mi dengan nada tinggi.


“Jadi begitu. Kalau begitu, ucapkanlah selamat tinggal kepada Tuan Yang Fei sekarang,” sahut Shi Ming.


“Apa? Yang Fei mau pergi sekarang?” tanya Li Xing Mi terkejut.


“Tidak sekarang, tapi sebentar lagi,” jawab Shi Ming.


“Apa kau yakin? Dia mau pergi ke mana?” sahut Li Xing Mi sambil menatap kedua mata Shi Ming untuk memastikan bahwa ia tidak dibohongi oleh Shi Ming.


Bersambung……

__ADS_1


Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊


__ADS_2