
Mereka berempat masuk ke dalam Istana melalui pintu belakang. Setelah itu, mereka berganti pakaian lalu menyamar menjadi pelayan Istana.
“Apa kalian berempat adalah pelayan baru di Istana? Wajah kalian terlihat asing,” tanya kepala pelayan yang kebetulan lewat di pintu belakang Istana.
“Benar, Kak, kami berempat adalah pelayan baru di sini,” jawab Xiao Feng.
“Baiklah. Kalian berdua, ikut aku untuk melayani Tuan Putri,” kata sang kepala pelayan.
“Kalian yang laki-laki bisa berjaga di depan aula utama,” imbuhnya.
“Baik,” sahut Yang Fei.
...****************...
Sang kepala pelayan membawa Guo Lin Xu dan Hua Xiang ke pinggir sungai. Di sana, ada sekitar 20 pelayan lain juga yang sedang mencuci pakaian.
“Tugas kalian berdua mulai sekarang adalah mencuci pakaian milik Tuan Putri bersama dengan mereka,” kata kepala pelayan itu.
“Baik, terima kasih, Kak,” sahut Guo Lin Xu. Kepala pelayan itu mengangguk lalu segera pergi dari situ untuk melakukan pekerjaannya yang lain.
“Kalian orang baru, ‘kan? Cuci semua pakaian yang ada di sana sebelum malam hari,” perintah salah seorang pelayan di situ sambil menunjuk ke arah beberapa keranjang kayu yang berisi pakaian-pakaian milik keluarga Kerajaan. Pelayan ini sudah terlihat senior, jadi ia berani menyuruh siapa saja untuk melakukan pekerjaan mencuci yang cukup banyak.
“Baik, Kak," balas Hua Xiang. Ia dan Guo Lin Xu pun mengambil keranjang-keranjang itu lalu mulai mencuci satu per satu pakaian milik Tuan Putri.
“Aku tidak menyangka aku akan mencuci pakaian sebanyak ini dalam waktu setengah hari,” kata Hua Xiang dengan pelan.
“Aku juga tidak menduga kita harus menyamar menjadi pelayan Istana,” bisik Guo Lin Xu.
“Ah, Lin Xu, sepertinya aku sudah tidak kuat lagi,” kata Hua Xiang.
__ADS_1
“Jadi, apa gunanya kau mempelajari ilmu bela diri selama ini?” tanya Guo Lin Xu sambil tersenyum dan mengangkat alis kanannya.
“Benar juga. Aku bisa memakai tenagaku untuk mencuci lebih cepat. Terima kasih, Lin Xu, kau memang penyelamatku,” balas Hua Xiang sambil tersenyum senang.
“Sama-sama,” sahut Guo Lin Xu.
...****************...
“Yang Mulia, Tuan Putri ingin bertemu dengan Anda,” kata salah satu pelayan istana.
“Persilakan dia masuk," balas sang Raja.
“Baik." Pelayan itu mengangguk. Kemudian, Li Xing Mi langsung masuk ke dalam.
“Xing Mi memberi hormat pada Ayah,” kata Li Xing Mi sambil membungkuk untuk memberi hormat kepada sang Ayah.
“Berdirilah. Ada apa, Putriku?” tanya sang Raja sambil tersenyum.
“Kenapa? Bukankah dia tampan, kaya, dan juga berbakat?” sahut Li Yi Cheng.
“Tapi dia sudah tua! Aku tidak peduli! Pokoknya aku tidak mau bertunangan dengan si Wang Jue itu." Li Xing Mi memasang raut wajah yang masam.
“Jika kau tidak mau, ya sudah, Ayah juga tidak bisa memaksamu,” kata Li Yi Cheng sambil tersenyum.
“Benarkah? Terima kasih, Ayah,” sahut Li Xing Mi yang langsung memeluk Ayahnya.
“Tapi mulai hari ini kau harus keluar dari Istana,” kata Li Yi Cheng.
“Apa? Apa Ayah serius? Ayah mau mengusirku?” tanya Li Xing Mi tidak percaya.
__ADS_1
“Pangeran Wang Jue adalah keponakan dari Raja Wang Ming, Raja bagian Utara. Saat ini, keadaan Kerajaan kita sudah kritis. Kerajaan Selatan mau menyerang Kerajaan kita dalam tiga hari. Wang Jue bersedia membantu Kerajaan kita jika kau mau menjadi tunangannya. Apa susahnya bertunangan dengannya dibandingkan Kerajaan kita dikalahkan oleh musuh dan dimusnahkan oleh mereka?” tanya Li Yi Cheng.
“Apa Ayah begitu yakin bahwa dengan bantuan Wang Jue Kerajaan kita pasti akan menang melawan Kerajaan Selatan? Di medan perang, tidak ada yang bisa menjamin siapa yang akan menang,” jawab Li Xing Mi.
“Kalau Kerajaan kita kalah, kau juga tidak usah menikah dengan Wang Jue,” sahut Li Yi Cheng.
“Benarkah?” tanya Li Xing Mi senang.
“Tapi kalau Kerajaan kita menang berkat bantuannya, berarti kau harus menikah dengannya,” jawab Li Yi Cheng sambil tersenyum.
“Ayah!” seru Li Xing Mi tidak terima.
“Maafkan Ayah, Putriku. Ayah adalah seorang Raja. Ayah harus mendahulukan kepentingan Kerajaan dan seluruh rakyat diatas kepentingan pribadi,” sahut Li Yi Cheng sambil menghela napasnya dalam-dalam.
“Tapi… jika Wang Jue kalah, bukankah sama saja Kerajaan kita akan musnah?” tanya Li Xing Mi dengan nada cemas. Li Yi Cheng pun mengalihkan pandangannya ke arah penasihat Kerajaannya.
“Shi Ming,” panggil Li Yi Cheng.
“Hadir,” sahut Shi Ming sambil membungkuk untuk memberi hormat kepada Li Yi Cheng.
“Bagaimana menurutmu?” tanya Li Yi Cheng sambil menatap wajah Shi Ming.
“Menurut Hamba, bagaimana jika Yang Mulia mengadakan sebuah sayembara kepada semua laki-laki yang tinggal di sini untuk memimpin perang? Tuan Putri tidak mau menikah dengan Pangeran Wang Jue, tapi menurut Hamba masih banyak laki-laki di Kerajaan kita yang dapat membantu Kerajaan kita untuk menang di medan perang,” jawab Shi Ming.
“Idemu bagus juga. Baiklah, lakukan sesuai saranmu saja. Sampaikan sayembara itu kepada seluruh laki-laki yang tinggal di sini. Jika salah satu dari mereka mampu memimpin perang dan membuat Kerajaan kita menang, orang itulah yang akan menikah dengan Putriku,” kata Li Yi Cheng.
“Baik, Yang Mulia, saya laksanakan sekarang juga,” balas Shi Ming.
Bersambung……
__ADS_1
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ☺️