
"Tunggu," ucap Xiao Chuan setengah berteriak.
"Ada apa?"
Yang Fei menatap wajah Xiao Chuan yang sepertinya sedang mengalami kesulitan.
"Adikku ditangkap oleh Yu Long. Seharusnya dia berada di sini," ucap Xiao Chuan dengan nada tegas.
Xiao Chuan yakin sekali adiknya ada di dalam Benteng Keluarga Yu karena benteng pertahanan ini memang sangat luas dan terdapat beberapa penjara. Mo Ling pun melompat ke atas pundak kanan Xiao Chuan.
"Apa adikmu adalah gadis yang memiliki aura jahat?" tanya Mo Ling memastikan.
"Benar, apa kau tahu di mana dia?" sahut Xiao Chuan dengan tergesa-gesa.
Mo Ling pun tersenyum dan menjawab, "Adikmu seharusnya berada di dalam penjara es."
"Sayang sekali, darah Iblis yang ada di dalam tubuh adikmu diserap oleh Yu Long untuk menambah kekuatannya. Namun, adikmu masih bisa hidup meski waktunya sudah tidak lama lagi," imbuh Mo Ling.
Xiao Chuan tidak menghiraukan penjelasan dari Mo Ling. Ia segera berlari ke luar dari
dapur untuk mencari lokasi penjara es. Xiao Chuan langsung berlari ke sebelah kiri di mana terdapat beberapa penjara.
"Tunggu, kau salah arah. Putar balik," ucap Mo Ling memperingatkan Xiao Chuan.
Setelah berjalan di arah kanan selama beberapa saat, Xiao Chuan dan Mo Ling sampai di jalan buntu. Sementara itu, Yang Fei sedang menyusul langkah mereka dari belakang.
"Aku harus ke mana sekarang?" tanya Xiao Chuan kebingungan. Benteng Keluarga Yu ini sudah seperti sebuah labirin besar yang terdapat banyak jalan buntu.
"Kau sudah sampai di depan pintu masuk penjara es," jawab Mo Ling.
"Di mana pintu masuk penjara es?"
Xiao Chuan mengernyitkan keningnya karena ia tidak menemukan pintu masuk penjara es di jalan buntu ini.
Beberapa detik kemudian, Yang Fei pun sampai di jalan buntu yang lain. Ia tidak menemukan Mo Ling dan Xiao Chuan sehingga ia memainkan sebuah lagu menggunakan serulingnya.
__ADS_1
Seruling Hei Tian bekerja secara luar biasa seperti biasanya. Setiap kunci yang dimainkan oleh Yang Fei membuat seluruh bangunan Benteng Keluarga Yu bergetar begitu kencang.
"Ada apa ini?" tanya salah satu prajurit Yu Long yang berjaga di dalam benteng.
"Benteng pertahanan ini kabarnya tidak bisa roboh. Kenapa benteng ini mendadak bergetar sangat kencang hari ini?" sahut prajurit yang lain.
"Di mana Tuan Yu Long?" tanya Guo Li kebingungan.
"Tuan Yu Long sudah mati terbunuh dengan golok di depan ruang senjata," jawab salah satu prajurit.
"Ayo kita segera pergi dari sini!" ajak Guo Li sembari berlari keluar dari Benteng Keluarga Yu.
Setelah Yang Fei selesai memainkan serulingnya, tembok-tembok yang menghalanginya menuju ke penjara es pun terbuka. Xiao Chuan dan Mo Ling bisa masuk ke dalam penjara es berkat Yang Fei yang membukakan pintu itu dengan lagu yang ia mainkan.
Di dalam penjara es, adik Xiao Chuan sudah terbaring di atas es. Kondisinya tampak tidak baik. Xiao Chuan pun sedih, tapi ia menghela napas lega. Ia bersyukur karena adiknya masih hidup.
"Cepat bawa dia keluar dari sini," ucap Mo Ling.
Xiao Chuan pun segera mengangkat tubuh adiknya dan membawanya keluar dari Benteng Keluarga Yu melalui pintu utama dengan cara mengikuti prajurit Yu Long yang sedang berlari menuju ke pintu utama untuk melarikan diri dari benteng yang hampir hancur seluruhnya.
Setelah posisi mereka sudah jauh dari Benteng Keluarga Yu, Xiao Chuan meletakkan adiknya di atas tanah. Ia segera menyalurkan tenaga dalamnya kepada adiknya itu.
"Xiao Li," panggil Xiao Chuan dengan suara parau.
Namun, Xiao Li masih belum sadar. Yang Fei pun meminjam pedang Xiao Chuan dan mengiris pergelangan tangan kirinya dengan pedang itu. Setelah itu, ia memberikan darahnya ke dalam mulut Xiao Li yang masih pingsan.
"Kenapa kau memberikan darahmu untuk Xiao Li?" tanya Xiao Chuan bingung.
"Aku memiliki darah Iblis, mungkin darahku bisa membantunya sadar."
"Xiao Li, cepat sadarlah. Kakak datang untuk menyelamatkanmu," ucap Xiao Chuan sembari mendekap tubuh adiknya.
Tidak lama kemudian, Xiao Li pun terbangun dari tidurnya. Xiao Li membuka kedua matanya dan ia sangat terkejut mendapati kakaknya yang sedang mendekap tubuhnya saat ini.
"Kakak, apa itu kau? Apa aku sedang bermimpi?" tanya Xiao Li dengan nada polosnya.
__ADS_1
"Iya, ini aku, Xiao Chuan. Kau tidak sedang bermimpi," jawab Xiao Chuan sambil tersenyum senang.
"Xiao Li, bagaimana keadaanmu? Apa kau terluka parah? Maafkan kakak, kakak terlambat."
"Kak, jangan menyalahkan dirimu. Aku tidak apa-apa," jawab Xiao Li sambil tersenyum.
"Kak, siapa dia?" tanya Xiao Li penasaran.
"Dia adalah teman kakak, namanya Yang Fei."
"Yang Fei?" panggil Xiao Chuan.
Apa aku benar-benar keturunan dari Dewi Perang dan Raja Iblis? Mungkin aku hanya manusia biasa yang merupakan reinkarnasi dari Dewa Perang, batin Yang Fei.
"Iya? Kenapa?" tanya Yang Fei setelah tersadar dari lamunannya.
"Adikku ingin berkenalan denganmu," sahut Xiao Chuan.
Yang Fei pun duduk di depan Xiao Li dan menyapanya dengan ramah.
"Halo, aku Yang Fei. Namamu Xiao Li, 'kan?" tanya Yang Fei sambil tersenyum.
"Iya," balas Xiao Li sembari mengangguk pelan.
"Xiao Li, Yang Fei barusan memberikan darahnya kepadamu supaya kau bisa sadar. Berterima kasihlah padanya," ucap Xiao Chuan sambil menatap wajah adik kesayangannya itu.
"Terima kasih, Kak Yang Fei," kata Xiao Li sambil tersenyum manis.
"Sama-sama," sahut Yang Fei sambil tersenyum.
Kemudian, Yang Fei pun mencuci luka di pergelangan tangan kirinya dengan air di sungai yang mengalir di sekitar situ. Setelah itu, ia merobek sebagian bajunya dan membalut lukanya dengan kain dari baju yang ia robek tadi.
Bersambung......
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ️😊
__ADS_1