
"Ah, arak ini nikmat sekali," kata Hua Xiang sambil tersenyum setelah mencicipi sedikit arak. Xiao Feng yang penasaran pun langsung mengambil guci arak itu dari tangan kanan Hua Xiang.
"Xiao Feng, jangan ambil arakku!" jerit Hua Xiang sambil berusaha untuk merebutnya kembali.
"Arakmu ini pasti bukan arak biasa, 'kan?" tanya Xiao Feng penasaran.
"Bukan urusanmu!" bentak Hua Xiang sambil mengambil kembali seguci arak itu dari tangan kanan Xiao Feng.
"Ini, ambil punyaku," kata Guo Lin Xu sambil menyerahkan seguci arak kepada Xiao Feng.
"Terima kasih, Lin Xu. Kau baik sekali! Tidak seperti orang yang duduk di sebelahku saat ini," kata Xiao Feng yang sengaja ingin menyindir Hua Xiang.
"Aku kenapa? Kau bilang aku tidak baik?" tanya Hua Xiang sambil menatap tajam kedua mata Xiao Feng.
"Bukan begitu maksudku. Kau sangat baik, Tuan Putri Hua Xiang," jawab Xiao Feng sambil tersenyum.
"Dasar pembohong," sahut Hua Xiang. Tidak lama kemudian, Yang Fei muncul sembari membawa nampan di kedua tangannya yang penuh dengan makanan.
"Teman-teman, mari kita makan!" ajak Yang Fei. Ia mulai menata satu per satu piring di meja.
"Yang Fei, kau belajar memasak dari siapa?" tanya Guo Lin Xu.
"Aku belajar sendiri. Bagaimana rasanya? Apakah enak?" tanya Yang Fei. Guo Lin Xu pun mengambil daging ayam yang ada di depannya lalu memakannya.
"Enak sekali," jawab Guo Lin Xu.
"Ayam panggang ini enak sekali!" seru Hua Xiang.
__ADS_1
"Benarkah? Kalau begitu, makanlah sebanyak yang kau mau," sahut Yang Fei.
"Sayurnya juga sangat lezat," kata Xiao Feng.
"Terima kasih," balas Yang Fei sambil tersenyum.
"Yang Fei, sepertinya kau memang berbakat melakukan banyak hal. Tapi kenapa kau mau mengadakan jamuan makan untuk kita semua hari ini?" tanya Xiao Feng.
"Sebenarnya, aku mau turun gunung besok pagi untuk mencari Kakak laki-lakiku," jawab Yang Fei.
"Kau punya kakak laki-laki?" tanya Hua Xiang.
"Iya, aku harus menemuinya dan membawanya untuk berguru juga di sini. Itu pesan yang ditinggalkan oleh Ibuku sebelum ia meninggal," jawab Yang Fei sambil mengangguk.
"Kau terpisah dari Kakakmu itu?" tanya Xiao Feng.
"Iya, aku tidak pernah melihatnya secara langsung," sahut Yang Fei.
"Aku punya lukisannya," jawab Yang Fei.
"Coba perlihatkan," kata Xiao Feng. Yang Fei mengeluarkan lukisan itu dari bajunya lalu membukanya dan memperlihatkannya kepada semua orang.
"Aku merasa pernah melihatnya di suatu tempat, tapi aku lupa di mana aku pernah melihatnya," kata Xiao Feng sambil mengernyitkan dahinya.
"Dia... lumayan mirip denganmu. Tapi kenapa aku merasa dia familiar?" tanya Guo Lin Xu.
"Aku juga merasa begitu. Sepertinya aku pernah bertemu dengannya," sahut Hua Xiang.
__ADS_1
"Jadi, kalian pernah bertemu dengan Kakakku?" tanya Yang Fei.
"Sepertinya begitu, tapi aku juga tidak begitu yakin," jawab Xiao Feng.
"Yang Fei, kau berencana untuk turun gunung sendirian? Bolehkah kalau aku juga ikut denganmu?" tanya Xiao Feng.
"Sebenarnya, kau tidak perlu repot-repot. Mencari Kakakku adalah urusan pribadiku. Tapi kalau kau mau ikut, aku tidak masalah selama Guru mengizinkan," jawab Yang Fei.
"Baiklah, sehabis ini kita berdua izin saja kepada Guru," sahut Xiao Feng.
"Yang Fei, kau tidak mengajakku juga?" tanya Hua Xiang dengan tatapan penuh harap.
"Kau juga mau ikut?" tanya Yang Fei sambil menatap wajah Hua Xiang.
"Yang Fei, jangan ajak dia! Dia akan merepotkanmu," kata Xiao Feng.
"Apa? Aku tidak merepotkan!" bentak Hua Xiang sambil memperlihatkan wajah jengkelnya.
"Sudahlah, teman-teman. Kalian semua bisa pergi. Aku akan tetap tinggal di sini untuk menjaga Guru," kata Guo Lin Xu.
"Lin Xu, apa kau yakin? Bagaimana jika Raja Banteng tahu kalau kau hanya berdua dengan Guru di sini?" tanya Hua Xiang.
"Tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja," jawab Guo Lin Xu sambil tersenyum.
"Lin Xu, lebih baik kita semua tanyakan pendapat Guru dulu," kata Yang Fei.
"Baiklah," sahut Guo Lin Xu sambil tersenyum.
__ADS_1
Bersambung......
Halo semuanya, Author ucapkan terima kasih banyak sudah mampir ke sini. Mohon dukungan kalian untuk memberikan like, comment, dan vote karya Author yang satu ini supaya Author bisa lebih sering update dan mencari inspirasi yang lebih banyak lagi untuk membuat novel ini menjadi lebih baik. Jika kalian punya saran untuk novel ini, silakan disampaikan di comment ya. Terima kasih ☺️